Breaking News:

Omicron Sudah Terdeteksi di Indonesia, SIMAK 7 Hal Perlu Diketahui soal Varian Terbaru Covid-19 Itu

Satu kasus Covid-19 varian Omicron sudah terdeteksi pada Kamis (16/12/2021), yang menginfeksi seorang petugas kebersihan di Rumah Sakit Wisma Atlet

fernando zhiminaicela/Pixabay
Ilustrasi Covid-19 - Omicron Sudah Terdeteksi di Indonesia, SIMAK 7 Hal Perlu Diketahui soal Varian Terbaru Covid-19 Itu 

TRIBUNBATAM.id - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan baru saja memberi kabar buruk soal corona.

Apa yang ditakut-takutkan itu akhirnya terjadi, di mana satu kasus Covid-19 varian Omicron sudah terdeteksi.

Terdeteksinya kasus Omicron di Indonesia terjadi pada Kamis (16/12/2021), yang menginfeksi seorang petugas kebersihan di Rumah Sakit Wisma Atlet.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, terdapat tiga orang pekerja kebersihan di Wisma Atlet pada 8 Desember 2021 dites, dan hasilnya positif Covid-19.

"Kemudian pada 10 Desember 2021, hasil tes tersebut dikirim ke Balitbangkes untuk dilakukan genome sequencing," kata Budi. 

"Hasilnya keluar pada 15 Desember, tiga orang yang positif tadi satu orang dipastikan terdeteksi (terpapar) varian Omicron," sebutnya lagi.

Sebagai informasi, varian Omicron berlebel VoC oleh WHO hanya 72 jam setelah terdeteksi pertama kali.

Sebagai perbandingan, butun dua bulan bagi varian Delta diberi label yang sama oleh Organisasi Kesehatan Dunia tersebut.

Baca juga: Deteksi Gejala Terinfeksi Covid-19 Varian Omicron pada Tubuh, Waspadai Mudah Lelah dan Batuk

Baca juga: Covid-19 Varian Omicron Masuk Indonesia, Kasus Lokal Pertama di RS Wisma Atlet

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diketahui tentang Covid-19 varian Omicron?

1. Berpotensi sebabkan infeksi ulang

Sebuah studi yang dilakukan oleh ilmuwan Afrika Selatan menemukan, Omicron memiliki peluang menginfeksi ulang penyintas Covid-19.

Peserta penelitian termasuk 2.796.982 orang dengan SARS-CoV-2 yang dikonfirmasi laboratorium memiliki hasil tes positif setidaknya 90 hari sebelum 27 November 2021.

Studi tersebut kemudian mengidentifikasi 35.670 orang yang dianggap mengalami infeksi ulang.

"Temuan ini menunjukkan bahwa keunggulan varian Omicron setidaknya sebagian didorong oleh peningkatan kemampuannya dalam menginfeksi individu yang sebelumnya terinfeksi," kata salah satu peneliti Julliet RC Pulliam.

Baca juga: Singapura Buat Rencana Darurat Atasi Covid-19 Varian Omicron, Deteksi 16 Kasus

Baca juga: China Deteksi Kasus Pertama Covid-19 Varian Omicron, Kepri Malah Cetak Rekor

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved