MATA LOKAL CORNER
Mata Lokal Corner, Debat Cawapres Sepanas Debat Capres
TPD Kepri Anies Muhaimin, Surya Makmur Nasution mengatakan tujuan debat ini agar masyarakat mengetahui dan memahami soal gagasan, ide dan karakter mas
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Apakah Anda sudah menyaksikan debat cawapres? Muhaimin Iskandar, Gibran Raka Buming Raka, dan Mahfud MD sudah keluarkan jurus andalan.
Tuangkan gagasan meski ada juga gimik. Penampilan mereka pun menuai pro kontra. Sampai-sampai ada narasi yang sebut tidak sopan.
Benarkah? Trus sejauh mana bisa pengaruhi publik di Kepri? Tribun Batam telah mengupasnya di Mata Lokal Corner, Kamis (25/1/2024) live di facebook dan youtube Tribun Batam pukul 14.00 WIB.
Salah satu narasumber, TPD Kepri Anies Muhaimin, Surya Makmur Nasution mengatakan tujuan debat ini agar masyarakat mengetahui dan memahami soal gagasan, ide dan karakter masing-masing Capres dan Cawapres. Dari forum debat tersebutlah publik bisa menilai.
"Apa negarawan sejati atau belum levelnya kesana," kata Surya dalam MLC Tribun Batam.
Diakuinya debat Cawapres keempat, yang mendapat sentimen positif tertinggi Gus Muaimin 80 persen.
Setelah itu terbanyak kedua adalah Mahfud MD dan ketiga Gibran Raka Buming Raka.
Baca juga: Nasib Laut Natuna Utara Kepri Setelah Debat Capres Kedua
Baca juga: Geopolitik Debat Capres, Inilah Pandangan Anies vs Prabowo vs Ganjar soal Laut China Selatan
"Masyarakat ingin gagasannya terlihat. Apasih kebijakan dia dan apa yang mau dia buat. Bukan menguji nguji atau singkatan-singkatan," katanya.
Surya melanjutkan dalam debat, Gus Muaimin mengingatkan soal etika. Pasalnya etika lingkungan dibahas saat Filsafat. Dalam pengelolaan SDA suatu bangsa, tidak boleh mengeksploitasi terlalu tinggi, tidak boleh mengganggu manusia dan hewan.
"Maksud Mahfud itu bukan etika pengertian di MK. Cita-cita Indonesia besar. Negara luar berharap dari negara kita. Yang katanya kita adalah paru-paru dunia," katanya.
Lantas bagaimana dengan Sumber Daya Alam (SDA)? Surya mengatakan Kepri ini ada tambangnya. Punya pasir, granit dan lainnya. Kalau eksploitasi tanpa ada rem dan nilai, maka khawatir kondisi di Kepri.
"Pasir laut tak jadi di eksploitasi, banyak aktivis lingkungan presentasi ke luar negeri. Dalam perdebatan kemarin, penampilan Mas Gibran belum masuk dalam level itu. Debatnya belum masuk dalam substansi," katanya.
Selain itu, kata dia, dalam debat itu dibahas juga smart farming. Banyak anak muda sekarang tak tertarik lagi jadi petani karena lahannya tidak ada.
Cawapres yang menguasai soal pengembangan desa lahan pertanian adalah Gus Muhaimin. Terpenting adalah setiap ada masalah bisa diselesaikan secara tuntas. Kebiasaan negara seperti itu sehingga ada persimpangan.
"Bagaimana mungkin pemuda sendiri tidak urban kalau mereka tak ada apa-apa. Karena mereka tak punya lahan. Soal subsidi pupuk," katanya.
| Jurus Pamungkas di Debat Pilkada Batam 2024 Dibahas di Mata Lokal Corner |
|
|---|
| Efek Debat Pilkada Kepri 2024, Polemik Rempang Eco City Jadi Isu Krusial |
|
|---|
| Setelah Debat Pilkada Kepri 2024, Masihkan Dua Paslon Baper? |
|
|---|
| Akademisi UIB Suyono Saputro Sebut Pembangunan Kepri sudah On The Track |
|
|---|
| Wan El Kenz Sebut Rudi Bakal Benahi Fasilitas Kesehatan hingga Pendidikan di Kepri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kjsdhdfekjfekjhfeoai.jpg)