Breaking News:

BATAM TERKINI

Kejagung Kembali Panggil 5 Pejabat BC Batam Jadi Saksi, Sumarna: Proses Masih Jalan

Humas Bea Cukai Batam, Sumarna, tampak tak ingin banyak berkomentar. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang.

TribunBatam.id/ArdanaNasution
Humas Bea dan Cukai Batam, Sumarna. BC Batam menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan importasi tekstil yang melibatkan pejabat BC Batam kepada pihak yang berwajib 

Dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) importasi tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai tahun 2018 hingga 2020 telah mencoreng nama Bea Cukai Kota Batam.

Pasalnya, 4 (empat) oknum pejabat Bea Cukai Batam ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara itu.

Hal ini menjadi atensi khusus. Menanggapi itu, Humas Bea Cukai Batam, Sumarna mengatakan, pihaknya akan memperketat pengawasan kinerja terhadap seluruh pegawai.

“Baik di kantor maupun lapangan,” tegasnya kepada Tribun Batam, Rabu (1/7/2020).

Lanjut dia, caranya dengan mengefektifkan unit kepatuhan internal.

 Termasuk Kemajuan Teknologi, Inilah Sejarah Penemuan Internet di Dunia

 Ungkap Kasus TPPO, Dirkrimum Polda Kepri Dapat Penghargaan dari Isdianto di Hari Bhayangkara

“Mekanisme pengawasan melekat (waskat) yang lebih intens dari atasan langsung,” tambahnya.

Terkait lalu lintas barang masuk ataupun keluar, Sumarna menjelaskan, aturan telah termaktub jelas di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 120 tahun 2017.

Dalam aturan itu, prosedur tetap (protap) untuk tata laksana pemasukan dan pengeluaran barang di kawasan perdagangan bebas, pelabuhan bebas, dan pembebasan cukai telah diatur rinci.

“Dan masing-masing pejabat harus mengikuti SOP (Standar Operasional Prosedur) saja,” jelasnya lagi.

Terhadap perkara ini, Sumarna menegaskan, tak mengganggu pelayanan di Bea Cukai Batam. Walaupun, Kepala Bea Cukai Batam, Susila Brata, kembali diperiksa sebagai saksi oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia. 

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Batam, Susila Brata, kembali diperiksa Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia kemarin, Selasa (30/6/2020).

Susila diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) importasi tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai sejak tahun 2018 hingga 2020.

Tak hanya sendiri, Susila diperiksa bersama 6 (enam) orang saksi lainnya. Di mana, 5 (lima) orang diantaranya merupakan staf Susila Brata.

Hal ini seperti disebutkan Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Hari Setiyono.

"Saksi diperiksa di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung RI," ujarnya dalam keterangan resmi yang TRIBUNBATAM.id peroleh, Rabu (1/7/2020).

Pemeriksaan dilakukan untuk mencari serta mengumpulkan bukti tentang tata laksana proses importasi barang dari luar negeri, khususnya tekstil yang memiliki pengecualian tertentu dengan barang importasi lainnya.

 Mulai Normal, Sehari Ada 18 hingga 22 Penerbangan di Bandara Udara Hang Nadim Batam

 DAFTAR Riwayat Kontak 7 Pasien Covid-19 Batam, 6 Pasien Tahu Terinfeksi Corona saat Swab Tes Mandiri

Berikut keseluruhan nama saksi yang diperiksa oleh Kejagung RI untuk mendalami perkara dugaan tipikor importasi tekstil pada Dirjen Bea dan Cukai :

1. SUSILA BRATA selaku Kepala Kantor KPU BC Batam,

2. YOSEF HENDRIYANSAH selaku Kabid PFPC 1 KPU BC Batam,

3. MOHAMMAD MUNIF,S E, MM selaku Kabid P2 pada KPU BC Batam,

4. ARIF SETIAWAN, SE, selaku Kepala Seksi Intelijen II KPU BC Batam ANUGRAH,

5. RAMADHAN UTAMA selaku Pemeriksa Barang pada KPU BC Batam,

6. RANDUK MARITO SIRGAR, S.Ak selaku Pemeriksa Barang pada KPU BC Batam,

7. ROBERT selaku Direktur PT. Ciptagria Mutiarabusana.

Sebelumnya, Kepala Bea Cukai Batam, Susila Brata juga sempat diperiksa sebagai pada tanggal 12 Mei 2020 lalu. Saat itu, Susila diperiksa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam dalam kasus yang sama.

Malamnya atau pada tanggal 11 Mei 2020 malam, rumah Susila di Komplek Bea Cukai Jalan Bunga Raya Baloi Indah, Kota Batam, juga sempat digeledah oleh penyidik Jampidsus Kejagung RI.

Tak hanya rumah Susila, penyidik juga menggeledah rumah Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan (P2) KPU Bea dan Cukai Batam, M. Munif. Dari hasil penggeledahan, penyidik mengamankan sebanyak 3 (tiga) unit telepon genggam dan 1 (satu) unit flashdisk.

(Tribunbatam.id/Ichwan Nurfadillah)

Penulis: Ichwan Nur Fadillah
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved