LIPUTAN KHUSUS
Pemko Batam Pastikan Honorer Aman, Targetkan Jadi PPPK atau Pekerja Paruh Waktu
Sekdako Batam menyiasati cara agar tenaga honorer tetap aman di tengah efisiensi anggaran. Apa saja?
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kekhawatiran tenaga honorer Pemko Batam terhadap ancaman dirumahkan, potongan gaji hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) merebak sejak perintah efisiensi anggaran.
Tak hanya Pemko Batam, efisiensi anggaran itu juga berlaku secara nasional.
Namun Pemko Batam memastikan seluruh tenaga honorer tetap aman.
Meskipun sedang menyesuaikan anggaran sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Batam, Jefridin Hamid mengatakan jika tenaga honorer tetap bisa bekerja.
Baca juga: Sekdako Batam Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Tenaga Honorer: Aman
"Yang kami lakukan sekarang adalah honorer ini direkrut jadi PPPK. Yang belum lulus juga menjadi pekerja paruh waktu, dan sudah dianggarkan di APBD kita sekarang. Jadi kalau honorer tidak terdampak," ujar Sekdako Batam, Jefridin, Selasa (18/2/2025).
Ia mengakui, di sejumlah daerah lain ada tenaga honorer yang dirumahkan akibat penyesuaian anggaran.
Namun, hal itu tidak terjadi di Batam.
"Kalau kita lihat daerah lain ada yang merumahkan tenaga honorer. Alhamdulillah di Batam tidak," tegasnya.
Menurutnya, Pemko Batam cukup berhati-hati dalam melakukan efisiensi anggaran agar tidak mengganggu pelayanan publik maupun keberlangsungan kerja tenaga honorer.
Baca juga: Daftar 7 Berita Populer Pilihan Hari Ini 120 Honorer Pemprov Kepri Dirumahkan, Termasuk 24 Guru
"Honorer tak sampai seribuan, target kita tahun ini harus selesai," kata Jefridin.
Sebagai informasi, Pemko Batam telah memangkas anggaran hingga sekitar Rp 60 miliar.
Efisiensi anggaran itu menyasar belanja pendukung, seperti perjalanan dinas, konsumsi, alat tulis kantor (ATK), dan kegiatan di hotel.
Meski begitu, kegiatan utama tetap berjalan dan pelayanan publik tidak terganggu. (TribunBatam.id/Ucik Suwaibah)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
| Damkar Kota Batam Catat 47 Kejadian Kebakaran di Berbagai Wilayah di Batam di Awal 2026 |
|
|---|
| Sebulan Tiga Kasus MBG di Batam: Makanan Basi, Nasi Ber-ulat dan Muncul Kecoak di Omprengan |
|
|---|
| Kecoak Nongol di MBG SMA Negeri 14 Batam, Kepala SPPG Batu Ampar: Tenyata Anak Jangkrik |
|
|---|
| Efisiensi Anggaran, Bapenda Batam Akan Evaluasi Target Pajak Hotel dan Restoran |
|
|---|
| BP Batam Pangkas Anggaran Capai 37 Persen, Dana Perjalanan Dinas dan Seremoni Kena Potong |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Sekda-Jefridin-1702-5.jpg)