Breaking News:

UMK BATAM 2022

Nasib UMK Batam 2022, Rudi Tunggu Penetapan UMP Kepri

Nasib UMK Batam 2022 masih terus berproses. Disnaker Batam menunggu hasil penetapan dari Disnakertrans Kepri meski APINDO Batam sudah bersikap.

TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Kepala Dinas Tenaga Kerja Batam, Rudi Sakyakirti masih menunggu penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kepri ketika disinggung nasib UMK Batam 2022. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Nasib Upah Minimum Kota (UMK) Batam 2022 masih menggantung.

Dinas tenaga kerja (Disnaker) Batam masih menunggu penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) Kepri yang saat ini masih dalam pembahasan.

Sesuai aturan berlaku, penetapan upah minimum dilakukan setiap satu tahun sekali dan ditetapkan selambat-lambatnya 40 hari sebelum tanggal berlakunya upah minimum yaitu 1 Januari.

Besaran UMK Batam 2022 kembali menjadi sorotan setelah Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Batam, Rafki Rasyid menyebut jika kenaikan UMK 2022 Batam mencapai jika presentase kenaikan angka UMK Batam tahun 2022 sebesar Rp35.429,51.

Atau hanya 0,85 persen dibanding UMK 2021 sebesar Rp4.150.930.

Baca juga: UMK Batam 2022 Diprediksi Bakal Naik Rp35.429, Ini Penjelasan Apindo Batam

Baca juga: Soal UMK, Ganjar Pranowo Minta Maksimal Dialog Ketimbang Demo

Besaran kenaikan ini menurutnya berdasarkan Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan No. B-M/383/HI.01.00/XI/2021.

Yang dipertegas dalam formulasi perhitungan upah minimum yang ada dalam PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan.

Sementara serikat buruh meminta kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) 2022 dari 7 hingga 10 persen.

Formasi 7 sampai 10 persen ini diambil dari PP Nomor 78 tahun 2015 harus melakukan sesuai KHL.

Berikutnya dari pertumbuhan ekonomi yang diberikan sebesar 5 persen dan inflasi sebesar 2 persen dari 2022.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved