Breaking News:

KORUPSI DI BINTAN

BREAKING NEWS, Kejari Bintan Geledah Puskesmas Sei Lekop Terkait Pencairan Insentif Fiktif

Kejari Bintan mengambil sejumlah dokumen di Puskesmas Sei Lekop terkait pembayaran insentif fiktif tenaga kesehatan (nakes).

TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Penyidik Kejari Bintan saat mengambil sejumlah dokumen di Puskesmas Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Selasa (30/11/2021). 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Tim penyidik Kejari Bintan menggeledah Puskesmas Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Selasa (30/11/2021).

Penggeledahan ini dilakukan setelah penyidik Kejari Bintan menaikkan status ke tahap penyidikan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) tentang pencairan insentif tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Sei Lekop.

Kepala Kejaksaan Ngeri (Kejari) Bintan, I Wayan Riana menuturkan, setidaknya 28 saksi telah diminta keterangan.

Termasuk kepala Puskesmas Sei Lekop, Zailendra.

Selain Puskesmas Sei Lekop, penyidik Kejari Bintan juga menyelidiki kasus dugaan korupsi di Puskesmas Tambelan.

Penggeledahan di Puskesmas Sei Lekop Bintan ini menurutnya terkait pencairan insentif fiktif tenaga kesehatan (nakes).

Baca juga: Kejari Bintan Selidiki Dugaan Korupsi Insentif Nakes di 2 Puskesmas

Baca juga: Begini Kelanjutan Kasus Dugaan Korupsi Pencairan Insentif di Puskesmas Sei Lekop Bintan

Ia menjelaskan, pembayaran insentif nakes tidak sesuai dengan waktu kerja yang bersangkutan.

Kelebihan pencairan insentif itu dikumpulkan kemudian dibagikan termasuk kepada nakes yang telah menerima insentif.

Alasannya untuk dibagi kepada yang belum dapat, tapi faktanya lanjut Kejari Bintan semua dapat.

Dari hasil pemeriksaan untuk di Puskesmas Sei Lekop ada insentif sebesar Rp 100 juta yang pencairannya fiktif dari total insentif Rp 400 juta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved