Gara-Gara Daya Listrik 1300 Watt, Bayi Malang Ini Tak Bisa Dapat BPJS

Lantaran rumah tumpangan yang dihuni orangtuanya berdaya listrik 1300 watt, bayi pengindap kelainan hati ini tak bisa dapat BPJS.

tribunnews batam/thomm
Ridho, bayi pengindap kelainan hati digendong ayahnya. 

Laporan Tribunnews Batam, Thomm Limahekin

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG- Suasana sunyi di dalam ruang rawat inap anak RSUP Kepri Tanjungpinang mendadak pecah dengan suara tangisan seorang bayi, Jumat (16/10/2015) pagi.

Suara ini keluar dari mulut Ridho Al Hafisdz, bayi berusia 2 tahun yang sudah 4 hari dirawat di situ.

Pagi itu, ketika pasien anak lain masih tertidur pulas, Ridho sudah terjaga di dalam pelukan Lia Aityah (36) ibunya.

Dia menangis sejadi-jadinya dan tidak mau diam kendatipun berulang kali dibujuk sang ibu.

"Diam Nak,.. Diam yah. Sebentar lagi, ibu masih omong," bujuk Lia sambil coba menghibur putra bungsunya itu.

Bujukan itu seakan-akan tidak dihiraukan oleh Ridho.

Dia sepertinya tidak ingin ibunya membagikan waktu dengan berbicara kepada orang lain.

Bocah ini baru diam ketika didekap erat oleh sang ibu.

Seraya mendekap erat tubuh putranya, Lia lalu mulai berbicara dengan agak leluasa.

Dia menceritakan bagaimana upayanya mengobati penyakit putra bungsu ini yang sudah didiagnosa dokter menderita penyumbatan saluran empedu dan kelainan hati.

Lia sangat sadar bahwa biaya pengobatan putranya sangat mahal.

Namun, dia tetap berharap kalau buah hatinya itu masih bisa tertolong dengan campur tangan begitu banyak orang.

"Saya dan anak saya sudah menginap 4 hari di RSUP ini. Dia sedang dirawat sekarang. Tapi kami diminta merujukkan anak saya ke Jakarta. Sementara kami tidak memiliki uang. Semoga saja ada yang mau menolong kami," ungkap Lia penuh harapan.

ridho

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved