HEADLINE TRIBUN BATAM

Rencana Revisi UU Ketenagakerjaan, Buruh Batam Menolak

Wacana revisi Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan telah membuat pekerja resah dan melakukan aksi penolakan.

Rencana Revisi UU Ketenagakerjaan, Buruh Batam Menolak
wahyu
halaman 01 tb 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wacana revisi Undang-undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan telah membuat pekerja resah.

Sejumlah organisasi pekerja sudah menyuarakan penolakan terhadap wacana tersebut, termasuk di Batam, Kepri.

Di Batam, pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Metal Indonesia (FSPMI) menggelar unjukrasa untuk menyampaikan penolakan pada rencana revisi UU No. 13/2003 itu, Senin (12/8) di depan kantor Wali Kota Batam, Batam Centre, Kepri.

Pekerja dari FSPMI dan sejumlah organisasi buruh lainnya menggelar aksi menolak rencana revisi UU Ketenagakerjaan sejak Senin pagi.

Ketua Konsulat Cabang (KC) Federasi Sarikat Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam, Alfitoni dalam orasinya menyebutkan, rencana pemerintah merevisi Undang-undang Kenetenagakerjaan merupakan ketidakadilan.

"Coba bayangkan kawan, jika nanti Undang-Undang ini direvisi, HRD bisa orang asing yang sebelumnya tidak boleh. THR yang biasa dibayar 12 bulan nanti hanya enam bulan. Artinya hanya separuh gaji. Ini bentuk kesewenang-wenangan. Kita ini korban janji. Kita tolak ini!" seru Alfitoni yang diaminkan peseta lain dalam aksinya di depan kantor wali kota Batam di Batam Centre.

Menurut Alfitoni, dari draft revisi Undang-undang yang ia dapatkan, ada pihak organisasi pengusaha yang akan mengizinkan orang asing menduduki jabatan strategis di perusahaan.

Draft Revisi UU No 13 Tahun 2003 Hoaks! Kadisnaker Batam: Buruh Jangan Terpancing Isu

Setuju Revisi UU Ketenagakerjaan, Rafki Rasyid: Jangan Percaya Draft yang Beredar, Itu Hoax!

Didesak Tolak Revisi UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, Ini Jawaban Walikota 

Selain itu, ada rencana aturan pemberlakuan magang dua tahun, yang dianggap sebagai kedok menghilangkan status permanen karyawan.

"Teman-teman semua, magang itu hanya istilah yang digunakan untuk anak-anak SMA yang baru tamat. Bayangkan jika pasal ini dimasukan ke dalam revisi Undang-undang ini. Maka, siap-siap teman-teman semua dizalimi," serunya.

Pada intinya, FSPMI seluruh Indonesia kata Alfitoni, menolak rencana pemerintah Undang-undang Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Hitung kasarnya, jika pun terjadi mereka meminta gak buruh jangan disunat. Karena buruh khawatir, jika revisi itu terjadi maka kesejahteraan buruh akan semakin berkurang. Potensi terjadinya pengangguran juga semakin meluas. Kemiskinan kembali melanda Indonesia.

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved