KESEHATAN
Balita Wajib Mendapatkan 5 Imunisasi Dasar Lengkap Ini, Apa Sajakah
pemberian imunisasi dasar kepada balita menjadi hal wajib yang diberikan sebagai upaya perlindungan untuk mencegah beberapa penyakit berbahaya.
TRIBUNBATAM.id - Balita sangat rentan terserang penyakit berbahaya yang bisa jadi mengancam nyawanya.
Untuk itu, pemberian imunisasi dasar kepada balita menjadi hal wajib yang diberikan sebagai upaya perlindungan untuk mencegah beberapa penyakit berbahaya.
Tujuan imunisasi adalah agar memdapatkan imunitas atau kekebalan anak secara individu.
Dilansir dari promkes.kemkes.go.id, imunisasi adalah suatu proses untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara memasukkan vaksin, yakni virus atau bakteri yang sudah dilemahkan, dibunuh, atau bagian-bagian dari bakteri (virus) tersebut telah dimodifikasi.
Penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi dasar lengkap antara lain, penyakit saluran pernapasan akut, polio, kerusakan hati, tetanus, campak, dan beberapa penyakit berbahaya lainnya.
Tanpa imunisasi dasar lengkap, anak yang terkena penyakit-penyakit tersebut memiliki risiko kematian yang tinggi.
Baca juga: 11 Jenis Makanan untuk Nutrisi Otak, Penambah Kecerdasan dan Daya Ingat Anak
Baca juga: Tidak Usah Panik, Begini Cara Menangani Mimisan pada Anak
Jika tidak sampai meninggal dunia, serangan virus dan penyakit tersebut akan menyebabkan derita fisik bahkan bisa menimbulkan cacat.
Untuk itu, ada imunisasi dasar lengkap yang wajib diberikan kepada bayi baru lahir hingga usia tertentu untuk melindungi diri dari penyakit berbahaya.
Lantas, apa saja imunisasi dasar lengkap yang wajib diberikan kepada balita?
5 Imunisasi Dasar Lengkap (IDL)
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, 5 imunisasi dasar lengkap ini perlu diberikan pada bayi sebelum berusia 1 tahun:
- 1 Bulan imunisasi BCG untuk mencegah TBC dan Polio
- 2 Bulan DPT-HB-Hib 1 Polio 2, untuk mencegah Polio, Difteri, Batuk Rejan, Tetanus, Hepatitis B, Meningitis, & Pneumonia
- 3 Bulan DPT-HB-Hib 2 Polio 3
- 4 Bulan DPT-HB-Hib 3 Polio 4
- 9 Bulan Campak, untuk mencegah Campak
Dengan memberikan imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal, tubuh bayi dirangsang untuk memliki kekebalan sehingga tubuhnya mampu bertahan melawan serangan penyakit berbahaya.
Datanglah segera ke Posyandu, Puskesmas, atau petugas kesehatan terdekat untuk melengkapi imunisasi dasar, yaitu Hepatitis B, BCG, Polio, DPT dan Campak.
Baca juga: Cara Mencegah Penularan Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Orangtua Harus Tahu
Baca juga: Ampuh Menurunkan Gula Darah, Penderita Diabetes Coba 6 Minuman Sehat Ini
Perlu diketahui bahwa imunisasi dasar lengkap bisa didapatkan di Puskesmas secara gratis.
Walaupun sedang batuk, pilek atau mencret, bayi tetap boleh diimunisasi karena tubuh bayi mampu membuat kekebalan, sehingga imunisasi tetap bermanfaat bagi bayi.
Bila keluhan bertambah datanglah ke Puskesmas atau dokter terdekat untuk mendapatkan obat.
Bayi yang sedang minum antibiotik juga boleh diimunisasi dan tetap bermanfaat bagi bayi.
Jenis imunisasi dasar lengkap wajib dan gratis
Dirangkum dari laman Kementerian Kesehatan yang dilansir kontan.co.id, berikut jenis-jenis imunisasi dasar lengkap yang diwajibkan oleh pemerintah dan bisa didapat secara gratis di Puskesmas atau Posyandu:
- BCG
Vaksin BCG (Bacillus Calmette Guerin) dapat diberikan sejak lahir, namun biasanya diberikan saat bayi berusia 1 bulan.
Imunisasi ini betujuan untuk memberikan kekebalan tubuh terhadap penyakit tuberculocis (TBC) dan Polio.
Apabila vaksin BCG akan diberikan pada bayi di atas usia 3 bulan, ada baiknya dilakukan dulu uji tuberkulin.
BCG boleh diberikan apabila hasil tuberkulin negatif.
- Hepatitis
B Vaksin Hepatitis B yang pertama harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah bayi lahir, kemudian dilanjutkan pada umur 1 bulan dan 3 hingga 6 bulan.
Jarak antara dua imunisasi Hepatitis B minimal 4 minggu.
Imunisasi ini untuk mencegah penyakit Hepatitis B.
Baca juga: Cara Dapatkan Berat Badan Ideal untuk Cegah Diabetes Mellitus
Baca juga: Termasuk Telur dan Bayam, Inilah 9 Makanan Otak Terbaik untuk Anak
- Polio
Imunisasi Polio diberikan untuk mencegah Poliomielitis yang bisa menyebabkan kelumpuhan.
- DPT
Vaksin DPT adalah vaksin kombinasi untuk mencegah penyakit difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.
Ketiga penyakit ini sangat mudah menyerang bayi dan anak. Imunisasi DPT diberikan pada bayi umur lebih dari 6 minggu.
Vaksin DPT dapat diberikan secara simultan (bersamaan) dengan vaksin Hepatits B. Ulangan DPT diberikan pada usia 18 bulan dan 5 tahun.
Usia 12 tahun mendapat vaksin TT (tetanus) melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).
- Campak
Vaksin Campak-1 diberikan pada usia 9 bulan, lalu Campak-2 pada usia 6 tahun melalui program BIAS.
(*/TRIBUNBATAM.id)