Breaking News:

ANAMBAS TERKINI

Penambang Speedboat Bisa Senyum Jelang Lebaran, Omzet Mulai Pulih Sejak Dihantam Corona

Penambang speedboat di Anambas setidaknya sudah bisa tersenyum jelang hari raya Idul Fitri. Omzet mereka perlahan namun pasti mulai pulih.

TribunBatam.id/Novenri Halomoan Simanjuntak
Aktivitas penumpang yang hendak menggunakan transportasi speedboat antar pulau di Pelabuhan Sri Siantan, Kelurahan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Jumat, (29/4/2022). 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Penambang speedboat antar pulau di Anambas mulai merasakan geliat ekonomi.

Apalagi sepekan jelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Omzet yang mereka terima diakui berbeda saat pandemi covid-19 masih melanda sejumlah daerah di Indonesia.

Salah seorang pengemudi speed boat, Zahri mengatakan, saat dua tahun Pandemi Covid-19 melanda aktivitas penumpang mulai berkurang hingga membuat penghasilannya anjlok drastis.

"Tapi, Alhamdulillah kondisi penumpang saat jelang lebaran ini jauh lebih ramai dan muatan kembali normal seperti umumnya dulu sebelum Pandemi Covid-19," ujar salah seorang pengemudi speed boat, Zahri, Jumat, (29/4/2022).

Pria 25 tahun itu mengaku bersyukur, penghasilan yang diraupnya pun mulai meningkat drastis sejak sepekan menjelang lebaran Idul Fitri dibanding hari-hari biasanya.

Baca juga: Rivan : Jasa Raharja Santuni Korban Kecelakaan Speedboat di Tual

Baca juga: Hadapi Arus Mudik Lebaran, Polres Anambas Dirikan Pos Pengamanan di Pelabuhan Tarempa

"Muatan kapal selalu penuh sekali berangkat 7-8 orang, kadang karena speed kita cukup lebar bisa sampai 10 orang yang naik. Nanti dari tempat tujuan kita bawa lagi penumpang dengan muatan yang sama," ucapnya.

Dalam sepekan ini, Zahri mengungkapkan mampu mengantongi penghasilan hingga Rp 2 - 3 juta dengan mengangkut penumpang, hal itu berbanding jauh dengan penghasilan sebelumnya yang hanya mampu meraup Rp 700 ribu.

"Perbandingannya jauh lah, lebih baik yang sekarang. Kalau sebelum puasa dan jelang lebaran kemarin, terasa beratnya itu sama pengemudi boat yang masih sewa, penghasilan gak seberapa tapi juga harus bayar sewa kan," terangnya.

Pria asal Pulau Matak ini menjelaskan, lantaran terlalu meningkatnya jumlah penumpang yang ada, kini membuat semua pengemudi boat mendapat giliran angkutan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved