Breaking News:

Australia Bakar 3 Kapal Tangkap Ikan Indonesia, Langkah Tegas Atasi Illegal Fishing

Tidak hanya Indonesia, pemerintah Australia juga mengambil langkah tegas dengan membakar kapal penangkap ikan dan hasil laut secara ilegal.

TribunBatam.id/Istimewa
Tangkap layar otoritas keamanan Australia saat patroli di lepas pantai barat laut wilayah mereka. 

AUSTRALIA, TRIBUNBATAM.id - Langkah tegas terhadap pelaku pencurian ikan ( illegal fishing) tidak hanya terjadi di Indonesia saja.

Pemerintah Australia diketahui menerapkan hal serupa kepada kapal pencuri ikan yang terbukti mengambil hasil laut di perairan negara mereka tanpa izin.

Sejumlah kapal penangkap ikan ilegal nampak terbakar di tengah laut.

Ironisnya, kapal yang dihancurkan oleh otoritas keamanan Australia itu merupakan kapal tangkap ikan asal Indonesia.

Tidak hanya kapal penangkap ikan asal Indonesia.

Baca juga: Kapal Tangkap Ikan Bendera Malaysia Tabrak Kapal KKP RI di Selat Malaka

Baca juga: 30 Terpidana Kasus Illegal Fishing di Natuna Dieksekusi ke 2 Lokasi di Tanjungpinang

Australian Border Force (ABF) atau polisi perbatasan Australia turut menyita ratusan kilogram alat tangkap berikut hasil laut.

Dilaporkan sebanyak 630 kilogram teripang disita.

Polisi perbatasan Australia juga telah merilis sejumlah foto yang menunjukkan perahu kecil terbakar di tengah laut.

Setelah mereka beroperasi tiga hadi dekat Rowley Shoals Marine Park, sebelah utara Australia Barat.

Tindakan itu dilakukan setelah operator tur lokal menyampaikan informasi tentang belasan kapal asing di perairan itu baru-baru ini dan mengatakan mereka takut menjadi korban pembajakan selama perjalanan mereka.

Laksamana Muda Mark Hill, yang mengepalai Komando Perbatasan Maritim, mengatakan tiga kapal hancur dan 13 lainnya dikawal keluar dari perairan Australia.

"Kami memiliki akhir pekan yang sibuk dimana kami menemukan 16 kapal yang menangkap ikan secara ilegal, kemudian kami menindaklanjutinya bersama dengan WA Fisheries. Ini menunjukkan tekad bahwa kita harus melawan penangkapan ikan ilegal, tidak hanya di daerah Rowley Shoals, tetapi di seluruh bagian utara negara ini." ucapnya seperti dikutip Kompas.com, Selasa (9/11/2021).

Alat penangkap ikan juga disita sebelum kapal-kapal itu dibawa keluar dari perairan Australia.

Laksamana Muda Mark mengatakan para nelayan Indonesia tampaknya tidak terkejut dengan penyergapan tersebut.

Baca juga: Bandel, KKP Surati Dubes Vietnam dan Malaysia, Soal Kapal Ikan Asing Pelaku Illegal Fishing

Baca juga: KKP Tangkap 67 Kapal Illegal Fishing di Perairan Kepri Dalam 3 Bulan, Dominan Asal Vietnam?

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved