Breaking News:

BERITA SINGAPURA

Singapura Bantah Bos Duta Palma Group Surya Darmadi Buronan KPK di Negaranya

Kemenlu Singapura menegaskan Bos Duta Palma Group Surya Darmadi buronan kasus korupsi incaran KPK dan Kejagung tak ada di 'Negeri Singa'.

TribunBatam.id via Tribunnews.com/Istimewa
Potret bos PT Duta Palma Group, Surya Darmadi alias Apeng buronan KPK yang diduga kabur ke Singapura membawa uang hasil kejahatannya sejumlah Rp 54 Triliun. Penyidik Kejagung RI juga sedang memburunya terkait kasus penguasaan lahan tanpa hak. 

SINGAPURA, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Singapura akhirnya bereaksi terkait kabar buronan dugaan korupsi bos PT Duta Palma Group, Surya Darmadi yang sembunyi di negaranya.

Informasi keberadaan bos PT Duta Palma Group, Surya Darmadi yang berada di Singapura sebelumnya disampaikan Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Santoso.

Baik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun Kejagung RI sebelumnya memberi atensi terkait keberadaan Surya Darmadi yang dilaporkan kabur ke Singapura ini.

Surya Darmadi diketahui berstatus buron sejak 2019.

KPK lebih dulu menetapkannya sebagai tersangka kasus korupsi revisi alih fungsi hutan di Provinsi Riau kepada Kementerian Kehutanan tahun 2014.

Baca juga: KPK Koordinasi dengan CPIB Singapura Buru Bos Duta Palma Group Surya Darmadi

Pihak Kejagung dan KPK juga menyatakan melakukan koordinasi dengan pihak Singapura untuk memulangkan tersangka kasus korupsi yang telah menjadi buronan, Surya Darmadi.

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata juga menyatakan akan berkoordinasi dengan Badan Antikorupsi Singapura/Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) terkait buron kasus korupsi Surya Darmadi.

Sementara penyidik Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) sebelumnya menetapkan Surya Darmadi sebagai tersangka terkait penyerobotan lahan kelapa sawit seluas 37.095 hektare di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau pada 1 Agustus 2022.

Surya juga dijerat pasal tindak pidana korupsi maupun tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang mengakibatkan kerugian perekonomian negara senilai Rp 78 triliun.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana kepada wartawan, pada 3 Agustus 2022 mengatakan, atase kejaksaan di Singapura telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Singapura untuk pemeriksaan sekaligus memulangkan yang bersangkutan.

Sementara Polri menyatakan red notice terhadap Surya telah terbit sejak tahun 2020 dan masih aktif hingga saat ini.

"Berdasarkan data imigrasi kami, Surya Darmadi saat ini tidak berada di Singapura," tulis pernyataan resmi Kemlu Singapura, Jumat (5/8/2022) seperti diberitakan Kompas.com.

Baca juga: KPPU Masih Kumpulkan Data Dugaan Kartel Harga Tiket Kapal Batam ke Singapura

Dalam keterangan tertulisnya, Kemlu Singapura juga memastikan pihaknya akan membantu Indonesia mencari Surya jika mengajukan permintaan resmi.

" Singapura akan memberikan bantuan yang diperlukan kepada Indonesia dalam lingkup hukum kami serta kewajiban Internasional," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved