Breaking News:

DISKOMINFOTIK ANAMBAS

BPBD Anambas Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Panas Hingga Air Pasang Ekstrem

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Anambas melalui organisasi perangkat daerahnya meminta warga waspada gelombang panas dan air pasang ekstrem.

TribunBatam.id/Noven Simanjuntak
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Anambas, Syarif Ahmad saat ditemui, Senin (30/5/2022). 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Kondisi anomali cuaca yang berlansung di Kabupaten Kepulauan Anambas mendapat perhatian khusus dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Anambas.

Sebagaimana dikatakan oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Anambas, Syarif Ahmad, Senin, (30/5/2022), pihaknya telah mengumumkan kondisi anomali cuaca kepada masyarakat melalui media sosial resmi BPBD Anambas.

"Ya sebagaimana yang kami sampaikan melalui facebook, Instagram dan media sosial lainnya bahwa saat ini kita memasuki fenomena anomali cuaca yang diantaranya gelombang pasang dan termasuk gelombang panas," ucapnya, saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, cuaca panas dan terik yang berlansung di Anambas dapat mencapai 31°C

Maka dengan informasi yang disampaikan oleh pihaknya itu, sekiranya dapat meningkatkan kewaspadaan bagi masyarakat.

Baca juga: Pesona Sunset Pantai Arung Hijau Anambas Buat Pengunjung Jatuh Hati

Baca juga: Sekda Anambas Lantik 37 ASN, Sahtiar Ingatkan PNS Jangan Suka Tunda Pekerjaan

"Ya kondisi ini kalau kita terpapar terus bisa menyebabkan pusing atau yang lebih parah kehilangan kesadaran, jadi ya kurangi lah aktivitas di luar rumah kalau pun harus keluar rumah untuk bekerja gunakan pelindung kepala dan kulit," ujarnya.

Bila merujuk pada aplikasi hot spot atau inaris Anambas masuk ke dalam salah satu titik wilayah yang memiliki potensi dapat menyebabkan kebakaran hutan dan lahan.

"Jadi bagi masyarakat yang sedang membersihkan lahan perkebunannya, kiranya dapat memastikan api sudah padam sebelum meninggalkan lokasi," terangnya.

Selain itu, lanjutnya, gelombang panas juga dapat menimbulkan angin puting beliung, karena suhu dipermukaan yang panas dan berawan mendung menciptakan pusaran angin.

"Kemudian dari dampak gelombang panas yang paling sering terjadi di Anambas ini adalah kekeringan. Biasanya disaat kondisi begitu, kita akan distribusi air bersih kepada masyarakat bersama Dinas PUPR dan TNI/POLRI," sebutnya lagi.

Baca juga: Kuota Solar Cuma Dapat 321 Ton, Ini Upaya Pemkab Anambas Penuhi Kekurangan Pasokan Solar

Baca juga: Ikut Sosialisasi BPKP Kepri, Pemkab Anambas Diminta Lapor Perkembangan P3DN

Fenomena anomali cuaca lainnya, seperti gelombang pasang diprakirakan juga akan terjadi. Maka dari itu pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat khususnya yang bermukim di pesisir agar selalu waspada.

Dengan kondisi seperti ini siap-siap untuk menghadapi gelombang pasang, biasanya masyarakat pesisir akan membuka lantai papan rumahnya agar gelombang itu tidak terlalu memberi dampak besar untuk menghanyutkan rumahnya," tutup Syarif.(TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Berita Tentang Anambas

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved