Kamis, 23 April 2026

BATAM TERKINI

Kepala Rutan Batam Banjir Telepon, Merasa Terteror Imbas Kematian Siprianus

Kepala Rutan Batam mengaku hampir setiap minggu dapat telepon hingga WhatsApp dari pihak yang mengaku keluarga Sipianus warga binaan yang meninggal.

TRIBUNBATAM.id/PERTANIAN SITANGGANG
Kepala Rutan kelas IIA Barelang Batam Yan Patmos Purba. Ia merasa terteror dari pihak yang mengaku keluarga warga binaan meninggal dunia, Siprianus, Sabtu (10/4/2021) lalu. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepala Rutan Kelas II A Batam, Yan Patmos Purba merasa terteror.

Itu terkait kematian salah seorang warga binaan Siprianus Apiatus.

Yan mengaku hampir setiap minggu mendapat telepon hingga melalui WhatsApp dari pihak yang mengaku perwakilan keluarga pria 27 tahun itu.

Siprianus diketahui meninggal setelah sempat mendapatkan perawatan kurang lebih dua jam di RSUD Embung Fatimah, Sabtu (10/4/2021) lalu sekira pukul 10.00 WIB.

Sebulan setelah kematiannya, penyidik Polsek Sagulung menetapkan tiga warga binaan Rutan Batam sebagai tersangka pengeroyokan yang berujung meninggalnya Siprianus.

Tersangka pertama yakni Muhammad Yandi sebagai Kepala Kamar kasus pencurian pecah kaca.

Ia diketahui sebagai pelaku utama dari kasus ini.

Baca juga: Rutan Batam Dapat Penghargaan dari Pemko, Kolaborasi Bangun Ruang Sidang Online

Baca juga: Sisihkan Gaji, Pegawai Rutan Kelas IIA Batam Bantu Warga Terdampak Pandemi Covid

Sementara dua warga binaan lainnya yakni Rinaldo Putra, terlibat karena ikut memukul.

Yang bersangkutan mendekam di Rutan atas kasus pencurian.

Lalu satu pelaku lainnya adalah Adi Saputra als Adi juga terjerat kasus pencurian.

"Tidak tahu apa maksudnya, yang mereka tanyakan mengenai kematian mendiang Siprianus.

Padahal kasusnya sudah ditangani polisi, bahkan saat ini berkas penyidikan sudah dikirim ke kejaksaan," katanya, Kamis (14/10/2021).

Yan mengatakan, pihaknya selalu terbuka terhadap perkara ini.

Mulai dari awal kejadian sampai sekarang.

Bahkan, pihaknya juga sudah memberikan keterangan secara rinci kepada pihak kepolisian.

"Kami juga sudah dipanggil oleh Ombudsman.

Bahkan, pimpinan kita mulai dari kepala divisi, kepala kanwil sudah melakukan pengecekan langsung ke Rutan Kelas II A Batam," ujarnya lagi.

Kejari Batam sebelumnya memastikan kasus dugaan penganiayaan berujung kematian Siprianus Apiatus di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Batam berlanjut.

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Wahyu Octaviandi mengungkapkan, pihaknya telah menerima berkas perkara tiga tersangka kasus tersebut.

"Berkas sudah masuk, sekarang masih diteliti.

Nanti akan diputuskan, kalau sudah lengkap akan dikabari," tegas Wahyu kepada Tribun Batam, Selasa (11/10/2021) lalu.

Baca juga: Kasus Kematian Siprianus Napi Rutan Batam Jadi Atensi Kejari Batam: Berkas Masih Diteliti

Baca juga: Kronologi Kematian Siprianus Apiatus Dari Rutan Batam, Pelaku Menendang Dada

Kasus ini, lanjut Wahyu, menjadi atensi serius pihaknya.

Sehingga, permasalahan berkas akan segera dirampungkan dalam waktu dekat.

Mengingat, kejadian di Rutan Batam beberapa waktu lalu itu ikut menyita perhatian banyak pihak.

"Kasus ini jadi prioritas kami. Animo masyarakat menyikapi kasus ini juga cukup besar kemarin," ujarnya.

ATENSI Kanwil Kemenkumham Kepri

Tidak hanya mendatangi Rutan Batam, perwakilan keluarga Siprianus sebelumnya juga didatangi Kanwil Kemenkumham di Kepri.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) Kepri Husni Thamrin memastikan, keluarga warga binaan yang meninggal di Rutan Batam mendapat perhatian dari Rutan.

Untuk memastikan hal tersebut, Kakanwil Kemenkumham Kepri, Husni Thamrin, didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kepri, Dwi Nastiti mengunjungi Rutan Batam, dan keluarga warga binaan.

Dalam kesempatan itu, Husni menjelaskan kedatangannya ke Rutan Batam untuk mengecek langsung, dan monitoring, kinerja pihak Rutan.

Selain itu melakukan silaturahmi dengan pihak keluarga mantan warga binaan.

Baca juga: Hasil Autopsi Siprianus Napi Rutan Batam, Kabid Dokkes Polda Kepri: Ada Luka di Leher

Baca juga: Sebelum Meninggal Dunia, Ini Kesaksian Rekan Sekamar Siprianus Warga Binaan Rutan Batam

"Kami mengucapkan turut berbela sungkawa atas meninggalnya warga binaan Rutan Batam yang terjadi beberapa minggu lalu," kata Husni.

Ia menjelaskan dari monitoring dan pengecekan kinerja Rutan Batam, semua sudah berjalan dengan baik.

"Kita juga sudah berbicara dengan keluarga Alm. mantan warga binaan Rutan Batam.

Kami juga bertemu bersama delapan orang, mulai dari ayah kandung Siprianus, saudaranya, ketua perkumpulan warga Nusantara, ketua Kupang, dan juga Fransiskus, serta perwakilan dari pengacara.

Semua tugas sudah dijalankan oleh Rutan Batam," kata Husni.

Ia mengatakan, tugasnya melakukan monitoring ke UPT paling bawah di KemenkumHAM, agar semua berjalan dengan baik.

"Apa yang menjadi tugas setiap UPT, ini yang kita tinjau," tegasnya.

Ia juga mengakui, kehadirannya melakukan monitoring untuk menjawab setiap informasi yang masuk ke Kemenkumham.

"Jadi kita tidak ingin berita yang kita terima hanya dari satu sumber, kita cek, kita pastikan agar tidak terjadi bias," kata Husni.

Kronologi Kematian Siprianus Apiatus Dari Rutan Batam

Sebelumnya diberitakan, kematian seorang warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Batam Siprianus Apiatus Bin Philipus akhirnya terungkap.

Sebulan setelah kematiannya, polisi menetapkan tiga warga binaan Rutan Batam sebagai tersangka pengeroyokan yang berujung meninggalnya Siprianus.

Baca juga: Keluarga Tempuh Jalur Hukum, Pastikan Penyebab Kematian Warga Binaan Rutan Batam Siprianus

Baca juga: Sebelum Meninggal Dunia, Ini Kesaksian Rekan Sekamar Siprianus Warga Binaan Rutan Batam

Tersangka pertama yakni Muhammad Yandi sebagai Kepala Kamar kasus pencurian pecah kaca.

Ia diketahui sebagai pelaku utama dari kasus ini.

Sementara dua warga binaan lainnya yakni Rinaldo Putra, terlibat karena ikut memukul.

Yang bersangkutan mendekam di Rutan atas kasus pencurian.

Lalu satu pelaku lainnya adalah Adi Saputra als Adi juga terjerat kasus pencurian.

Siprianus menghembuskan napas terakhirnya setelah mendapatkan perawatan dua jam di RSUD Embung Fatimah, Sabtu (10/4/2021).

Mulanya, Siprianus diduga mengalami penyakit lambung.

Ia sempat menjalani perawatan di klinik Rutan Kelas IIA Barelang Batam.

Kemudian dari hasil visum dan autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, ditemukan ada tanda kekerasan yang membuat organ di dalam tubuh Siprianus tidak berfungsi hingga menyebabkan kematiannya.(TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah/Ian Sitanggang)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved