Rabu, 8 April 2026

Erdogan Naik Pitam Presiden Perancis Sebut 'Islam Dalam Krisis', Olok Emmanuel Marcon Periksa Mental

Presiden Prancis Emmanuel Marcon yang melakukan tekanan terhadap Muslim membuat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan naik pitam

guardian
Erdogan Naik Pitam Presiden Perancis Sebut 'Islam Dalam Krisis', Olok Emmanuel Marcon Periksa Mental 

Erdogan Naik Pitam Presiden Perancis Sebut 'Islam Dalam Krisis', Olok Emmanuel Marcon Periksa Mental

TRIBUNBATAM.ID - Ucapan Presiden Prancis Emmanuel Marcon yang menekan umat Muslim membuat PResiden Turki Recep Tayyip Erdogan murka.

Kondisi ini menambah daftar perselisihan antara pemimpin Perancis dan Erdogan, yang disebut-sebut ingin mengembalikan kejayaan Ottoman.

Baca juga: Yunani Meradang Dibikin Turki, Erdogan Kirim Kapal Survei ke Laut Mediterania

Baca juga: Ambisi Neo Ottoman di Bawah Recep Tayyip Erdogan, Turki Bisa Guncang China di Asia Tengah

Pemerintahan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memiliki visi untuk menghidupkan kembali Kekaisaran Ottoman kuno
Pemerintahan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memiliki visi untuk menghidupkan kembali Kekaisaran Ottoman kuno (Twitter)

Marahnya Erdogan dilaporkan pada Sabtu (24/10/2020), setelah Macron mengumumkan akan menerapkan pengawasan sekolah lebih ketat dan kontrol lebih baik atas pendanaan masjid dari luar negeri.

Baca juga: Disahkan Presiden Erdogan Jadi Masjid, Ini 5 Fakta Hagia Sophia, Apa Masih Terbuka untuk Wisatawan?

Baca juga: Erdogan Ubah Museum Hagia Sophia di Turki Menjadi Masjid, UNESCO Langsung Protes

Atas kebijakan itu  Erdogan mengatakan Marcon perlu "periksa mental."

"Apa yang bisa dikatakan tentang seorang kepala negara yang memperlakukan jutaan anggota dari kelompok agama yang berbeda seperti ini.

Baca juga: Barat Kecewa, Turki Ubah Hagia Sophia dari Museum Jadi Masjid, Erdogan Sebut Urusan Internal

Pertama-tama, lakukan pemeriksaan mental," kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi seperti yang dilansir dari AFP pada Sabtu (24/10/2020).

Macron mencanangkan untuk mempertahankan nilai-nilai sekuler negaranya dari Islam radikal, yang membuat marah pemerintah Turki.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. (Via Tribunnews Wiki)

Macron mengumumkan akan menerapkan pengawasan sekolah yang lebih ketat dan kontrol yang lebih baik atas pendanaan masjid dari luar negeri.

Pada awal Oktober, Macron menggambarkan Islam sebagai agama "dalam krisis" di seluruh dunia dan mengatakan pemerintah akan mengajukan rancangan undang-undang pada Desember, untuk memperkuat undang-undang 1905 yang secara resmi memisahkan gereja dan negara di Perancis.

Baca juga: Presiden Erdogan Ubah Status Hagia Sophia Jadi Masjid, Rusia Beranggapan Turki Ada Masalah Internal

Baca juga: Fakta Sejarah Erdogan Gagal Dikudeta, Militer Turki Kirim Pesan ke Eropa yang Pernah Dihajar di PD I

"Islam adalah agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia saat ini.

Kami tidak hanya melihat ini di negara kami," katanya, seperti yang dilansir dari Al Jazeera pada Jumat (2/10/2020).

Baca juga: Presiden Erdogan Murka Perancis Ikut-ikutan di Konflik Yunani: Jangan Main-main dengan Turki

Macron mengatakan langkah pembentukan undang-undang ditujukan untuk mengatasi masalah tumbuhnya "radikalisasi" di Perancis dan meningkatkan "kemampuan kami untuk hidup bersama".

Turkish President, Recep Tayyip Erdogan.
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (kompas.com)

"Sekularisme adalah dasar dari persatuan Perancis," dia menegaskan, tetapi menambahkan bahwa tidak ada gunanya menstigmatisasi semua Muslim yang beriman.

Baca juga: MEMBARA! Konflik Berdarah Azerbaijan Vs Armenia Picu Keterlibatan Turki, Perancis dan Rusia

Undang-undang mengizinkan orang untuk menganut agama apa pun yang mereka pilih, kata Macron, tetapi tampilan luar dari afiliasi keagamaan akan dilarang di sekolah dan layanan publik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved