KESEHATAN
5 Masalah Kesehatan Penyebab BAB Berdarah, Jangan Anggap Sepele
Seorang ahli gastroenterologi di NYU Langone, Rabia De Latour menyarankan, siapa pun yang melihat darah pada BAB, harap segera periksakan ke dokter
TRIBUNBATAM.id - Wajar merasa khawatir dan segera menemui dokter saat menemukan bercak darah pada BAB Anda.
Sebab, ada kemungkinan penyebabnya termasuk infeksi bakteri atau parasit, penyakit radang usus, hingga kanker kolorektal.
Di samping itu, Anda juga perlu memperhatikan warna merah darah pada BAB yang membantu peninjauan.
Menurut laporan Health.com, warna merah terang bisa menjadi tanda masalah di perut belum terlalu serius.
Tetapi, saat warna merah darahnya cenderung gelap, ada kemungkinan Anda mengalami pendarahan lebih tinggi di saluran pencernaan dan perlu menjalani pemeriksaan.
Seorang ahli gastroenterologi di NYU Langone, Rabia De Latour menyarankan, siapa pun yang melihat darah pada BAB, harap segera periksakan ke dokter.
"Sebagai ahli gastroenterologi, jika Anda melihat seseorang dengan pendarahan di dubur, terutama jika lebih dari beberapa tetes pada jaringan atau disertai dengan buang air besar yang sangat menyakitkan, sebaiknya Anda melakukan kolonoskopi," katanya.
Baca juga: Makanan Alami yang Dapat Menjaga Kesehatan Mata, Ini Daftarnya
Baca juga: Ini Sederet Bahaya Mengonsumsi Mentega secara Berlebihan bagi Kesehatan Tubuh
Berikut beberapa masalah kesehatan yang sebabkan BAB berdarah.
1. Wasir
Wasir adalah salah satu alasan paling umum penyebab BAB berdarah.
Terkadang saat Anda harus mengejan sangat keras atau ketika Anda buang air besar karena diare, wasir bisa robek dan menyebabkan pendarahan.
Biasanya, darah yang Anda lihat dari wasir berwarna merah cerah, dan melapisi kotoran.
Kondisi ini mungkin akan sembuh dengan sendirinya.
2. Anal fissures
Kondisi ini muncul saat terjadi luka kecil di anus dan dapat menimbulkan rasa sakit serta perdarahan.
Penyebabnya bisa terjadi karena mengalami sembelit kronis sehingga mengejan terlalu keras dan menyebabkan kulit anus robek.
Selain itu, kondisi setelah melahirkan juga bisa menjadi penyebab anal fissures.
Baca juga: KETAHUI Manfaat Royal Jelly bagi Kesehatan dan Kecantikan, Nutrisi dan Kegunaannya
Baca juga: Tidak Hanya Enak, Ini Manfaat Makan Cokelat Putih untuk Kesehatan, Bisa Cegah Hipertensi
3. Kanker kolorektal
Kanker usus besar atau rektum dianggap kanker kolorektal.
Kanker kolorektal biasanya menyerang orang dewasa di atas usia 50 tahun, tetapi bisa juga terjadi pada orang dewasa yang lebih muda.
Kanker biasanya dimulai sebagai polip kecil yang berubah menjadi kanker seiring waktu berjalan.
Kanker kolorektal biasanya menyebabkan beberapa perubahan pada kebiasaan buang air besar dan pola makan Anda.
Perawatan termasuk pembedahan, kemoterapi, hingga radiasi.
4. Iskemia usus
Iskemia usus terjadi ketika aliran darah rendah yang bisa terjadi karena penyumbatan di salah satu arteri perut yang memasok darah ke usus.
Penyumbatan ini bisa berupa plak atau bekuan darah.
Hilangnya aliran darah dapat merusak usus Anda.
Iskemia adalah keadaan darurat medis yang bisa mengancam jiwa.
Baca juga: Jangan Sepele Makan Tempe, Ini 5 Manfaatnya untuk Kesehatan
Baca juga: 5 Manfaat Teh Hitam untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
5. Disentri
Sebagaimana dilansir Medical News Today, kondisi ini bisa terjadi saat Anda mengalami diare yang disebabkan oleh bakteri Shigella dan Entamoeba histolytica, sejenis parasit yang bisa menyebabkan infeksi parah dan membuat usus mengalami pendarahan.
.
.
.
(TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bab-berdarah-ilustrasi-ambeien-wasir.jpg)