Indonesia Catat 19 Kasus Covid-19 Varian Omicron, 11 Kasus Imported Case dari 4 Negara
Sebanyak 11 kasus baru positif varian Omicron merupakan pelaku perjalanan dari 4 negara yang baru kembali ke Indonesia.
TRIBUNBATAM.id - Kasus baru covid-19 varian omicron di Indonesia bertambah.
Kementerian Kesehatan mencatat ada tambahan 11 kasus baru omicron di Indonesia.
Penambahan kasus ini berdasarkan hasil Whole Genome Sequencing pada Jumat (24/12/2021).
Kondisi ini membuat total kasus konfirmasi positif omicron di Indonesia sejumlah 19 orang.
Kementerian Kesehatan sebelumnya mengungkap asal muasal kasus Covid-19 varian omicron di Indonesia.
Kasus pertama Omicron Indonesia diduga berasal dari WNI yang baru pulang dari Nigeria.
WNI itu tiba di Indonesia pada 27 November 2021.
Baca juga: Dunia Masih Pusing Covid-19 Varian Omicron, Kini Muncul Delmicron, Kenali Gejalanya!
Baca juga: Singapura Atur Ekstra Ketat Kru Maskapai Penerbangan Tujuan Inggris Cegah Varian Omicron
Sebelumnya pada Kamis (16/12) Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengumumkan temuan kasus varian Omicron terdeteksi pada seorang petugas kebersihan berinisial N yang bekerja di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta.
N tidak pernah melakukan perjalanan ke luar negeri sehingga dapat disimpulkan N tertular dari WNI yang datang dari luar negeri yang melakukan karantina di Wisma Atlet.
Setelah merunut kasus WNI yang positif Covid-19 di Wisma Atlet pada 14 hari ke belakang, kemungkinan besar indeks case (kasus pertama) Omicron adalah WNI, dengan inisial TF, usia 21 tahun, yang tiba dari Nigeria pada tanggal 27 November 2021.
Ada 169 WNI dari luar negeri yang melakukan karantina di Wisma Atlet antara 24 November hingga 3 Desember 2021 yang telah dilakukan tracing dengan hasil satu orang, TF, probable dengan kemungkinan besar tertular Omicron.
Hasil test PCR untuk TF sudah dinyatakan negatif
Baca juga: Penumpang Pesawat Disebut 3 Kali Lebih Berpeluang Tertular Omicron saat di Perjalanan
Baca juga: Pulau Bintan Waspada Varian Omicron saat Natal Tahun Baru, Pintu Masuk Dijaga Ekstra Ketat
Kontan.co.id memberitakan sebelas kasus konfirmasi baru Omicron merupakan imported case, berasal dari pelaku perjalanan internasional yang baru kembali dari Turki, Jepang, Korea Selatan, dan Arab Saudi.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmidzi menyampaikan temuan kasus omicron di pintu negara menunjukkan hasil penguatan surveilans dan peningkatan pemeriksaan WGS.
Terutama bagi pasien dari pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif.
Sehingga langkah penanganan dapat dilakukan dengan cepat.
Nadia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan penyebaran omicron yang sangat cepat, menunda perjalanan ke luar negeri, dan disiplin menjalankan protokol kesehatan, serta segera mengikuti vaksinasi Covid-19.
“Kesadaran diri untuk tidak bepergian terlebih dahulu harus dilakukan. Apalagi di tengah suasana libur Natal dan Tahun Baru ini penting bagi kita untuk saling menjaga satu sama lain,” ujar Nadia dalam keterangan tertulis, Jumat (24/12).
Saat ini semuanya menjalani karantina di Jakarta.
Baca juga: Singapura Hentikan Sementara Tiket Pesawat VTL, Gegara Omicron Masuk Negeri Jiran Wajib Karantina
Baca juga: Tanjung Pinang Waspada Covid-19 Varian Omicron, Tutup Ruang Publik Selama Nataru
Ke-11 kasus tersebut adalah:
1. DAH, laki-laki, 58 th, dari Turki
2. NAN, aki-laki, 21 th, dari Turki
3. SS, laki-laki, 53th, dari Turki
4. ADS, laki-laki, 49 th, dari Turki
5. NF, perempuan, 59 th, dari Turki
6. ASPP, laki-laki, 21 th, dari Turki
7. R, laki-laki, 33 th, dari Jepang
8. AW, laki-laki, 32 th, dari Korea Selatan
9. RP, laki-laki, 40 th, dari Jepang
10. W, laki-laki, 44 th, dari Jepang
11. I, laki-laki, 28 th, dari Arab Saudi.
Baca juga: Heboh Varian Omicron, Sudah Masuk RI, Ini 6 Fakta Harus Diketahui
Baca juga: Singapura Antisipasi Covid-19 Varian Omicron, Serukan Warga Suntik Vaksin Booster
KENALI Gejalanya
Sudah nyaris dua tahun Covid-19 belum juga sirna dari dunia dan meneror banyak negara.
Terdeteksi pada akhir 2019 silam, Covid-19 yang umum diistilahka virus corona sudah entah berapa banyak merenggut nyawa manusia.
Nyatanya kengerian virus ini terletak dari daya tularnya yang luar biasa, termasuk kemampuannya bermutasi.
Baru-baru ini Institut Nasional Penyakit Menular (NICD) Afrika Selatan mengumumkan adanya varian Covid-19 terbaru, yang kemudian dinamai Omicron.
Varian ini terdeteksi dan diumumkan otoritas Afrika Seatan pada 25 November lalu, yang lantas memicu reaksi dari beberapa negara.
Temuan varian Omicron berdasarkan sampel yang diambil dari laboratorium pada 14-16 November 2021.
Dokter bernama dr Angelique Coetzee sekaligus praktisi dan Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan mengatakan, 18 November lalu seorang pasien datang ke kliniknya mengaku sangat lelah, ditambah nyeri tubuh dan sakit kepala.
"Gejala itu sangat mirip infeksi virus umum. Dan karena kami belum melihat pasien Covid-19 selama 8-10 pekan terakhir, kami memutuskan untuk melakukan tes," katanya.
Baca juga: Indonesian Government Considers 14 Day Quarantine If Omicron Spreads Widely
Baca juga: Petugas Kebersihan Tak Pernah ke Luar Negeri Tapi Kena Omicron, Begini Penjelasan Kemenkes
Saat hasil tes keluar ternyata pasien tersebut dan keluarganya positif Covid-19.
Di hari yang sama, ada lebih banyak pasien datang dengan gejala sama seperti pasien sebelumnya.
Di saat itulah Coetzee menyadari bahwa ada sesuatu yang baru dari Covid-19.
Sejak saat itu, setiap hari minimal 2-3 pasien dengan gejala sama datang dan hasil tes Covid-19 mereka positif.
"Kami melihat banyak pasien Covid-19 yang terpapar varian Delta selama gelombang ketiga. Dan ini tidak sesuai dengan gambaran klinis (dari varian Delta)," katanya seperti dikutip dari Kompas.com.
Ia menjadi salah satu orang pertama yang mencurigai adanya varian baru Covid-19 tersebut.
Awalnya, ia mengaku ada tujuh pasien datang ke kliniknya dengan gejala Covid-19 berbeda dari varian Delta.
Baca juga: Varian Omicron Terdeteksi di Indonesia, Dinkes Tanjungpinang Minta Warga Waspada
Baca juga: Cara Cegah Covid-19 Varian Omicron, Gunakan Masker Medis dan Masker Kain
Varian Omicron berbeda dengan varian Delta, karena gejala varian terbaru tersebut sejauh ini ringan dan pasien dapat dirawat di rumah.
"Sebagian besar dari mereka mengalami gejala yang sangat, sangat ringan dan sejauh ini tidak ada yang menerima pasien darurat. Kami bisa merawat pasien ini secara konservatif di rumah," katanya.(TribunBatam.id) (Kontan.co.id/Khomarul Hidayat)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Omicron
Sumber: Kontan.co.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/varian-baru-virus-covid-19-omicron.jpg)