Menguak Keberadaan Presiden Jokowi saat Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Rusuh Lagi
Sebelumnya Jokowi memilih kunjungan kerja ke Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah untuk meninjau lumbung pangan dan peternakan bebek
TRIBUNBATAM.ID - Unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja kembali terjadi pada Selasa (13/10/2020).
Di jakarta, demo menolak UU sapu jagat ini berakhir ricuh dengan terjadinya bentrokan antara massa dengan polisi.
Baca juga: Gubernur Merendah ke Mahasiswa Berunjuk Rasa, Ngaku Tak Sekolah Tak Paham Omnibus Law UU Cipta Kerja
Baca juga: Unjuk Rasa Dimana-mana Tolak Omnibus Law Belum Ubah Sikap Pemerintah, Aliansi BEM Kita Belum Kalah
Bebeda saat unjuk rasa menuntut hal sama pada 8 Oktober lalu yang juga digelar di sekitar Istana Negara, di mana Presiden Joko Widodo memilih kunjungan kerja ke Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah untuk meninjau lumbung pangan dan peternakan bebek, kali ini Jokowi ada di Istana.

Presiden Joko Widodo kemarin seharian melakukan kegiatan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (13/10/2020).
Sementara itu, aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja yang digelar di sekitar Istana kembali ricuh.
Baca juga: SBY Blak-blakan Siapa Orang di Lingkaran Jokowi yang Selalu Fitnah Dirinya: Saya Sakit Hati
Baca juga: Curhatan SBY, Sebut Ada 1 Orang Dilingkungan Jokowi yang Selalu Memfitnahnya
Presiden Joko Widodo berada di Istana Jakarta sejak pagi.
Pukul 09.00 WIB pagi, ia memimpin rapat terkait antisipasi bencana hidrometeorologi.
Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyebut, setelah acara itu, Jokowi tetap berada di Istana untuk melakukan agenda lainnya.
Baca juga: Siapa Jumhur Hidayat, Aktivis Mantan Relawan Jokowi yang Ditangkap Bareskrim Terkait UU Cipta Kerja
Namun Heru tak bersedia mengungkapkan agenda lain karena bersifat internal.
"Sampai sore ini masih giat di Istana," kata Heru kepada Kompas.com, Selasa (13/10/2020).

Setelah kegiatan selesai, barulah Jokowi akan kembali ke kediamannya di Istana Bogor.
Sementara saat ditanya soal demo di sekitar Istana yang mulai diwarnai kericuhan, Heru hanya menjawab singkat.
Baca juga: Demo Tolak UU Cipta Kerja Memanas Jelang Setahun Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin, TNI-Polri Siaga
Baca juga: Jokowi Minta 12 Kabupaten/Kota ini di Vaksin Terlebih Dahulu, Batam Tidak Masuk, Ini Alasannya
"Sudah ada yang menangani," kata dia.
Di luar Istana, aparat gabungan mulai menembakkan gas air mata ke arah pedemo seiring terjadinya aksi saling lempar batu hingga botol plastik antara petugas dan pedemo.
Aksi saling lempar tersebut mulai terjadi ketika massa aksi berpencar dari titik aksi sekira pukul 15.30 WIB.
Baca juga: Tuding Demo UU Cipta Kerja Karena Hoax, Koalisi Masyarakat Sipil Menduga Jokowi Dapat Laporan Keliru
Kepolisian yang sebelumnya hanya berjaga di kawasan Jalan Medan Merdeka Barat pun mulai bersiaga menggunakan rompi dan perisai.
Tak lama kemudian polisi pun menembakkan gas air mata ke arah Bundaran Patung Kuda Arjuna Wiwaha untuk membubarkan massa aksi.

Suara tembakan tersebut terdengar beberapa kali.
Namun massa aksi tak kunjung membubarkan diri sampai akhirnya polisi bergerak maju untuk memukul mundur massa aksi.
Baca juga: Mendagri Tito Karnavian Sebut UU Cipta Kerja Menjawab Angka Pengangguran di Indonesia
Baca juga: Kembali Ricuh! Aksi Unjuk Rasa Menolak UU Cipta Kerja, Polisi: Jangan Ada Anarki, Ini Aksi Damai
Sebelumnya, aksi unjuk rasa 8 Oktober lalu yang juga digelar di sekitar Istana berlangsung ricuh.
Saat itu, Jokowi lebih memilih melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah untuk meninjau lumbung pangan dan peternakan bebek.
Baca juga: Ada 3 Versi Draf RUU Cipta Kerja yang Beredar, DPR Sahkan yang Mana?
Baca juga: Bentrok Pecah di Jakarta, Massa Tolak UU Cipta Kerja vs Polisi
.
.
.
(*)
Menguak Keberadaan Presiden Jokowi saat Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Rusuh Lagi
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Demo Tolak UU Cipta Kerja Rusuh Lagi, Jokowi Ada di Istana Negara