Breaking News:

BINTAN TERKINI

Buruh Tolak UMK 2022, Serikat Pekerja Bakal Gelar Aksi, Upah Minimum Tak Naik

Serikat pekerja menolak ketetapan UMK 2022 tak hanya terjadi di Batam. FSPMI akan menggelar aksi di kawasan industri Seri Kuala Lobam.

TribunBatam.id/Istimewa
Ketua Konsulat Cabang (KC) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bintan, Andi Sihaloho. Mereka akan menggelar aksi menolak hasil UMK Bintan 2022. 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Serikat buruh yang menolak ketetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2022 oleh pemerintah tak hanya terjadi di Batam saja.

Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bintan juga menyatakan sikap serupa.

Mereka akan menggelar aksi sebagai bentuk sikap menolak UMK Bintan 2022.

Rencananya, aksi tersebut akan terpusat di Kawasan Industri Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Kepri, pada Kamis (9/12/2021) mendatang.

Gubernur Kepri lewat Surat Keputusan (SK) nomor 1366 tahun 2021 menetapkan UMK Bintan 2022 sebesar Rp 3.648.714,00.

Besaran angka ini, diketahui tidak mengalami kenaikan dibanding UMK Bintan 2021.

Ketua Konsulat Cabang (KC) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bintan, Andi Sihaloho menjelaskan ada beberapa poin dalam aksi nanti.

Baca juga: Buruh Batam Sebut Gubernur Kepri Ansar Ahmad Khianati Kesepakatan Terkait UMK 2022

Baca juga: Ribuan Buruh di Batam Bergabung di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Tolak Putusan UMK 2022

Selain menolak penetapan UMK Bintan 2022, mereka menolak Undang-Undang Cipta Kerja dan terakhir meminta UMK Bintan tahun 2022 di naikkan sebesar 5 persen.

"Tiga poin ini yang akan kami tuntut pada aksi yang akan kami gelar di Kawasan Industri Seri Kuala Lobam nantinya," ucapnya, Senin (6/12/2021).

Andi sangat kecewa dengan keputusan Gubernur Kepri yang tidak ada menaikkan UMK Bintan tahun 2022 sama sekali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved