Jumat, 17 April 2026

BATAM TERKINI

Lima Sayuran Penyumbang Inflasi di Batam Menurut BPS per Desember 2023

BPS Batam mengungkap lima sayuran penyumbang inflasi di Batam per Desember 2023. Kepala BPS Batam, Aguskadaryanto juga mengungkap komoditi lainnya.

|
TribunBatam.id via Instagram @bps.batam
INFLASI BATAM - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, Aguskadaryanto mengungkap lima sayuran penyumbang inflasi di Batam per Desember 2023. 

"Komoditas ekspor ikan dan udang selama Januari - November 2023 mengalami penurunan sebesar 13,38 persen bila dibandingkan Januari - November 2022, dengan sumbangan 0,15 persen terhadap kumulatif ekspor non migas Kota Batam 2023," jelas Aguskadaryanto.

Berikut daftar negara tujuan ekspor Batam berikut nilanya

  • Singapura
    Nilai ekspor USD 4.540,05 juta atau 34 persen.

Ekspor ke Singapura pada bulan November 2023 naik dibanding bulan sebelumnya mencapai USD 384,86 juta. Kenaikannya sebesar 11,18 persen dan turun sebesar 6,76 persen dibandingkan dengan November 2022.

  • Amerika Serikat
    Nilai ekspor USD 3.214,61 juta (24,07 persen)
  • Tiongkok
    Nilai ekspor USD 825,15 juta (6,18 persen)
  • Jepang
    Nilai ekspor USD 461,10 juta (3,45 persen)
  • India
    Nilai ekspor USD 427,23 juta (3,20 persen).

Impor di Batam

Badan Pusat Statistik (BPS) juga mengungkap jika nilai impor Batam pada November 2023.

Baca juga: Angka Pengangguran di Kepri Tingkat Desa Tertinggi 5 Tahun Terakhir Versi BPS

Nilai impor Batam pada November 2023 tercatat menurun 7,98 persen pada November 2023, dengan nilai mencapai USD 1.033,86 juta.

Kepala BPS Batam, Aguskadaryanto mengungkap, hal ini disebabkan oleh menurunnya impor komoditas migas maupun non migas, yang masing-masing berturut-turut sebesar USD 5,04 juta (34,05 persen), dan USD 84,68 juta (7,64 persen).

"Penurunan impor non migas disebabkan turunnya komoditas impor terbesar yaitu hasil industri manufaktur dengan nilai impor sebesar USD 994,63 juta dengan peranan 96,21 persen," jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Aguskadaryanto, Sabtu (6/1/2024).

Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, nilai impor kumulatif Januari - November 2023 mengalami kenaikan sebesar USD 790,67 juta (6,54 persen).

Kenaikan tersebut sebagian besar disebabkan naiknya impor kumulatif hasil industri senilai USD 694,84 juta (5,87 persen).

Baca juga: Nilai Ekspor Impor di Batam Turun Agustus 2023, BPS Singgung Sektor Migas

Menurut golongan barangnya, impor produk Mesin/Peralatan Listrik mendominasi impor selama Januari - November 2023, yaitu sebesar USD 5.606,77 juta dengan peran sebesar 43,87 persen.

Impor terbesar juga disusul komoditas Mesin-mesin/Pesawat Mekanik dengan nilai USD 1.838,12 juta (14,38 persen); Benda-benda dari Besi dan Baja senilai USD 1.353,75 juta (10,59 persen).

Besi dan Baja senilai USD 912,66 juta (7,14 persen); Plastik dan Barang dari Plastik senilai USD 581,09 juta (4,55 persen); Kapal Laut senilai USD 424,35 juta (3,32 persen).

Perangkat Optik senilai USD 210,81 juta (1,65 persen); Alumunium senilai USD 203,24 juta (1,59 persen); Kokoa/Cokelat senilai USD 201,00 juta (1,57 persen); dan Tembaga senilai USD 122,73 juta (0,96 persen).

"Impor terbesar berasal dari Tiongkok dengan nilai USD 282,27 juta, disusul Singapura, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Filipina, Italia, dan Amerika serikat," tambah Aguskadaryanto.(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami/*)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved