Selasa, 9 Juni 2026

KAVELING BODONG DI BATAM

Kasus Kavling Bodong di Sagulung Batam Naik ke Penyidikan, 20 Saksi Diperiksa Polisi

Polisi naikkan kasus kavling bodong di Sagulung Batam dengan pengembang PT Erracipta Karya Sejati ke tahap penyidikan

Tayang:
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
Ucik Suwaibah/Tribun Batam
BERI KETERANGAN - Foto Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian saat ditemui belum lama ini. Debby beri keterangan soal perkembangan kasus kavling bodong di Batam atas nama pengembangan PT Erracipta Karya Sejati. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kasus dugaan penipuan jual beli kavling di Batam oleh pengembang PT Erracipta Karya Sejati yang merugikan ratusan warga Sagulung, terus bergulir.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, mengatakan perkara tersebut sudah masuk tahap penyidikan.

"Untuk kasus dugaan penipuan jual beli kavling di tiga titik di Sagulung itu masih proses, sudah tahap penyidikan. Lagi proses penyidikan," ujar Debby kepada Tribun Batam, Kamis (4/9/2025).

Ia menambahkan, sejauh ini sudah ada sekitar 20 saksi yang dimintai keterangan, termasuk para korban terkait kasus kavling bodong di Batam itu.

"Saksi yang kita minta keterangan sudah bertambah, sampai 20 orang. Untuk korban yang bikin laporan kan perwakilan," lanjutnya.

Tak hanya saksi korban, pihak pengembang PT Erracipta Karya Sejati juga sudah dipanggil dan diperiksa penyidik.

"Pihak developer juga sudah kita mintai keterangan, kami lakukan pemeriksaan," katanya.

Meski status perkara telah naik ke tahap penyidikan, hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka.

Pihaknya masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi.

Sebelumnya diberitakan, kasus dugaan penipuan jual beli kavling bodong ini melibatkan tiga lokasi di wilayah Sagulung, yakni Sei Binti, Kawasan Bukit Daeng Tembesi, dan belakang SP Plaza.

Total korban yang sudah melapor mencapai 144 orang dengan estimasi kerugian lebih dari Rp5,8 miliar. 

Belum lama ini, puluhan korban penipuan kavling di Batam ini mendatangi Ombudsman Perwakilan Kepri untuk meminta pendampingan atas kasus ini. 

Para korban mengaku kecewa, karena hingga kini Direktur PT Erracipta Karya Sejati, Restu Joko Widodo, tidak diketahui keberadaannya.

Bahkan kantor pemasaran yang sebelumnya ada di Batuaji sudah beralih menjadi tempat bimbingan belajar (bimbel). (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved