Jumat, 5 Juni 2026

Polisi Jadi Korban Penganiayaan Sekelompok Ormas Gegara Rental Truk

Anggota Polri menjadi korban penganiayaan sekelompok ormas. Permasalahan dipicu kisah rental truk. Kok bisa?

Tayang:
TribunBatam.id/Istimewa
Kondisi mobil Edi Susanto, suami Polwan Aiptu Surya Ningsih yang rusak setelah dihadang oleh sejumlah anggota ormas di Jalan Setia Budi, Perumahan Kalpatara Indah, Kelurahan Helvetia Timur, Kecamatan Medan Helvetia, Jumat (22/10/2021). 

"Selisih berapa lagi, kan sudah sepakat, si DK juga yang bilang sepakat. Jadi saya pun pulang," katanya.

Namun, saat itu ia diikuti oleh anggota ormas ini sampai rumah. Di rumah, mereka saling cekcok.

Tak lama, dua orang karyawannya datang dan terjadilah perkelahian antara karyawannya dengan anggota Ormas itu.

Karena terjadi keributan, ia pun mencoba melerai keributan dan mengusir anggota Ormas itu.

"Cabutlah orang itu. Saya berpikir pasti buat laporan polisi mereka. Jadi hubungi adik saya yang polisi. Konsultasi saya melalui telepon sama dia," katanya.

Kemudian, usai menghubungi adiknya yang berdinas di Polsek Medan Timur itu, ia putuskan untuk bertemu dengannya di Kantor.

"Jumpalah kami di kantor, ceritalah sama dia terkait masalah ini," sebutnya.

Sedang asyik bercerita, tiba-tiba istrinya yang berdinas di Kantor Samsat Putri Hijau memberi kabar bahwa rumahnya diserang oleh puluhan orang.

Mendapat kabar itu, ia bersama adiknya langsung pulang menuju rumahnya.

"Pukul 21.56 WIB masuk telepon dari istri, bilang di rumah sudah ramai, diserang orang. Begitu mau masuk komplek, saya lihat sudah ramai, padat komplek saya mobil semua penuh," tuturnya.

Baca juga: NGAKU Kena Begal dan Lapor Polisi, Seorang Pria di Batam Justru Dibui, Ini Sebabnya

Baca juga: Seorang Istri di Bekasi Dianiaya Suami hingga Tewas, Polisi Temukan Surat dari RSJ

Melihat keadaan itu, ia mencoba menepi di jalan komplek rumahnya. Saat itu ia juga mendengar adanya dua kali letusan senjata api.

"Jadi mereka sudah siap merusak rumah. Saya buka kaca mobil saya dengar dua kali letusan senjata api," katanya.

Usai melakukan pengerusakan, puluhan mobil ini keluar dari kawasan kompleknya. Nahas, ketika keluar salah satu dari mereka mengenali mobil Edi, sehingga mobilnya diserang secara membabi buta.

Tak hanya itu, adiknya juga ikut menjadi sasaran puluhan orang ini.

"Langsung nyerang saya, mobil hancur. Pakai samurai, ditombak juga mobil saya tapi saya menghindari. Saya lihat adik saya sudah di kejar pakai kelewang," pungkasnya.(TribunBatam.id) (Tribun-Medan.com/Alfiansyah)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Penganiayaan

Sumber: TribunMedan.com

Sumber: Tribun Batam
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved