Breaking News:

BATAM TERKINI

Kasus Bullying Pelajar SMK di Batam, Oknum Guru dan Orangtua Saling Lapor Polisi

Terkait kasus dugaan bullying pelajar SMK di Batam, dua oknum guru yang sebelumnya dilaporkan ke polisi, kini balik melaporkan orangtua korban

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi
Kuasa Hukum S dan A di Batam, Suherman beri pernyataan ke media terkait dugaan bullying terhadap pelajar, Rabu (18/1/2023) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dua guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Bangsa Harmoni, Bengkong, Batam berinisial S dan A melaporkan mantan wali muridnya yakni IJ ke Mapolda Kepri.

Sebelumnya, kedua guru itu juga dilaporkan IJ ke Polresta Barelang atas dugaan perundungan atau bullying terhadap siswa.

Aksi saling lapor antara guru dan mantan wali murid ini berawal dari mencuatnya dugaan perundungan atau bullying di SMK Satu Bangsa Harmoni beberapa waktu belakangan ini.

Kuasa Hukum S dan A, Suherman, mengatakan laporan ke Polda Kepri ini atas dugaan pelanggaran kode etik oleh IJ. Pasalnya, IJ adalah seorang anggota aktif kepolisian.

Kemudian, IJ sempat membawa senjata api (senpi) yang dia miliki saat bermediasi di sekolah.

Suherman juga menyayangkan hal itu bisa terjadi.

"Sempat dua kali bawa senpinya ke sekolah. Apakah pantas hal seperti itu," katanya.

Baca juga: GEGER Kabar Bullying Pelajar SMK di Batam, Orang tua Bikin Laporan Polisi

Menurutnya, IJ juga sempat secara frontal meminta ganti rugi secara materil karena merasa anaknya telah di-bully.

"Tidak ada perundungan. Kami malah merasa difitnah dan sebagainya," katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan melaporkan sebuah akun Instagram Faleymc_99. Hal itu karena akun tersebut mengunggah sebuah video yang terkesan mengintimidasi para guru di SMK Satu Bangsa Harmoni Batam.

Unggahan itu merupakan sebuah video yang memperlihatkan aksi penembakan terhadap satu kelompok.

"Aku dan teman-teman yang sedang menyerbu sekolah SMK Harmoni Batam karena ada korban bullying yang di-bully murid dan guru di sana. Akibat ini, para guru jadi merasa ketakutan dan terintimidasi," katanya.

Beberapa waktu yang lalu orangtua SI, yakni IJ yang menjadi korban dugaan perundungan siswi di SMK Satu Bangsa Harmoni Batam, Kepulauan Riau (Kepri) melapor ke polisi.

Laporan itu terkait dugaan kekerasan terhadap anak khususnya perundungan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved