Selasa, 28 April 2026

Perairan Dangas Batam Tercemar Limbah Hitam, Nelayan Terpukul hingga Wisata Terancam 

Insiden kapal pengangkut limbah hitam kandas di perairan Dangas, Sekupang, menyisakan dampak panjang bagi lingkungan, nelayan, hingga kawasan wisata

|
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati

Ringkasan Berita:
  • Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera angkut limbah hitam kandas di perairan Dangas, Sekupang, Batam
  • Muatan limbah diduga jenis slag tumpah ke laut dan mencemari perairan, pesisir Pantai Dangas hingga Kawasan Wisata Tangga Seribu, menimbulkan bau menyengat serta merusak ekosistem
  • Nelayan dan warga setempat berhasil mengevakuasi tujuh kru kapal dan mengangkat sekitar tiga ton limbah, namun air pasang membuat pencemaran kembali meluas dan mengganggu aktivitas melaut ratusan nelayan

 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Insiden kapal pengangkut limbah hitam kandas di perairan Dangas, Sekupang, Batam, Kamis (29/1/2026) sore, menyisakan dampak panjang bagi lingkungan, nelayan, hingga kawasan wisata setempat.

Dampak tersebut meliputi pencemaran air laut, kerusakan ekosistem pesisir, aroma minyak yang menyengat, hingga terganggunya aktivitas usaha dan kawasan wisata di sekitar lokasi.

Seorang nelayan sekaligus humas Kawasan Wisata Tangga Seribu, Joni Ramson, menceritakan detik-detik awal kejadian kapal angkut limbah hitam tersebut kandas.

Sore itu, sekira pukul 16.30 WIB, cuaca ekstrem melanda perairan sekitar Dangas pada Kamis.

Angin kencang dan gelombang tinggi membuat kapal LCT Mutiara Garlib Samudera yang melintas mulai miring.

"Kami melihat dari jauh kapal ini miring. Kapal itu bukan nabrak karang, juga bukan kebalik. Tapi cuaca ekstrem, air masuk ke palka dari bagian depan," ujar pria yang akrab disapa Jo itu.

Air yang terus masuk membuat kapal perlahan miring. Jo mengatakan, dalam kondisi tersebut, ia sempat mengarahkan kapal agar mendekati perairan dangkal.

"Kami minta buat nepi kan, kalau nggak diarahkan ke sini, sudah tenggelam. Saya bilang ke kapten jangan matikan mesin," katanya.

Namun kemiringan kapal membuat muatan tidak lagi tertata dengan sempurna. Mesin akhirnya mati, dan kapal kandas di perairan Dangas.

Saat itu, enam anak buah kapal dan satu orang owner kapal meminta pertolongan. 

Tanpa memikirkan muatan limbah yang dibawa, Jo dan nelayan setempat langsung bergerak melakukan evakuasi.

"Total ada tujuh orang di kapal itu. Kita nggak mikirin barangnya dulu. Yang penting ABK selamat semua," ungkapnya.

Tujuh orang di atas kapal berhasil dievakuasi dengan bantuan nelayan sekitar. 

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved