Breaking News:

BATAM TERKINI

Lewat Bandara Hang Nadim Batam, 166 Warga Vietnam Awak Kapal Asing Ilegal Dipulangkan

Pemulangan ratusan awak kapal ikan warga Vietnam tak hanya berasal dari Kepri, namun juga berasal dari Kalbar.

TribunBatam.id/Istimewa
Proses pemulangan warga Vietnam awak kapal ikan ilegal oleh Imigrasi Batam dan Kementerian Luar Negeri. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Ratusan warga Vietnam awak kapal ikan asing dipulangkan ke negara asalnya.

Pemulangan 166 warga Vietnam ini merupakan hasil penangkapan aksi illegal fishing yang terjadi tidak hanya di Kepri.

Namun juga berlokasi di Kalimantan Barat.

Rinciannya, 53 orang hasil penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Batam bekerja sama dengan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam.

Selain itu, kerjasama penindakan lainnya dengan Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjung Pinang untuk 15 Deteni.

Baca juga: Australia Bakar 3 Kapal Tangkap Ikan Indonesia, Langkah Tegas Atasi Illegal Fishing

Baca juga: PSDKP Batam Tangkap 2 Kapal Asing Pelaku Illegal Fishing di Laut Natuna Utara

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Pinang untuk 2 Deteni, 61 orang dari Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pontianak sejumlah 61 Deteni.

Rumah Detensi Imigrasi Pontianak 1 Deteni, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Ranai sejumlah 32 tahanan Ilegal Fishing dan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarempa sejumlah 2 tahanan Illegal Fishing.

Pemberangkatan untuk repatriasi dan deportasi ini menggunakan pesawat Vietjet Air (VJ-2561) dari Batam tujuan Da Nang Vietnam.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam I. Ismoyo menegaskan bahwa proses repatriasi dan deportasi ini merupakan tindak lanjut inisiasi dan koordinasi dengan Direktur Kerja Sama Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Konsuler Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Serta Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan di tingkat pusat.

Hal ini dilakukan di Batam dikarenakan memang lokus penangkapan banyak di perairan Kepulauan Riau, Kepulauan Natuna.

Ini juga merupakan penyelesaian cepat dan tepat untuk banyaknya tahanan awak kapal ikan asing yang tersebar penahanannya di berbagai Unit Pelaksana Teknis Imigrasi baik Kantor Imigrasi maupun Rumah Detensi serta aparat penegak hukum lainnya seperti PSDKP dan Pangkalan TNI Angkatan Laut.

Baca juga: 100 Hari Kinerja Menteri Trenggono, 67 Kapal Illegal Fishing Ditangkap di Perairan Indonesia

Baca juga: Bandel, KKP Surati Dubes Vietnam dan Malaysia, Soal Kapal Ikan Asing Pelaku Illegal Fishing

Proses repatriasi dan pendeportasian bersama ini menurutnya akan menjadikan role model penyelesaian pemberangkatan repatriasi tahanan awak kapal ikan asing lebih efektif.

Hal ini sebelumnya telah dilaksanakan pada 27 September 2021 untuk sejumlah 222 Warga Negara Vietnam.

"Keseluruhan warga negara Vietnam yang direpatriasi atau deportasi tersebut telah memenuhi klausul pasal 75 ayat (1) Undang-Undang nomor 6 tahun 2011," ujar Ismoyo.

Warga negara Vietnam tersebut akan diusulkan dalam daftar penangkalan untuk sementara waktu atau dalam jangka waktu tertentu tidak masuk ke wilayah Indonesia dengan kemungkinan akan terulangnya kembali perbuatan pelanggaran di bidang perikanan atau wilayah perairan nasional.

Baca juga: ILLEGAL Fishing Tak Hanya di Kepri, Bakamla Ciduk 2 Kapal Malaysia Curi Ikan di Pulau Rupat

Baca juga: Dalam Dua Hari, 10 Kapal Ikan Asing Dimusnahkan di Batam, Tak ada Ampun Bagi Illegal Fishing

Sementara Kepala Seksi Pidana Direktorat Konsuler Kementerian Luar Negeri, Reza Adenan sangat mengapresiasi kinerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam menjadi leading sector dan kerja sama yang baik dalam pemberangkatan repatriasi dan deportasi 166 WN Vietnam pada Senin (15/11/2021) dan 222 warga Vietnam sebelumnya pada (27/10) melalui Bandara Hang Nadim. (*/TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng/Pertanian Sitanggang)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved