HUMAN INTEREST

KISAH Dua Mahasiswa Sudan Asal Batam, Ngaku Ngeri Saksikan Perang di Depan Mata 

Dua mahasiswa asal Batam yang sedang kuliah di Sudan menceritakan pengalaman buruknya terjebak dalam konflik bersenjata di Sudan.

Penulis: Beres Lumbantobing |
TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing
Fikri dan Abdurahman, dua mahasiswa yang sedang kuliah di Sudan asal Batam. 

Dapat selamat dari ancaman kematian sudah membuat Abdul bersyukur. Tidak seperti rekannya, yang tewas akibat hantaman peluru mortir. 

“Memang bukan orang Indonesia. Kawan saya itu orang Sudan, jadi pas kami mau dievakuasi ada peluru nyasar menghantam gedung, lalu bangunan itu roboh dan menimpa teman kami, tewas,” ujar Abdurahman. 

Abdul mengingat betul kejadian yang terjadi di Sudan.

Menurut dia, itu baru kali pertama ia alami seumur hidup.

Bahkan semenjak 4 tahun tinggal di Sudan. 

“Ngeri lah mas, yang biasa lihat perang di televisi, kali ini depan mata pula,” ungkap Abdurahman. 

Abdurahman Tsani merupakan mahasiswa tingkat akhir di International University of Africa (IUA.

Ia mendalami ilmu agama di Jurusan Hadist.

Abdur sendiri merupakan mahasiswa beasiswa yang ditanggung pemerintah. 

Cerita yang sama juga dirasakan Fikri, adik kandung dari Abdurahman.

Meski masih duduk dibangku kuliah semester 3, namun ia juga khawatir atas keberlangsungan studinya. 

“Gak tau ya. Kapan bisa kembali lagi kesana. Belum ada informasi, karena Sudan masih diambang perang,” kata Fikri menimpali pembicaraan sang kakak, Abdurahman.

Dua bersaudara ini saling menatap, tatapannya kosong.

Fikri mengaku masih berharap bisa kembali ke Sudan untuk tetap melanjutkan studinya. 

Fikri Wahyudi Maulana merupakan mahasiswa semester tiga di kampung Gabra Scientific Collage. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved