Rabu, 3 Juni 2026

BATAM TERKINI

Warga Batam Cemas Kabar Premium Berhenti Bulan Ini, Apa Kata Disperindag?

Disperindag Batam dan Pertamina hari ini menggelar rapat saat munculnya kabar jika distribusi premium bakal berhenti bulan ini.

Tayang:
TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Antrean kendaraan bermotor di salah satu SPBU Batam, Rabu (21/7/2021). Muncul kabar jika distribusi premium akan berhenti pada bulan ini. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah warga Batam, Provinsi Kepri cemas.

Itu setelah beredar kabar jika distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premiun akan dihentikan per tanggal 24 Oktober 2021 .

Informasi tersebut didapatkan masyarakat dari petugas salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di Kecamatan Sekupang.

"Tadi kebetulan saya isi bensin di SPBU Sekupang, info dari mereka bahwa bensin akan dihentikan penyalurannya pertanggal 24 Oktober nanti," kata seorang warga Batuaji, Charles, Selasa (19/10/2021).

Charles, mengatakan sejak dihentikannya pendiatribusian premiun ke SPBU yang ada di Batuaji dan Sagulung, warga yang ingin mendapatkan premium harus ke Sekupang dan juga Batam Centre.

Di tempat terpisah Murni warga Batuaji lainnya mengaku sudah mendapatkan informasi tersebut.

"Kalau kita ke SPBU ada juga mereka cerita.

Baca juga: Pelangsir Berkeliaran, Beli Premium di Batam Bakal Pakai Kartu Kendali Lagi

Baca juga: Disperindag Batam Amankan 12 Kendaraan Pelangsir BBM Jenis Premium

Saat kita tanya masalahnya mereka juga mengaku tidak tahu," ungkapnya.

Dia mengatakan informasi yang mereka dapatkan Premiun akan diganti dengan minyak sejenis Pertalite.

Harga bahan bakar ini, lanjut Murni lebih mahal dari Premium namun di bawah Pertalite.

Mengenai informasi ini, Kadisperindag Batam Gustian Riau belum mendapat informasi tersebut.

"Mungkin bisa ditanyakan langsung ke Pertamina.

Kebetulan kami mau rapat juga dengan Pertamina,"sebut Gustian.

Dia juga mengatakan belum tahu apa yang akan dibahas oleh Pertamina di dalam rapat nanti.

Gustian Riau mengungkap jika kuota Premium di Batam masih tersisa 88 kiloliter.

"Nantilah kami rapat dulu, belum tahu apa yang akan dibahas," katanya.

BUNTUT Pelansir BBM Subsidi?

Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, khususnya premium sebelumnya menjadi sorotan.

Itu setelah Disperindag Batam bersama Pertamina dan Satpol PP sidak ke sejumlah SPBU.

Di sana, mereka menemukan sejumlah pelansir BBM bersusidi.

Baca juga: Modifikasi Tangki BBM, 2 Mobil Pelangsir Masih Ditahan PPNS Batam

Baca juga: Wawako Batam Dorong Kartu Kendali BBM Digunakan Lagi, Tangani Pelangsir Minyak

Modusnya pun beragam. Mulai dari menggunakan sepeda motor dengan kapasitas tanki minyak yang besar.

Hingga memodifikasi tanki mobil agar bisa menyimpan lebih banyak BBM bersubsidi.

Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengungkap alasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam yang gencar menyidak pelansir BBM bersubsidi.

Menurut Amsakar, sidak dilakukan lantaran pihak Pertamina berencana mengganti BBM dari jenis premium ke Pertalite.

Sementara setelah dilakukan analisa oleh Disperindag Batam, ternyata BBM jenis Premium ini masih tersisa 87 kiloliter.

"Stok ini diestimasi akan habis sampai dengan Desember 2021 mendatang," kata Amsakar, Jumat (8/10/2021).

Mengingat suasana Covid-19 dan premium masih tersisa, Disperindag Kota Batam mengusulkan ke Pertamina untuk melakukan peninjauan kembali terhadap kebijakan itu.

Dengan adanya kebijakan memberlakukan pertalite ini, maka banyak orang yang memburu BBM jenis premium.

Baca juga: Disperindag Batam Amankan 12 Kendaraan Pelangsir BBM Jenis Premium

Baca juga: Pemkab Lingga Usulkan Kuota BBM Subsidi 2022 Lewat Pertamina Kepri, Ini Rinciannya

Amsakar Achmad berharap agar Pertamina melakukan sosialisasi dan edukasi yang baik kepada masyarakat.

Agar jangan ada kecemasan tentang ketersediaan stok.

Ia optimis Disperindag dan Pertamina bisa mengurai persoalan ini.

"Kalau seandainya tak ada proses, maka warga akan terkejut.

Saya setiap kali memantau, bangun tidur ada berita terkait antrean BBM," katanya.

Ia juga menceritakan kisahnya pernah menjabat sebagai Kadisperindag Batam, Gustian Riau.

Dimana ia pernah membuat kebijakan kartu Brizzi.

Sehingga pelansir tak bisa berputar-putar mengisi BBM premium.

Mencegah hal ini terjadi berkesinambungan, Disperindag diharapkan membuat kembali kartu kendali.

Apalagi saat ini fungsi dari Disperindag Kota hanya monitoring.

"Sekarang sudah di handle provinsi. Kewenangan di kota tak ada lagi," katanya.(TribunBatam.id/Ian Sitanggang/Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved