MATA LOKAL CORNER

Mudik Lewat Kapal Laut, ASDP Sebut Banyak yang Harus Dibenahi

Sebab harga tiket kapal dibawah tiket pesawat. Selain itu pemudik juga bisa bawa kendaraan melalui kapal Roro. Namun sejumlah persoalan harus diwaspad

Editor: Eko Setiawan
Tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi
MLC - Mata lokal corner, Kamis 21 Maret 2024 live di youtube n facebook Tribun Batam pukul 14.00 WIB 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Mudik lebaran telah tiba. Moda transportasi kapal laut jadi pilihan warga Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk mudik. 

Sebab harga tiket kapal dibawah tiket pesawat. Selain itu pemudik juga bisa bawa kendaraan melalui kapal Roro. Namun sejumlah persoalan harus diwaspadai. 

Mulai dari keselamatan, ketepatan keberangkatan kapal, sampai kenyamanan saat antrean. Sudah siapkah penyelenggara dengan berbagai kemungkinan? Tribun Batam mengupasnya di mata lokal corner, Kamis 21 Maret 2024 live di youtube n facebook Tribun Batam pukul 14.00 WIB.

GM ASDP Batam, Nana Sutisna mengatakan ada banyak yang perlu diperbaiki. Angkutan dikatakan idola ketika ada 3 tuntutan yang harus dipenuhi. Pertama ingin terjamin kenyaman, keamanan dan keselamatannya.

Dari 20 kapal dipastikan di Kepri ada 11 kapal yang dioperasikan melayani masyarakat Batam dan sekitarnya. Beberapa fasilitas harus dipenuhi. Di antaranya, ATM, ibu menyusui, klinik dan CCTV.

Baca juga: Pemkab Anambas Hibahkan Aset Daerah ke Polres, Bangun Polsub Sektor di Desa Nyamuk

"Dalam pengoperasian kapal ini paling banyak Punggur Uban mungkin karena banyak tempat wisata. Pemda juga sudah menyiapkan jalan yang nyaman.
Ada juga Punggur Kuala Tungkal, Punggur Dabo. Saya melewati Nataru karena sudah 9 bulan disini," katanya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi serobotan, sistem pembelian tiket sudah menggunakan Hotline. Aplikasi sudah ada nomor Whatshappnya.

Teknisnya apabila data sudah clear diisi, baru penumpang mendapat antrean kendaraan. Sehingga tidak ada lagi melebihi dan sampai bermalam di Pelabuhan. Sehingga yang memiliki tiket itu yang pasti menyebrang. Jadi tak ada lagi seperti tahun lalu.

"Pak Ning sudah ada 2 kapal. Kita sudah minta izin tambah 1 kapal lagi. Pada 18 Maret udah kita buka, sudah 600 kendaraan yang pesan. Biasanya 1 kapal HET 35 kendaraan. Walau ada 2 sampai 3 kapal tanggalnya akan berbeda, sehingga tidak jadi penumpukkan," ujar Nana.

Baca juga: Terdampak Banjir, Pemkab Lingga Akan Bangun Baru SDN 009 Senempek

Pihaknya selalu mengevaluasi kasus-kasus yang terjadi di tahun sebelumnya. Sistem pembelian tiket menjadi setengah online ini biar lebih nyaman. Dari mudik Nataru kemarin sudah dilakukan.

"Yang mau beli bisa melalui nomor WA 082386565878. Pakai STNK juga agar tidak disalahgunakan. Sesuai tidak nomor polisinya.Insya Allah kita menjamin kapalnya nyaman. Satu yang ketinggalan gara-gara manajemen, saya siapkan satu hotel termahal," katanya.

Dalam hal ini ia berharap agar BP Batam bisa membuat Bufferzone. Sehingga tidak terjadi penumpukkan kendaraan.

"Imlek kemarin juga antrean sampai panjang. Di Selat Sunda kita lakukan seperti itu. Kalau bisa steril di bahu jalannya," ujar Nana.

Nana melanjutkan Buffer zone untuk kenyamanan masyarakat. Sehingga tidak sampai ada parkir sembarangan dilokasi.

"H-7 atau H+7 hanya 14 hari saja kita pakai," kata Nana.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved