BERITA SINGAPURA
Singapura Deteksi Covid-19 Varian Omicron LAGI, Satu Pekerja Bandara Changi
Singapura mendeteksi kasus lokal pertama covid-19 varian Omicron pada Kamis (9/12). Ia merupakan staf yang bekerja di Bandara Changi.
SINGAPURA, TRIBUNBATAM.id - Singapura kembali mendeteksi masuknya covid-19 varian Omicron ke negaranya, Kamis (9/12).
Satu kasus positif bahkan merupakan staf layanan penumpang terminal 1 dan terminal 3 Bandara Changi.
Ini merupakan kasus lokal pertama Singapura terkait covid-19 varian Omicron.
Negeri Singa itu sebelumnya melaporkan adanya virus corona varian Omicron pada Kamis (2/12).
Dua kasus impor diketahui berasal dari kedatangan penumpang dari Johannesburg, Afrika Selatan.
Kasus baru covid-19 di Singapura bahkan sebelumnya sempat melandai dengan angka di bawah seribu kasus dalam satu hari.
Baca juga: Omicron Ada di Singapura dan Malaysia, Sampel RT-PCR PMI Langsung Masuk Balitbangkes
Baca juga: Cara Natuna dan Tanjung Pinang Cegah Covid-19 Varian Omicron saat Natal Tahun Baru
Sebanyak 682 infeksi baru Covid-19 dan lima kematian dilaporkan di Singapura pada Kamis (9/12).
Kementerian Kesehatan Singapura tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang lima kematian yang dilaporkan.
Secara keseluruhan, ada 649 kasus baru di masyarakat, 16 di asrama pekerja migran dan 17 kasus impor yang dilaporkan pada hari Kamis.
Kematian terbaru membuat jumlah total kematian Covid-19 di Singapura menjadi 779.
Jumlah total kasus di Singapura sekarang mencapai 271.979.
Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mengungkap jika kedua orang yang positif covid-19 varian Omicron telah mendapat vaksinasi lengkap, bahkan telah menerima suntikan booster.
Kasus lokal pertama merupakan seorang wanita berumur 24 tahun.
Ia bekerja pada area penahanan transit Bandara Changi Singapura.
Kementerian Kesehatan setempat menduga jika ia telah berinteraksi dengan penumpang transit dari sejumlah negara terdampak Omicron.
Otoritas Singapura menegaskan jika kasus lokal pertama virus corona varian B.1.1.529 itu tidak bekerja di terminal 4.
Dimana sejumlah kasus infeksi Omicron terdeteksi di sana.
Baca juga: Singapura Pecah Rekor, Kasus Baru Covid-19 Turun Meski Masih Ratusan Dalam Sehari
Baca juga: Inilah Fakta-fakta Covid-19 Varian Omicron yang Sudah Terdeteksi di Malaysia dan Singapura
Wanita tersebut satu hari sebelumnya atau 8 Desember 2021 menjalani pengecekan kesehatan rutin secara mingguan bersama sejumlah staf bandara Internasional lainnya.
Semua staf bandara sudah menjalani tes PCR setiap minggu dan sebagai tindakan pencegahan tambahan.
Mereka akan menjalani tes cepat antigen setiap hari selama tujuh hari ke depan.
Hasil polymerase chain reaction (PCR)-nya mengungkapkan jejak yang terkait dengan varian Omicron.
Ia kini diminta mengasingkan diri di rumah hingga akhirnya dibawa ke Pusat Nasional untuk Penyakit Menular.
Saat ini, Laboratorium Kesehatan Masyarakat Nasional sedang melaksanakan tes untuk mengonfirmasi varian tersebut.
Adapun kasus kedua merupakan wanita berusia 46 tahun.
Ia merupakan penduduk tetap yang kembali ke Singapura dari Jerman pada 6 Desember 2021.
Tes sebelum keberangkatannya ia lakukan di Prancis pada 4 Desember dan tes PCR-nya di Singapura pada 6 Desember dengan hasil negatif virus corona.
Baca juga: Singapura dan Malaysia Deteksi Covid-19 Varian Omicron, Ini Langkah Kemenkes RI
Baca juga: DHL Express Indonesia Luncurkan Layanan Yellow Boat, Perkuat Layanan Batam-Singapura
Kemudian dia mengalami pilek sehari kemudian dan mencari pertolongan medis.
Dia dinyatakan positif Covid-19 pada 8 Desember dan dipastikan memiliki tanda-tanda varian Omicron pada hari berikutnya.
Pelacakan kontak untuk kedua kasus sedang berlangsung dan Depkes mengatakan semua kontak dekat akan ditempatkan pada karantina 10 hari di fasilitas yang ditunjuk dan menjalani pengujian.
“Mengingat tingkat penularannya yang tinggi dan menyebar ke banyak bagian dunia, kita harus berharap untuk menemukan lebih banyak kasus Omicron di perbatasan kita dan juga di dalam komunitas kita,” kata Kementerian Singapura seperti dikutip Strait Times.
Bagaimana Batam?
Provinsi Kepri, khususnya Kota Batam mewaspadai benar terkait covid-19 varian baru Omicron ini.
Batam merupakan pintu masuk bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Singapura dan Malaysia.
Sejauh ini, belum dilaporkan adanya covid-19 varian Omicron masuk ke kota industri ini.
Menurut data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Batam pada Senin (29/11), tercatat varian baru Alpha di Kepri mencapai 7 kasus dan varian Delta mencapai 52 kasus.
Sejak awal tahun, penambahan kasus varian Alpha cenderung stagnan dan varian Delta meningkat pesat.
"Varian Delta itu dari Batam, Tanjungpinang, Karimun dan Bintan. Paling banyak di Batam.
Meski demikian, Kepala Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam, Budi Santosa, menyatakan varian baru Omicron belum ditemukan pada sampel-sampel swab yang berawal dari wilayah Kepri.
Varian Omicron diketahui memiliki transmisi penularan yang lebih tinggi dibandingkan varian-varian sebelumnya.
Baca juga: Warga Singapura Buat Geger Inggris, Fong Terseret Kasus Pembunuhan Istri Sendiri
Baca juga: Cadangan Migas Laut Natuna Utara yang Diklaim China, Singapura Sempat Dibuat Pusing
Pemerintah pusat pun sudah mengambil langkah untuk mencegah masuknya varian baru covid-19 ini yang diklaim memiliki penularan jauh lebih cepat dibandingkan varian Delta.
Salah satunya dengan memperpanjang masa karantina, khususnya bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Dalam surat edaran tersebut, seluruh orang yang baru pulang dari luar negeri wajib menjalani karantina selama 10 hari.
Khusus bagi PMI, perpanjangan masa karantina 7x24 jam bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) oleh satuan tugas khusus (satgassus) yang dimulai pada 29 November 2021, kini telah ditingkatkan menjadi 10x24 jam.
Peraturan baru ini sebagai tindak lanjut Adendum surat edaran satgas penanganan Covid-19 No 23 tahun 2021 tentang protokol kesehatan perjalanan Internasional yang berlaku mulai hari ini, Jumat (3/12/2021).
Hal ini merupakan keputusan hasil rapat koordinasi tingkat menteri pada tanggal 1 Desember 2021 lalu.
Adendum SE Satgas penanganan Covid-19 No 23 tahun 2021 tentang protokol kesehatan perjalanan internasional diharapkan mampu menekan angka penularan Covid-19.
Walikota Batam Muhammad Rudi menilai, dengan mengikuti surat edaran pusat, yang memperpanjang masa karantina menjadi 10 hari, menurutnya sudah bisa menyelamatkan dengan menekan penyebaran virus tersebut di Kota Batam.
Baca juga: Garuda Indonesia Lirik Kebijakan Singapura Masuk Negeri Singa Tanpa Karantina
Baca juga: Singapura Waspada Omicron, 2 Pelancong Positif Varian Baru Corona Transit di Bandara Changi
"Selama 10 hari ini, sudah terselesaikan. Lantaran inkubasi virus itu hanya 7 hari," ujar Rudi.
Sementara Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, langkah utama untuk menghadapi varian baru ini adalah vaksinasi.
Meski belum dilaporkan adanya varian Omicron yang masuk ke Indonesia namun pihaknya meminta warga untuk waspada serta tidak lengah.
"Tapi yang utama pencegahan. Protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi," ujar Nadia kepada Kompas.com, Sabtu (4/12/2021) malam.
Sebelumnya, Kemenkes mengutamakan cakupan vaksinasi yang lebih luas kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Semakin luas cakupan vaksinasi, maka kekebalan kelompok bisa semakin cepat tercapai.
"Kami berharap di akhir November capaian vaksinasi dosis 1 (sekitar) 70 persen di ibu kota provinsi, karena yang penting orang mendapatkan vaksinasi lengkap untuk kekebalan kelompok ya," kata dia.
Berdasarkan catatan Kemenkes, hingga Sabtu (4/12/2021) pukul 18.00 WIB, cakupan vaksinasi untuk dosis 1 baru mencapai 68,33 persen secara nasional.
Oleh karena itu, Nadia mengimbau agar masyarakat segera mendapatkan suntikan vaksin dan tidak memilih jenis vaksin tertentu.
Selain vaksinasi, prokes lewat penerapan 6M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menghindari makan bersama.
Nadia mengatakan, salah satu langkah lainnya adalah dengan menerapkan karantina dan memperkuat pintu masuk perjalanan Internasional.
Baca juga: Travel Update: Anticipating Omicron Variant, Indonesia Tightens Rules for International Arrivals
Baca juga: Syarat Naik Pesawat Selama Libur Nataru 2021-2022 Sesuai SE Satgas Covid-19 Nomor 24
"Selain itu, perkuat pintu masuk dengan karantina," ujar dia. Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 23 Tahun 2021 yang mengatur mengenai prokes terbaru perjalanan Internasional.
Ada penambahan masa karantina, yang sebelumnya 7 hari menjadi 10 hari.
Kemudian, ada larangan bagi pelaku perjalanan dari 11 negara, meliputi Afrika Selatan, Botswana, Hong Kong, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini, dan Lesotho.
Selain pencegahan infeksi di hulu, Kemenkes juga mempersiapkan pasokan oksigen di rumah sakit. Persiapan oksigen medis ini juga sebagai antisipasi lonjakan kasus yang berisiko terjadi setelah libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kemenkes juga menyediakan pasokan obat-obatan untuk mengobati gejala Covid-19.
"Persiapan di fasilitas kesehatan terkait obat dan oksigen kita lakukan," kata Nadia.(*/TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi/Hening Sekar Utami/Ronnye Lodo Laleng) (Kompas.com) (Strait Times)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Singapura
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/terminal-4-yang-sudah-beroperasi-sejak-akhir-oktober-2017.jpg)