KARIMUN TERKINI
Kasus Bunuh Diri di Karimun Marak, Psikolog RSUD Muhammad Sani Ungkap 5 Faktor
Psikolog RSUD Muhammad Sani Karimun mengungkap setidaknya 3 faktor yang melatarbelakangi orang untuk mencoba mengakhiri hidup.
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kasus bunuh diri di Karimun marak terjadi.
Psikolog Klinis RSUD Muhammad Sani, Devi Mayasari menjelaskan ada beberapa faktor resiko atau penyebab seseorang memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Pertama, faktor biologis yaitu seseorang yang sudah depresi dan putus asa karna masalah kesehatan di diagnosa penyakit kronis atau riwayat keluarga yang juga memiliki usaha mengakhiri hidup.
Kedua, faktor psikologis yaitu seseorang yang memiliki trauma atau mengalami kekerasan pernah mengalami gangguan mental seperti depresi atau kecemasan yang begitu berat atau adanya gangguan kepribadian.
"Secara psikologis bisa juga seseorang yang melakukan bunuh diri ini terpengaruh obat-obatan terlarang. Hingga menyebabkan putus asa dan implusif serta memiliki agresifitas yang tinggi dan bertujuan mengakhiri hidup," ujar Devi Mayasari, Selasa (9/7/2024).
Ketiga, adanya faktor sosial yang menjadi pemicu permasalahan diantaranya finansial atau perekonomian, hubungan dan pekerjaan.
"Jadi di lingkungan tempat tinggal bisa saja memiliki tingkat kriminalitas yang tinggi dan kurang kondusif sehingga kurang adanya dukungan," ujarnya.
Lulusan Magister Psikolog Universitas Gajah Mada itu menyebut kecenderungan seseorang melakukan bunuh diri dapat dikenali dengan tanda-tanda perubahan sikap dan emosional.
"Tanpa di sadari mereka yang memiliki kecendrungan itu mudah emosi. Reaktif yang agresif dan ada yang tiba-tiba bisa menjadi pendiam bagi seseorang yang awalnya suka bercerita," ujarnya.
Selain itu, seseorang yang memiliki kecendrungan itu juga sering melontarkan keinginan untuk bunuh diri atau kalimat putus asa yang menyebabkan depresi yang berat.
Menurutnya, seseorang yang mengalami depresi yang berat tidak bisa di nasehati melainkan hanya perlu dukungan untuk mendengarkan curahan hati dari orang tersebut.
Baca juga: Kasus Bunuh Diri di Karimun Memprihatinkan, 7 Kasus Hingga Juli 2024
Dengan begitu, Devi meminta agar masyarakat dapat memberikan Dukungan Psikologis Awal (DPA) kepada seseorang yang memiliki kecendrungan ingin melakukan bunuh diri.
Ada lima hal yang bisa dilakukan sebagai DPA, pertama lihat perubahan dari sisi fisik, emosi dan sosial lingkungan.
Kedua mendengarkan secara aktif atau interest yang disampaikan dan menjadi keluhannya.
Ketiga memberikan kenyamanan untuk berbagi agar tidak merasa sendiri bagi orang tersebut.
| Bupati Karimun Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Seligi di Polres Karimun |
|
|---|
| Guru SD Negeri 001 Meral Barat Karimun Belum Terima Gaji, Bupati Surati Menteri |
|
|---|
| Prihatin Nasib Guru Honorer Karimun Jelang Lebaran, Politisi PKS Usulkan Solusi Dana BOS |
|
|---|
| Wabup Karimun Rocky Akan Beri Kepastian Soal Gaji Petugas Kebersihan |
|
|---|
| Dinas Sosial Karimun Makamkan Mayat Mr X di Perairan Sungkup |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Psikolog-klinis-RSUD-Muhammad-Sani-di-Karimun-Kepri-sdvkln.jpg)