DEMAM BERDARAH DI NATUNA
Natuna Waspada DBD di Musim Hujan, Dinkes Laporkan 13 Kasus Baru di November 2025
Memasuki musim penghujan, tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Natuna, perlu diwaspadai. November lalu, ada 13 kasus baru, Desember belum ada
Penulis: Birri Fikrudin | Editor: Dewi Haryati
NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Memasuki musim penghujan, tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), perlu diwaspadai.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Natuna mencatat 13 kasus DBD baru sepanjang November 2025, yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Staf Epidemiolog Kesehatan Pertama, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Natuna, Wan Widya Rully Ekaputri menyebutkan, peningkatan kasus mulai terlihat sejak tiga bulan terakhir.
“Kasus DBD masih terjadi. Namun untuk Oktober dan November ini menurun dibandingkan September lalu yang mencapai hingga 23 kasus,” ujarnya kepada Tribunbatam.id, Jumat (5/12/2025).
Ia menjelaskan, kasus DBD di bulan November ini tercatat di Ranai, Serasan, Suak Midai, Serasan Timur, dan Subi.
Sementara itu, per awal Desember belum ditemukan kasus baru.
Dari sisi usia, tren pasien DBD juga mengalami perubahan dari bulan ke bulan.
“Untuk bulan November, kasus terbanyak ada pada kelompok usia 16 hingga 20 tahun. Sebelumnya pada September hingga Oktober didominasi anak usia 5 hingga 15 tahun,” katanya.
Lebih lanjut, Dinkes juga mencatat rekapitulasi kasus, total DBD di Natuna sejak Januari hingga November 2025 mencapai 90 kasus.
Jumlah tersebut diketahui meningkat dibanding tahun 2024 lalu, yang berjumlah 81 kasus.
Senada, Kepala Dinkes Natuna, Hikmat Aliansyah mengatakan, seluruh pasien yang tercatat adalah mereka yang telah ditangani di Puskesmas maupun RSUD.
“Pada Februari lalu sempat terjadi lonjakan kasus di Midai hingga ditetapkan status KLB. Lalu pada awal September, kasus kembali naik yang dipicu musim penghujan,” kata Hikmat saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan, musim hujan seperti saat ini merupakan kesempatan bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak.
Seluruh kasus yang muncul, kata Hikmat, telah ditindaklanjuti dengan Penyelidikan Epidemiologi (PE), fogging, serta pemberian abate di titik-titik ditemukan kasus.
“Genangan air menjadi tempat ideal untuk nyamuk bertelur. Karena itu masyarakat harus lebih waspada, pastikan lingkungan bersih dan bebas dari sarang nyamuk,” ujarnya.
| Kasus DBD di Natuna Meningkat, 13 Warga Terpapar Demam Berdarah Dalam Dua Pekan |
|
|---|
| KLB DBD di Midai Natuna, Kasus Baru Tak Ada, Namun Alat Kesehatan Masih Jadi Kendala |
|
|---|
| Cegah Penularan DBD, Disdik Natuna Tetapkan Siswa di Midai BDR hingga Akhir Februari 2025 |
|
|---|
| DBD di Midai Natuna Meningkat, 2 Orang Meninggal, Dinkes Galakkan Fogging dan 3M |
|
|---|
| DBD di Midai Natuna Kepri Makan Korban, sudah Dua Anak Meninggal Dunia Tahun Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/DEMAM-BERDARAH.jpg)