Rabu, 6 Mei 2026

LONGSOR DI BATAM

Warga Seraya Minta Wali Kota Batam Turun Tangan, 2 Bulan Material Longsor Tak Dibersihkan

Gundukan batu material longsor masih timbun sebagian bangunan rumah warga Seraya Batam. Kondisi ini sudah berlangsung hampir dua bulan lamanya

Tayang:
Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
Beres
LONGSOR DI SERAYA - Kondisi perkampungan Seraya Batam, Senin (3/3/2025). Sudah dua bulan material longsor tak kunjung dibersihkan. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Material longsor di Kampung Seraya Bawah, Gang Masjid Nurul Ikhsan RT 06 RW 03, Kelurahan Seraya, Batam, Kepri tak kunjung dibersihkan. 

Gundukan bebatuan masih menimbun sebagian bangunan rumah warga. 

Kondisi tersebut sudah berlangsung hampir dua bulan, sejak kejadian tanah longsor di Batam ini terjadi pada Senin 13 Januari 2025. 

Pantauan Tribunbatam.id di lokasi, Senin (3/3/2025), perkampungan itu masih semrawut. Akses warga menuju rumah masih terjal, terhalang gundukan tanah penuh batu. 

Baca juga: Warga Seraya Batam Ratapi Motornya yang Tertimbun Tanah Longsor, Tolonglah Kami

Sejumlah motor warga juga masih tertimbun tanah longsor. Ada beragam merek motor yang rusak, tinggal mesin, besi motor bahkan ringsek parah. 

Warga harus membuat tangga dari kayu agar dapat menuju rumah, apalagi bangunannya berada di bawah. 

Kondisi itu masih mengancam warga sekitar. Anak-anak berangkat sekolah harus berhati-hati ketika melewati lokasi. 

"Kami sudah anggap biasalah, sudah capek mau mengeluh. Tak juga ada tindak lanjut. Sudah dua bulan-an padahal itu," ujar Yati, seorang warga ditemui di lokasi tanah longsor.

Ia mengatakan, warga yang menjadi korban longsor seolah sudah pasrah dengan kejadian itu. 

Sebab, sudah banyak perwakilan pemerintah bolak-balik datang melakukan survei ke lokasi, namun belum ada tindakan. 

"Mulai dari pas kejadian, pak camat, pak lurah, anggota DPRD sudah datang melihat longsor ini. Tapi sampai sekarang dibiarkan," ungkapnya kesal. 

Yati mengaku, jika musim hujan kondisi tanah longsor kerap membuat warga waswas dengan potensi longsor susulan.

Selain itu, air dari atas bukit bercampur tanah membuat teras rumah warga menguning penuh lumpur. 

"Coba saja datang kalau lagi hujan, sedihlah. Rumah kami kan di bawah, jalan aspal di atas. Mau naik ke atas ini, sedih rasa terancam gitulah. Apalagi anak-anak," ungkapnya. 

Baca juga: Longsor di Seraya Batam Timbun Rumah dan Motor, Warga Keluhkan Penanganan Lambat

Setelah dua bulan kejadian longsor, warga bergotong-royong membangun jalan yang sebelumnya sempat terputus.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved