Anak Bupati Langkat Nonaktif Siksa Manusia Dalam Kerangkeng, Ini Rekam Dinasti Sang Ayah
LPSK kembali mengungkap fakta mengejutkan terkait keberadaan kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin-angin.
TRIBUNBATAM.id - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) kembali mengumumkan fakta mengejutkan terkait keberadaan kerangkeng manusia milik Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin-angin.
Publik sebelumnya dibuat mengelus dada akan perlakuan manusia yang ditempatkan seperti penjara itu.
Mulai dari perlakuan yang didapat dalam kerangkeng itu sampai adanya hasil laporan investigas LPSK mengenai keterlibatan oknum TNI aktif dalam aktivitas yang tidak manusiawi itu.
Bupati nonaktif Langkat yang kini berstatus tersangka suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini menyebut kerangkeng manusia itu diperuntukkan sebagai tempat rehabilitasi narkoba.
Ia ditangkap karena suap pekerjaan pengadaan barang dan jasa tahun 2020-2022 di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara pada Kamis (20/1/2022) dini hari.
Keberadaannya bahkan diketahui sudah ada sejak 10 tahun lalu.
Baca juga: LPSK Ungkap Keterlibatan Oknum TNI Aktif Dalam Kerangkeng Manusia Bupati Langkat Nonaktif
Baca juga: Hasil Investigasi LPSK, Bupati Langkat Nonaktif Pernah Terlibat Aksi Pencurian Hingga Judi
Terdapat dua kerangkeng manusia di rumah Bupati nonaktif Langkat yang berukuran 6x6 meter.
Kedua sel itu diisi 27 orang yang setiap hari bekerja di kebun sawit.
Saat pulang bekerja, mereka akan dimasukkan ke dalam kerangkeng lagi.
Polisi menyebutkan, 27 orang tersebut diantarkan sendiri oleh orangtua masing-masing.
Bahkan, para orangtua dan menandatangani surat pernyataan.
Kini LPSK mengungkap keterlibatan anak Terbit Rencana Peranginangin dalam aktivitas kerangkeng manusia itu.
Dalam laporan LPSK yang diterima Kompas.com, Selasa (15/3/2022) disebutkan ada empat korban yang mengalami jari tangan putus akibat penyiksaan yang dilakukan oleh Dewa.
“Iya, DW atau DP adalah Dewa Perangin-angin,” kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi.
Baca juga: Polisi Bongkar 2 Makam Korban Penjara Manusia Bupati Langkat Nonaktif
Baca juga: Penjara Manusia di Rumah Bupati Langkat Bikin Heboh, Disebut Seperti Zaman Kolonial Belanda
Edwin mengungkapkan dalam struktur pengurusan penjara manusia itu, Dewa menjabat sebagai wakil ketua.