Breaking News:

BERITA KRIMINAL

MA Tolak Kasasi JPU Kasus Asusila Dekan FISIP UNRI Non Aktif, Syafri Harto Bebas

MA tolak kasasi JPU atas putusan bebas PN Pekanbaru terhadap Syafri Harto, Dekan FISIP UNRI non aktif yang jadi terdakwa kasus asusila mahasiswi

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNPEKANBARU.COM/DODI VLADIMIR
Terdakwa Syafri Harto (menggunakan rompi) saat berada di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Senin (21/3/2022). Terbaru, MA tolak kasasi JPU atas putusan bebas Syafri Harto 

PEKANBARU, TRIBUNBATAM.id - Permohonan kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait putusan bebas Pengadilan Negeri Pekanbaru atas terdakwa kasus asusila mahasiswi, Dekan FISIP UNRI non aktif, Syafri Harto ditolak Mahkamah Agung (MA) RI.

Putusan MA ini sekaligus menguatkan putusan bebas majelis hakim pada pengadilan tingkat pertama di Pengadilan Negeri Pekanbaru, beberapa waktu lalu.

Penolakan terhadap kasasi JPU ini diketahui dari website resmi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI di alamat website https://kepaniteraan.mahkamahagung.go.id/ .

Tertera informasi terkait perkara yang teregister dengan nomor 786 K/Pid/2022 ini, statusnya sudah ada putusan.

Adapun tim hakim yang memeriksa perkara, terdiri dari DR Gazalba Saleh SH MH, DR Prim Haryadi SH MH, dan Sri Murwahyuni SH MH, dengan panitera pengganti Bayuardi SH MH.

"Tolak", begitu bunyi amar putusan hakim.

Dimintai tanggapannya, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru, Andi Wijaya, lembaga yang memberikan bantuan hukum terhadap korban berinisial L, mengaku telah mengetahui informasi kasasi jaksa ditolak.

Baca juga: JPU Tuntut Dekan FISIP UNRI Nonaktif 3 Tahun Penjara, Kasus Pencabulan Mahasiswi

"Pertama kita kecewa dengan putusan Mahkamah Agung, yang kita rasa tidak memberikan rasa keadilan terhadap korban dan penyintas lainnya," kata Andi, dihubungi lewat sambungan telfon, Kamis (11/8/2022) dilansir dari Tribunpekanbaru.com.

"Dan kita khawatir ini akan menjadi preseden buruk dan berdampak bagi kasus-kasus lainnya," imbuhnya.

Menurut Andi, hakim seharusnya lebih jernih dan cermat dalam membedah kasus ini.

Sementara itu, Noval, Pengacara Publik LBH Pekanbaru menambahkan, pihaknya belum mendapat salinan putusan dan pemberitahuan resmi dari pengadilan.

Noval mengungkapkan, korban juga telah mendapat informasi terkait ini yang disampaikan pendamping dari Koprs Mahasiswa HI (Komahi) FISIP UNRI.

Baca juga: Update Dekan FISIP UNRI Tersangka Dugaan Pelecehan, Mahasiswa Kecewa Sikap Rektor

"Tanggapan korban memang dia merasa syok atas putusan ini," ucap Noval.

Salah seorang dari tim JPU, Zulham Pardamean Pane yang juga Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Pekanbaru, saat dikonfirmasi, mengaku belum menerima salinan putusan perkara ini.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved