HUMAN INTEREST

KISAH Dua Mahasiswa Sudan Asal Batam, Ngaku Ngeri Saksikan Perang di Depan Mata 

Dua mahasiswa asal Batam yang sedang kuliah di Sudan menceritakan pengalaman buruknya terjebak dalam konflik bersenjata di Sudan.

Penulis: Beres Lumbantobing |
TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing
Fikri dan Abdurahman, dua mahasiswa yang sedang kuliah di Sudan asal Batam. 

Menurut Fikri, apa yang dialaminya di Sudan merupakan pengalaman pahit yang pernah ia rasakan.

Tak ada bedanya dengan sang kakak. Mereka dilanda rasa takut saat perang militer di Sudan memuncak. 

Fikri menceritakan singkat kejadian apa yang ia lihat dan rasakan di Sudan saat itu. 

“Apa iya, saya juga nggak tahu betul persoalannya. Tapi yang pasti ini konflik antar militer dan para militer, tim pemberontak,” kata Alfikri. 

Menurut dia, para militer melakukan perlawanan terhadap pemerintahan yang resmi.

Para militer disebut sebagai tim pemberontak. 

Kejadiannya perang itu bermula pada 15 April. Saat itu, semua toko-toko tutup, air dan listrik dipadamkan. Pertama suasana siaga tiga.

Kemudian naik hari siaga dua. Hingga siaga satu. Suasana sampai meningkat saat Idul Fitri, puncaknya di malam takbiran.

“Bahkan rumah tempat saya tinggal dihantam mortir. Atap bagian depannya hancur,” kata Fikri.

Sekitar tiga hari bertahan dalam situasi perang, kata dia, ia bersama seluruh mahasiswa dari berbagai negara pun mulai dilakukan evakuasi senyap.

“Kami dievakuasi senyap. Malam hari, kami dibawa ke Masjid Sadikin. Kami dievakuasi ke perbatasan Sudan,” ucap Fikri menceritakan peristiwa yang mereka alami. 

Diakuinya, Proses evakuasi mereka para mahasiswa Indonesia dari Sudan sampai ke tanah air kurang lebih 10 hari. 

“Ahk, gak terbayangkah suasana di sana itu. Dentuman suara bom, baku tembak peluru hingga rumah kami jadi korban. Suasana mencekam, kami sampai ketakutan. Memang target peluru memang bukan ke kami, tapi kan yang namanya peluru bisa nyasar,” kata Fikri.

Bahkan, saat ia bersama teman-temannya dievakuasi, kata Fikri ia melihat ada satu orang kena serangan dan meninggal di tempat.

Bahkan menurut informasi yang didapat Fikri, beberapa warga negara Sudan yang terlibat perang bangkainya dibiarkan begitu saja hingga ada operasi pembersihan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved