Sabtu, 9 Mei 2026

BERITA POPULER BATAM

Daftar 7 Berita Populer Hari Ini, Saya Takut Bapak Presiden, Ancamannya Hukuman Mati

Daftar 7 Berita Populer pilihan Hari Ini Senin 2 Februari 2026, Fandi: Saya Takut Bapak Presiden, Ancamannya Hukuman Mati

Tayang:
Editor: Mairi Nandarson
Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah
SURAT KE PRESIDEN - Kolase foto Fandi Ramadhan dipeluk sang ayah, Sulaiman usai sidang beberapa waktu lalu dan surat tulisan tangan Fandi Ramadhan kepada Presiden Prabowo 

Baca Selengkapnya

Perairan Dangas Batam Tercemar Limbah Hitam, Nelayan Terpukul hingga Wisata Terancam 

KAPAL ANGKUT LIMBAH KANDAS - Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera yang mengangkut limbah hitam kandas di perairan Dangas, Sekupang Batam. Foto diambil Minggu (1/2/2026)
KAPAL ANGKUT LIMBAH KANDAS - Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera yang mengangkut limbah hitam kandas di perairan Dangas, Sekupang Batam. Foto diambil Minggu (1/2/2026)(Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)
Ringkasan Berita:
  • Kapal LCT Mutiara Garlib Samudera angkut limbah hitam kandas di perairan Dangas, Sekupang, Batam
  • Muatan limbah diduga jenis slag tumpah ke laut dan mencemari perairan, pesisir Pantai Dangas hingga Kawasan Wisata Tangga Seribu, menimbulkan bau menyengat serta merusak ekosistem
  • Nelayan dan warga setempat berhasil mengevakuasi tujuh kru kapal dan mengangkat sekitar tiga ton limbah, namun air pasang membuat pencemaran kembali meluas dan mengganggu aktivitas melaut ratusan nelayan


BATAM, TRIBUNBATAM.id
- Insiden kapal pengangkut limbah hitam kandas di perairan Dangas, Sekupang, Batam, Kamis (29/1/2026) sore, menyisakan dampak panjang bagi lingkungan, nelayan, hingga kawasan wisata setempat.

Dampak tersebut meliputi pencemaran air laut, kerusakan ekosistem pesisir, aroma minyak yang menyengat, hingga terganggunya aktivitas usaha dan kawasan wisata di sekitar lokasi.

Seorang nelayan sekaligus humas Kawasan Wisata Tangga Seribu, Joni Ramson, menceritakan detik-detik awal kejadian kapal angkut limbah hitam tersebut kandas.

Sore itu, sekira pukul 16.30 WIB, cuaca ekstrem melanda perairan sekitar Dangas pada Kamis.

Baca Selengkapnya

Warga Pinangmas Tanjungpinang Terpaksa Beli Air, Sudah 4 Bulan Suplai Air Tak Lancar

KRISIS AIR - Seorang warga setempat Pandi sedang memutar keran air di rumahnya di Perumahan Pinangmas Residence, Jalan Raja Haji Fisabilillah KM 8 atas, RT 02/RW 01 Kelurahan Batu 10, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kepri, Minggu (1/2/2026).
KRISIS AIR - Seorang warga setempat Pandi sedang memutar keran air di rumahnya di Perumahan Pinangmas Residence, Jalan Raja Haji Fisabilillah KM 8 atas, RT 02/RW 01 Kelurahan Batu 10, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kepri, Minggu (1/2/2026).(TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)
Ringkasan Berita:
  • Warga Perumahan Pinangmas Residence alami krisis air bersih empat bulan ini akibat suplai air yang tidak lancar
  • Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga terpaksa membeli air tangki seharga Rp60 ribu per 1.000 liter yang hanya cukup digunakan selama beberapa hari
  • Pengelola air menyebut gangguan terjadi karena kerusakan mesin penyedot air tanah dan rencanakan kenaikan tarif air
  • Pihak pengelola berjanji akan melakukan perbaikan dan menaikkan tarif air guna menutup biaya operasional

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Wilayah terdampak krisis air bersih meluas di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Warga Perumahan Pinangmas Residence, Jalan Raja Haji Fisabilillah KM 8 atas, RT 02/RW 01 Kelurahan Batu 10, Kecamatan Tanjungpinang Timur, ikut merasakan hal ini.

Mereka sudah 4 bulan kesulitan dapat air bersih. Warga menyebut, kondisi ini sudah terjadi sejak Oktober 2025 - Januari 2026. 

Mirisnya lagi, bukan masalah musim kemarau yang memuat suplai air warga terbatas, namun masalah pengelolaan air di Pinangmas Residence dari pengembang yang diserahkan ke pengelola air.

Perlu diketahui, selama ini air yang digunakan warga itu berasal dari air sumur.

Kini untuk mandi dan mencuci, warga terpaksa membeli air tangki dari luar sebanyak 1.000 liter dengan harga Rp60 ribu. 

Baca Selengkapnya

BP Batam Bentuk Tim Khusus Kaji Ulang Perjanjian Kerja Sama Air Bersih dengan PT Moya

BERI TANGGAPAN - Foto Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait. BP Batam bicara terkait penanganan masalah stress area air di Batam
BERI TANGGAPAN - Foto Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait. BP Batam bicara terkait penanganan masalah stress area air di Batam(ist)
Ringkasan Berita:
  • BP Batam membentuk tim task force untuk mengkaji ulang Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengelolaan air bersih dengan PT Moya Indonesia
  • Hasil kajian awal menemukan sejumlah kelemahan PKS yang akan diperbaiki melalui amandemen
  • Saat ini terdapat 18 wilayah stress area, sementara BP Batam baru memiliki anggaran Rp141 miliar untuk menangani sembilan wilayah
  • Untuk jangka pendek, BP Batam melakukan rekayasa jaringan dan distribusi air tangki

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Badan Pengusahaan (BP) Batam membentuk tim task force untuk mengkaji ulang Perjanjian Kerja Sama (PKS) pengelolaan air bersih dengan PT Moya Indonesia. 

Langkah ini diambil menyusul masih maraknya gangguan suplai air di sejumlah wilayah di Batam, yang masuk dalam kategori stress area.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved