Kamis, 16 April 2026

CUACA EKSTREM DI ANAMBAS

Pemkab Anambas Siaga Hadapi Cuaca Ekstrem 2025, Minta Warga Waspada Angin Kencang dan Banjir

Pemkab Anambas siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem tahun ini. Potensi angin kencang dan banjir jadi atensi mereka.

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Noven Simanjuntak
BUPATI ANAMBAS - Bupati Kepulauan Anambas, Aneng beserta sejumlah pejabat Forkopimda memeriksa sarana dan prasarana bencana saat siaga tanggap bencana, Kamis (4/9/2025). 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Anambas menggelar apel kesiapsiagaan cuaca ekstrem 2025 di lapangan Sulaiman Abdullah, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (4/9/2025).

Bupati Kepuluan Anambas, Aneng memimpin langsung apel dalam menghadapi cuaca ekstrem di Anambas itu.

Sejumlah kendaraan bencana baik darat dan laut ditampilkan untuk memperkuat penanganan tanggap bencana.

Di sana, Aneng didampingi Forkopimda turut memeriksa kondisi kelayakan kendaraan bencana itu satu persatu.

Bupati Anambas mengatakan, apel kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem ini dilakukan sebagai bentuk tanggungjawab dan kepedulian atas potensi ancaman bahaya bencana.

"Tidak seorang pun dari kita yang mengharapkan bencana. Namun apabila itu terjadi maka kita harus siap dengan segala upaya yang kita punya," ujar Aneng dalam sesi wawancara.

Menurut Aneng, apel ini menjadi sinyal kuat kesiapan semua pihak menghadapi potensi bencana di wilayah yang didominasi perairan.

Sebagai daerah kepulauan, ancaman angin kencang dan gelombang tinggi kerap memutuskan akses transportasi laut dan udara.

Kejadian banjir dan tanah longsor juga pernah beberapa kali melanda Anambas hingga merenggut korban jiwa.

"Pengalaman pahit ini harus menjadi pelajaran berharga. Berdasarkan prakiraan BMKG, kita akan menghadapi puncak musim hujan dipenghujung tahun ini. Curah hujan tinggi, angin kencang dapat sebabkan banjir, tanah longsor dan gelombang tinggi," jelasnya.

Dikesempatan itu, ia juga mengingatkan kepada sejumlah pihak yang terlibat dalam penanggulangan tanggap bencana agar saling berkoordinasi dan bersinergi saat bencana terjadi.

"Pastikan sarana dan prasarana bencana seperti posko, peralatan dan jalur komunikasi darurat standby. Sosialisasi peringatan dini ke masyarakat cepat, tepat dan mudah dipahami," kata Aneng.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Anambas, Madison menyatakan dalam apel siaga ini, sejumlah sarana dan prasarana dari  pihaknya telah siap.

"Alhamdulillah mekanisme, sarana dan prasarana jalur koordinasi sudah ready. Kita siap menghadapi potensi bencana dipenghujung tahun ini. Tetapi ya kita berharap kalau bisa janganlah terjadi," ucapnya.

Pihaknya mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana, terutama saat melaut dan meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan.

"Musim utara prakiraannya dimulai dari Oktober sampai Januari. Sejak masa-masa itu, kami terus mengingatkan masyarakat maupun aparatur untuk siaga dan waspada," pungkasnya. (TribunBatam.id/Noven Simanjuntak)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved