Breaking News:

KORUPSI DI BINTAN

Usut Tuntas Insentif Fiktif Tenaga Kesehatan, Kejaksaan Bakal Geledah Puskesmas Lain

Kejaksaan sedang menelusuri Rp 6 miliar dana insentif tenaga kesehatan (nakes) sejak 2020 hingga 2021. Dua bangunan pemerintah pun telah digeledah.

TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan saat menggeledah Puskesmas Sei Lekop, Selasa (30/11/2021). Penggeledahan terkait dugaan pembayaran insentif fiktif tenaga kesehatan (nakes). 

BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Langkah hukum penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan untuk mengusut insentif tenaga kesehatan (nakes) fiktif masih berproses.

Mereka hendak menelusuri kemana aliran dana insentif nakes sejak 2020 hingga 2021 yang nilainya sekitar Rp 6 miliar.

Dua Puskesmas sebelumnya menjadi perhatian mereka.

Selain Puskesmas Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur yang digeledah pada Selasa (30/11).

Kasus di Puskesmas Sei Lekop bahkan sudah naik status menjadi penyidikan.

Dalam penggeledahan di Puskesmas Sei Lekop, penyidik tidak hanya menyita sejumlah dokumen.

Baca juga: Dua Puskesmas di Bintan Masuk Radar Kejari, Terkait Dugaan Korupsi Insentif Nakes

Baca juga: Sidang Korupsi Dana Desa, Iswandi Divonis 2 Tahun Penjara, Rugikan Negara Rp 180 Juta

Ponsel Kepala Puskesmas Sei Lekop, dr Zailendra Permana sebelumnya disita oleh penyidik, termasuk sejumlah sim card dan ponsel milik sejumlah staf puskesmas lainnya.

Telepon genggam seorang staf puskesmas yang berperan sebagai operator penginput data sekaligus pengumpul uang diduga hasil korupsi juga ikut disita.

Tidak hanya di Puskesmas Sei Lekop, penyidik Kejari Bintan juga menggeledah kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Bintan, tepatnya di ruang Kasubag Keuangan kantor OPD Pemkab Bintan.

Di sana, penyidik menyita 3 dus berisi berkas-berkas serta surat-surat penting.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved