Breaking News:

BATAM TERKINI

JARING Calon Korban Lewat Medsos, Segini Upah yang Diterima Perekrut PMI Ilegal dari Batam

Dua pelaku penyelundupan PMI ilegal yang ditangkap di Batam mengungkapkan besaran upah yang mereka terima jika berhasil mengirimkan PMI ke Singapura.

TRIBUNBATAM.id/Eko Setiawan
Dua pelaku penyelundupan PMI atau TKI ilegal di Batam dibekuk polisi. Kedua wanita itu merekrut calon korbannya lewat Facebook dan TikTok. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dua wanita yang terlibat dalam upaya penyelundupan calon PMI ilegal diamankan polisi di Batam.

Kepada aparat, keduanya mengaku memiliki peran tersendiri dalam menjalankan aksinya mengirimkan calon PMI atau TKI ke luar negeri terutama Singapura.

Lantas, berapa upah yang mereka dapatkan untuk aksinya tersebut? 

salah satu pelaku yang ditemui TRIBUNBATAM.id saat ekspose mengaku jika dirinya mendapat uang Rp 3 juta per orang bahkan bisa lebih saat berhasil mengirimkan PMI ke luar negeri.

"Itu tergantung berkas mereka lengkap apa tidak. Kalau banyak yang nggak lengkap bisa lebih dari Rp 3 juta," kata seorang pelaku.

Beraksi sejak 2020 lalu, keduanya menyebut hampir setiap hari bisa memberangkatkan calon PMI ilegal jika memang ada orang yang hendak berangkat.

"Biasanya setiap hari itu pasti ada. Minimal seminggu itu bisa 4 kali. Sekali pengiriman tidak tentu. Bahkan ada yang belasan orang sekali berangkat," sebutnya.

Sebelumnya diberitakan,  Satreskrim Polresta Barelang, Selasa (28/11/2021) menggelar ekspose penangkapan dua pelaku penyelundupan PMI atau TKI ilegal di Batam.

Kedua pelaku itu masing-masing bernama Susilawati Sudiana (38) dan Dila Nur Adilah.

Dalam menjalankan aksinya, mereka mempunyai peran masing-masing.

Baca juga: MABES Polri Kantongi Sejumlah Nama Calon Tersangka Kasus Kecelakaan Boat di Bintan

Baca juga: CEGAH Omicron Masuk Batam, Satpol PP Siaga di Sejumlah Tempat Wisata

Terkait cara merekrut calon korban yang akan dikirim sebagai PMI ke Singapura secara ilegal, pelaku menjaringnya dari media sosial Facebook dan TikTok.

"Dila bekerja sebagai perekrut dengan mencari sasaran di media sosial. Kemudian mengarahkan ke Batam dan menjaga penampungan," sebut Wakasat Reskrim Polresta Barelang AKP Efendi.

Sementara itu, Susilawati Sudiana bekerja sebagai fasilitator keberangkatan PMI dari Batam ke Luar negeri melalui pelabuhan Harbour Bay Batam.

Awalnya, kedua pelaku mengaku memberangkatkan PMI ke Singapura melalui jalur resmi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved