KEPRI TERKINI
Insiden Boat Angkut PMI di Malaysia, Bangsal Sempat Mohon Doa Keselamatan
Cerita miris kembali terungkap dari insiden boat angkut PMI yang tenggelam di Malaysia. Keterlibatan oknum TNI pun terungkap dari penyidikan kasus ini
MALAYSIA, TRIBUNBATAM.id - Insiden yang dialami Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sekitar perairan Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor Bahru, Malaysia pada Rabu (15/12/2021) masih membekas di keluarga Bangsal Udin Basar.
Warga Desa Kawo, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini menjadi salah satu korban dari insiden yang menyulut keprihatinan itu.
Bangsal bersama 63 Pekerja Migran Indonesia (PMI) lainnya hendak menuju Malaysia menggunakan boat dari pelabuhan darurat di Pulau Bintan, Provinsi Kepri.
Nahas, dalam perjalanan boat yang mereka gunakan tenggelam akibat cuaca ekstrem.
Data sementara 21 orang tewas, 30 orang belum ditemukan dan 13 orang selamat.
Semua penumpang di dalam kapal tersebut adalah warga negara Indonesia.
Baca juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal ke Malaysia, Termasuk Seorang Balita
Baca juga: Kisah Miris Malaysia & TKI, KBRI Kuala Lumpur : Malaysia Belum Dibuka Untuk Penempatan PMI
Mereka yang selamat bahkan menjalani proses hukum.
Istri Bangsal, Murni (40), mengatakan, suaminya berencana ke Malaysia karena desakan ekonomi dan kebutuhan biaya sekolah anaknya.
"Dia mau cari uang katanya, anak yang paling besar itu sekolah pondok, dan itu yang membuat keras hatinya ingin ke sana," ujarnya seperti diberitakan Kompas.com, Jumat (17/12/2021).
Bangsal berangkat ke Malaysia karena kesulitan mendapat pekerjaan dan ia ditawari oleh teman-temannya yang lebih dulu ke Malaysia.
"Karena di sini tidak ada pekerjaan, dan di sana (Malaysia) ada pekerjaan, dan ditelepon sama teman-temannya di sana, akhirnya punya inisiatif cari kerjaan sendiri," ucapnya.
Kepada sang adik, Roy, Bangsal tak pernah menceritakan bahwa perjalanannya ke Malaysia melalui jalur ilegal.
"Sebelumnya tidak pernah cerita, dia akan berangkat melalui jalur bahaya, dia bilang, ‘Saya mau berangkat, dan minta doa'," ungkapnya.
Roy menuturkan, sewaktu kakaknya masih di Batam, Selasa (14/12/2021), dirinya sekeluarga sempat menelepon Bangsal via video call aplikasi WhatsApp.
Baca juga: Polda Kepri Gandeng Polisi Malaysia Ungkap Sindikat Penyelundupan PMI Ilegal dari Batam
Baca juga: Kepulangan PMI Tambah Deretan Kasus Baru Covid-19 di Kepri, Gubernur Klarifikasi Data BNPB
"Malam Selasa itu kita telepon, kita nasihat dia supaya hati-hati mengingat cuaca buruk. Dia hanya bilang, 'Mohon doa keselamatan'," kenangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/korban-kapal-tenggelam-angkut-pmi-di-malaysia.jpg)