KESEHATAN
4 Makanan Perusak Tubuh, Mengonsumsinya Bisa Ganggu Metabolisme
Banyak faktor yang memengaruhi metabolisme tubuh. Massa otot, usia, jenis kelamin, genetik dan tingkat aktivitas fisik semua berpengaru ke metabolisme
TRIBUNBATAM.id - Banyak faktor yang memengaruhi metabolisme tubuh.
Massa otot, usia, jenis kelamin, genetik dan tingkat aktivitas fisik semua berpengaru ke metabolisme.
Metabolisme merupakan proses atau sistem kerja tubuh manusia secara keseluruhan.
Semakin baik metabolisme maka semakin tinggi harapan hidup panjang seseorang.
Untuk itu menjaga metabolisme bisa berfungsi normal adalah hal wajib yang dilakukan.
Sebaliknya, ketika metabolisme tubuh mulai melambat, maka seluruh sistem tubuh akan tergangu.
Sebenarnya ada banyak hal yang bisa memengaruhi laju metabolisme tubuh dan kerap kita lakukan.
Namun, satu hal yang sangat berpengaruh pada metabolisme kita adalah pola makan.
Baca juga: 5 Rempah dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan, Bisa Turunkan Kolesterol
Baca juga: INFO Kesehatan, Tips Sehat dan Makanan Bergizi yang Baik Dikonsumsi Ibu Hamil
Ada beberapa jenis makanan yang bisa merusak metabolisme dan berikut jenisnya:
1. Daging tinggi lemak
Sering mengonsumsi daging tinggi lemak bisa meningkatkan kadar trigliserida tubuh dan meningkatkan kolestrol LDL yang dikenal dengan kolestrol jahat.
Dua hal tersebut bisa meningkatkan risiko sindrom metabolik.
Daripada mengonsumsi daging tinggi lemak, Anda bisa mengganti asupan protein Anda dengan susu rendah lemak, makanan laut, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
2. Permen
Seperti dikutip dari kompas.com, selain merusak gigi, kandungan gula yang tinggi pada permen bisa menyebabkan sindrom metabolik.
Konsumsi gula tambahan di atas 50 gram per hari akan semakin menginaktkan risiko Anda mengalami kardiometabolik.
Baca juga: 5 Nutrisi yang Mampu Meningkatkan Kesehatan Mata Selain Vitamin A
Baca juga: CARA Konsultasi Dokter Gratis Melalui Aplikasi JKN Khusus Peserta BPJS Kesehatan
Sindrom kardiometabolik ditandai dengan sekelompok kelainan metabolik, seperti peningkatan glukosa darah puasa, obesitas perut, trigliserida dan tekanan darah, serta penurunan kolesterol HDL.
Hal ini bisa meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.
3. Makanan yang diproses tinggi
Mengonsumsi makanan yang diproses tinggi akan meningkatkan resistensi insulin, yang tentunya juga meningkatkan risiko sindrom metabolik.
Contoh makanan yang diproses tinggi antara lain keripik, kentang goreng, pai apel, pizza, dan sejenisnya.
4. Alkohol
Alkohol memberikan tekanan yang sangat besar pada hati untuk dimetabolisme, mendetoksifikasi, dan menghilangkan cairan ini dari tubuh.
Selain itu, memengaruhi beberapa komponen proses metabolisme, alkhool juga meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gangguan tidur dan kanker tertentu.
Baca juga: 7 Khasiat Kunyit untuk Kesehatan, Meredakan Demam hingga Cegah Kolesterol
Baca juga: CATAT, 21 Penyakit Ini Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
.
.
.
(TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-berhenti-minum-alkohol.jpg)