Minggu, 19 April 2026

BERITA SINGAPURA

Singapura Diamuk Corona, Kasus Harian Covid-19 Tembus 5.324

Kasus baru covid-19 yang menembus angka 5.324 di Singapura terhimpun hingga Rabu (27/10).

ROSLAN RAHMAN / AFP
Kementerian Kesehatan Singapura mencatat kasus harian covid-19 menembus angka 5.324 hingga Rabu (27/10). Foto pekerja kantor berjalan keluar saat istirahat makan siang di kawasan bisnis keuangan Raffles Place di Singapura pada 5 Agustus 2021. 

Meskipun pandemi covid-19 di Indonesia sudah sangat rendah, tetapi tidak ada yang tahu bulan depan,” katanya.

Serene Yap yang berasal dari Johor Bahru mengatakan, aturan harus menjalani karantina selama 10 hari di rumah masih menjadi masalah, terutama untuk membali bekerja.

“Saya bekerja di perusahaan ritel yang tentu saja saya tidak bisa tinggal di rumah selama itu.

Itu hanya habis untuk cuti,” katanya.

Baca juga: 217 PMI Tiba di Batam dari Singapura dan Malaysia Jumat, 1 di Antaranya Terpapar Covid

Baca juga: Dekat Singapura Malaysia, Tanjung Pinang Diminta Waspada Penyakit Hewan

Seperti dilansir Tribun Batam dari Channel News Asia, Singapura juga mengumumkan negara yang masuk Kategori IV yang wajib karantina di fasilitas khusus.

Negara tersebut adalah Bangladesh, Myanmar, Pakistan, Nepal, India, dan Sri Langka.
Selain karantina 10 hari, pendatang tersebut juga harus divaksinasi lengkap.

Mereka juga tidak perlu menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) saat kedatangan.

Namun, mereka akan dites PCR sehari sebelum masa karantina habis.

Pengumuman ini menambah pelonggaran Singapura setelah sebelumnya juga memberi kelonggaran terhadap pekerja dan pelajar untuk memasuki Singapura dengan "cara yang aman dan terkalibrasi" mulai 1 November.

Syaratnya, mereka harus vaksinasi penuh sebelum kedatangan.

Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengatakan, pembatasan sebelumnya diberlakukan untuk mencegah kasus impor masuk ke negara itu.

Baca juga: Selain Kepri, Menko Luhut Sebut Bali Siap Buka Pintu Turis 19 Negara Minus Singapura

Baca juga: SINGAPURA Belum Izinkan Warganya Masuk Batam, Pemko Bidik Wisman Negara Lain

"Sekarang situasinya telah berubah," katanya.

“Setelah melalui gelombang transmisi besar selama berbulan-bulan, situasi pandemi di banyak negara telah stabil.

Beberapa di antaranya bahkan lebih rendah dari Singapura. Jadi, kita bisa membuka jalur perjalanan dengan negara-negara ini dengan aman.

”Terkait vaksin, Singapura juga tidak akan melakukan pembedaan, termasuk vaksin Sinovac yang sebelumnya ditolak oleh banyak negara.

Kini, kata Ye Kung, Sinovac juga dimasukkan dalam program vaksinasi nasional Singapura.

Pelonggaran tersebut juga melihat situasi di dalam negeri Singapura sendiri, terutama kebutuhan pekerja dari luar.

Termasuk pekerjaan informal, seperti asisten rumah tangga.

“Ini akan mengurangi tingkat stres banyak keluarga di Singapura,” katanya.(TribunBatam.id)(Kontan.co.id)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Singapura

Sumber: Kontan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved