Breaking News:

Inilah Definisi Kasus Hepatitis, Sudah Ada Satu Probable dan 13 Pending Classification, Apa Itu?

Definisi kasus hepatitis tidak jauh berbeda dengan kasus Covid-19 yang saat itu menggunakan suspek, Orang Tanpa Gejala (OTG) sampai konfirmasi kasus

hellosehat via Tribunnewswiki.com
ILUSTRASI - Hepatitis disebabkan oleh virus dan gaya hidup yang tidak sehat 

Sedangkan 13 kasus pending classification ada satu kasus di Sumatera Utara, satu kasus di Sumatera Barat, tujuh kasus di DKI Jakarta, satu kasus di Jambi dan tiga kasus di Jawa Timur.

Baca juga: Cara Mencegah Penularan Hepatitis Akut pada Anak serta Gejala jika Sudah Terinfeksi

Baca juga: Batam Masih Bersih Kasus Hepatitis Akut, Kadinkes: Warga Jangan Panik!

Kelompok umur kasus terbanyak adalah di bawah 5 tahun ada tujuh kasus, 6 sampai 10 tahun ada dua kasus, dan 11-16 tahun ada lima kasus.

Dari 14 kasus dugaan hepatitis akut terdapat enam kasus meninggal dunia, empat kasus masih dirawat dan empat kasus sudah dipulangkan.

"Ini perubahan jumlah kasus dari hari sebelumnya tanggal 15 atau 16 Mei itu ada pengurangan kasus di probable. Ternyata setelah dilakukan pemeriksaan terakhir dia sepsis bakteri, sehingga kasusnya discarded," kata dr. Syahril pada konferensi pers hepatitis di gedung Kemenkes, Rabu (18/5/2022).

Upaya yang dilakukan melalui surveilans, analisa patogen menggunakan Whole Genome Sequencing (WGS) di mana dengan WGS ini nanti akan terlihat varian virus yang muncul.

Masih dikutip dari situs sehatnegeriku, kemudian pelaporan dengan New All Record (NAR).

"Kemudian upaya terapeutik kita sudah menyusun pedoman tata laksana kasus hepatitis ini bersama IDAI dan juga komite ahli yang telah dibentuk oleh Kemenkes," ucap Syahril.

Pada tanggal 13 Mei 2022 telah diterbitkan keputusan Dirjen Pelayanan Kesehatan tentang tata laksana hepatitis akut pada anak yang belum diketahui penyebabnya di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kementerian Kesehatan telah menunjuk laboratorium nasional di Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) untuk menerima seluruh rujukan sampel untuk pasien-pasien yang diduga hepatitis.

"Di laboratorium nasional ini telah dipersiapkam ketersediaan reagen atau KITnya untuk deteksi hepatitis, baik reagen metagenomik atau WGS maupun reagen PCR, baik panel respiratori maupun gastrointestinal," tuturnya.

Baca juga: Waspada Hepatitis Akut, Disdik dan Dinkes Anambas Jadwalkan Koordinasi Tiap Sekolah

Baca juga: Apa Itu Penyakit Hepatitis? Gejala Hingga Bahayanya, Masyarakat Diminta Waspada

.

.

.

(TRIBUNBATAM.id)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved