Sabtu, 6 Juni 2026

KESEHATAN

10 Penyakit Saraf dan Gejalanya yang Penting Diketahui

Salah satu organ paling vital dalam tubuh mahkluk hidup, terutama manusia adalah saraf. Saraf adalah sistem utama dalam tubuh yang punya banyak fungsi

Tayang:
Thinkstockphotos
Ilustrasi - Salah satu organ paling vital dalam tubuh mahkluk hidup, terutama manusia adalah saraf. Saraf adalah sistem utama dalam tubuh yang punya banyak fungsi 

TRIBUNBATAM.id - Salah satu organ paling vital dalam tubuh mahkluk hidup, terutama manusia adalah saraf.

Saraf adalah sistem utama dalam tubuh yang memiliki banyak sekali fungsi.

Dengan demikian saat ia bermasalah menyebabkan pengiriman/penerimaan pesan antaranggota tubuh  berhenti.

Keadaan ini bisa menyebabkan mati rasa, kesemutan atau nyeri.

Mengutip Hopkins Medicine, berikut macam-macam penyakit saraf yang tidak bisa disepelekan:

1. Penyakit Alzheimer

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, penyakit Alzheimer adalah penyakit neurodegeneratif progresif yang terjadi ketika sel saraf di otak mati.

Jenis penyakit saraf ini mengakibatkan perilaku berikut:

  • Gangguan memori, pemikiran, dan perilaku
  • Kebingungan
  • Kegelisahan
  • Perubahan kepribadian dan perilaku
  • Penghakiman yang terganggu
  • Gangguan komunikasi
  • Ketidakmampuan untuk mengikuti petunjuk
  • Kemunduran bahasa
  • Gangguan proses berpikir yang melibatkan kesadaran visual dan spasial
  • Apatis emosional

Baca juga: Hati-hati Saraf Terjepit, Tak Hanya Menyerang Lansia Namun Juga Usia Muda

Baca juga: Mengenal Sindrom Horner, Kerusakan Saraf yang Sebabkan Kelainan pada Wajah

2. Sklerosis lateral amiotrofik (ALS)

Sklerosis lateral amiotrofik adalah jenis penyakit neuron motorik yang fatal.

ALS itu adalah salah satu gangguan paling merusak yang memengaruhi fungsi saraf dan otot.

Penyakit ini ditandai dengan degenerasi progresif sel-sel saraf di sumsum tulang belakang dan otak.

Gejala dari jenis penyakit saraf ini meliputi:

  • Kedutan dan kram otot, terutama di tangan dan kaki
  • Kehilangan kontrol motorik di tangan dan lengan
  • Gangguan dalam penggunaan lengan dan kaki
  • Tersandung dan jatuh
  • Menjatuhkan barang
  • Kelelahan yang terus-menerus
  • Periode tertawa atau menangis yang tidak terkendali
  • Bicara cadel dan kesulitan memproyeksikan suara

Seiring perkembangan penyakit, gejala mungkin termasuk:

  • Kesulitan bernapas
  • Kesulitan menelan
  • Kelumpuhan

Baca juga: Mengenal Ataxia, Penyakit Saraf yang Sebabkan Penderitanya Sulit Bergerak, Apa Saja Gejalanya?

Baca juga: Sakit Pinggang Tanda Saraf Terjepit Sebabkan Sejumlah Masalah Kesehatan, Apa Saja Gejalanya?

3. Cedera tulang belakang akut

Sumsum tulang belakang adalah kumpulan saraf yang membawa pesan antara otak dan seluruh tubuh untuk gerakan dan sensasi.

Cedera tulang belakang akut terjadi akibat adanya benturan yang mengakibatkan memar, robekan sebagian, atau robekan keseluruhan.

Kondisi ini merupakan penyebab umum kecacatan permanen dan kematian pada anak-anak dan orang dewasa.

Gejala paling umum dari cedera tulang belakang akut adalah;

  • Kelemahan otot
  • Hilangnya gerakan otot sukarela di dada, lengan, atau kaki
  • Masalah pernapasan
  • Kehilangan perasaan di dada, lengan atau kaki
  • Hilangnya fungsi usus dan kandung kemih

4. Ataksia

Ataksia adalah kondisi yang menyebabkan orang kehilangan kendali otot di lengan dan kaki.

Salah satu penyebabnya adalah kerusakan saraf.

Hal ini menyebabkan kurangnya keseimbangan, koordinasi, dan kesulitan berjalan.

Ataksia dapat memengaruhi jari, tangan, lengan, kaki, tubuh, ucapan, dan bahkan gerakan mata.

Jenis penyakit saraf memiliki gejala sebagai berikut:

  • Masalah keseimbangan dan koordinasi (dipengaruhi lebih dulu)
  • Koordinasi tangan, lengan, dan kaki yang buruk
  • Cacat bicara
  • Kiprah berbasis lebar (cara berjalan)
  • Kesulitan menulis dan makan
  • Gerakan mata lambat

Baca juga: Serang Sistem Saraf, Apa Itu Neuroblastoma? Kanker Langka yang Rentan Serang Anak-anak

Baca juga: Rentan Serang Anak-anak, Apa Itu Mata Malas? Ketika Otot Mata dan Saraf Otak Tak Bekerja Sama

5. Bell's palsy

Bell's palsy adalah episode kelemahan atau kelumpuhan otot wajah yang tidak dapat dijelaskan.

Kondisi ini diakibatkan oleh kerusakan saraf wajah.

Gejalanya dapat datang tiba-tiba dan memburuk selama 48 jam.

Gejala penyakit saraf ini meliputi:

  • Gerakan otot yang tidak teratur yang mengontrol ekspresi wajah, seperti tersenyum, menyipitkan mata, berkedip, atau menutup kelopak mata
  • Kehilangan perasaan di wajah
  • Sakit kepala
  • Merobek
  • Mengiler
  • Hilangnya indra perasa pada dua pertiga bagian depan lidah
  • Hipersensitivitas terhadap suara di telinga yang terkena (hiperakusis)
  • Ketidakmampuan menutup mata pada sisi wajah yang terkena

6. Aneurisma otak

Aneurisma otak (aneurisma serebral atau aneurisma intrakranial) adalah pembengkakan yang timbul dari area yang melemah di dinding pembuluh darah di otak.

Jika aneurisma otak membesar dan dinding pembuluh darah menjadi terlalu tipis, aneurisma akan pecah dan mengeluarkan darah ke ruang sekitar otak.

Kehadiran aneurisma otak mungkin tidak diketahui sampai pecah.

Sebagian besar aneurisma otak tidak memiliki gejala dan berukuran kecil (berdiameter kurang dari 10 ml atau kurang dari 0,4 inci).

Namun, sebagian aneurisma yang belum pecah juga bisa memiliki gejala karena mengganggu fungsi saraf mata di sekitarnya, sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Sakit mata
  • Perubahan penglihatan
  • Gerakan mata berkurang

Baca juga: Ditemukan Tahun 1817, Kenali Penyebab dan Gejala Penyakit Parkinson, Serang Bagian Saraf

Baca juga: Penting untuk Perkembangan Sel hingga Kesehatan Saraf, Apa Itu Kolin?

7. Sindrom Guillain-Barré (GBS)

Sindrom Guillain-Barré (GBS) adalah penyakit saraf di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sistem saraf tepi, bagian dari sistem saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang.

Gejala pertama penyakit saraf ini termasuk kelemahan atau kesemutan di kaki dengan kondisi yang semakin memburuk.

Ini terkadang menyebar ke lengan dan tubuh bagian atas.

Dalam beberapa kasus, Anda mungkin tidak dapat menggunakan otot sama sekali.

Kemudian, Anda bisa mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Lumpuh
  • Sulit bernapas
  • Tekanan darah tinggi
  • Fungsi jantung menurun

8. Multiple sclerosis (MS)

Multiple sclerosis adalah penyakit jangka panjang (kronis) pada sistem saraf pusat.

Penyakit saraf ini dianggap sebagai gangguan autoimun, suatu kondisi di mana tubuh menyerang dirinya sendiri secara tidak sengaja.

Multiple sclerosis mempengaruhi orang secara berbeda.

Beberapa orang dengan penyakit saraf ini mungkin hanya memiliki gejala ringan.

Orang lain mungkin kehilangan kemampuan untuk melihat dengan jelas, menulis, berbicara, atau berjalan ketika fungsi saraf terganggu.

Umumnya, gejala pertama dari multiple sclerosis adalah:

  • Penglihatan kabur atau ganda
  • Distorsi warna merah-hijau
  • Nyeri dan kehilangan penglihatan karena pembengkakan saraf optik (optic neuritis)
  • Kesulitan berjalan
  • Perasaan atau nyeri yang tidak normal, seperti mati rasa, tertusuk, atau kesemutan (parestesia)

Baca juga: 12 Obat Sirup Kritikal Boleh Dipakai Menurut Kementerian Kesehatan

Baca juga: 5 Bahaya Minyak Jelantah bagi Kesehatan, Awas Keracunan dan Resiko Kanker

9. Myasthenia gravis

Myasthenia gravis (MG) adalah kelainan autoimun kronis di mana antibodi menghancurkan komunikasi antara saraf dan otot, mengakibatkan kelemahan otot rangka.

Myasthenia gravis mempengaruhi otot-otot sadar tubuh, terutama otot-otot yang mengontrol mata, mulut, tenggorokan, dan anggota tubuh.

Gejala penyakit saraf ini yang paling umum meliputi:

  • Masalah visual, termasuk kelopak mata terkulai (ptosis) dan penglihatan ganda (diplopia)
  • Kelemahan dan kelelahan otot
  • Kesulitan menelan atau mengucapkan kata-kata
  • Kelemahan leher atau anggota badan

Krisis myasthenia gravis dapat melibatkan kesulitan menelan atau bernapas.

10. Stroke

Stroke atau serangan otak, terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti.

Otak membutuhkan pasokan oksigen dan nutrisi yang konstan agar dapat bekerja dengan baik.

Jika suplai darah dihentikan bahkan untuk waktu yang singkat, ini dapat menyebabkan masalah.

Sel-sel otak mulai mati hanya dalam beberapa menit tanpa darah atau oksigen.

Stroke dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk:

  • Bergerak
  • Berbicara
  • Makan
  • Pikirkan dan ingat
  • Kendalikan usus dan kandung kemih
  • Kendalikan emosi
  • Mengontrol fungsi tubuh vital lainnya

Gejala stroke mungkin termasuk:

  • Kelemahan atau mati rasa pada wajah, lengan, atau tungkai, biasanya pada satu sisi tubuh
  • Mengalami kesulitan berbicara atau memahami
  • Masalah dengan penglihatan
  • Pusing atau masalah dengan keseimbangan atau koordinasi
  • Masalah dengan gerakan atau berjalan
  • Pingsan (kehilangan kesadaran) atau kejang
  • Sakit kepala parah tanpa penyebab yang diketahui, terutama jika terjadi secara tiba-tiba

Baca juga: KETAHUI Manfaat Royal Jelly bagi Kesehatan dan Kecantikan, Nutrisi dan Kegunaannya

Baca juga: 5 Masalah Kesehatan Penyebab BAB Berdarah, Jangan Anggap Sepele

.

.

.

(TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved