BERITA CHINA
China Disebut Lancarkan Jebakan Utang ke Negara Miskin, Tiongkok Bereaksi Keras!
China menghadapi tuduhan serius dari sejumlah negara barat tentang jebakan utang ke negara miskin. Tiongkok pun bereaksi keras terkait hal itu.
Menurut dia, justru lembaga keuangan dan negara kreditor lain yang melancarkan diplomasi jebakan utang dengan memberikan kredit namun dengan maksud terselubung.
Maoming sendiri tak secara eksplisit menyebut negara-negara kreditor tersebut.
Tak hanya ekonomi, banyak kerja sama China dengan Afrika di berbagai bidang yang difasilitasi dari FOCAC dan tentunya saling menguntungkan.
"Beberapa tahun yang lalu, ketika menangani masalah utang Afrika, negara-negara tertentu memasang banyak ikatan politik dan menetapkan standar dan ambang batas yang sulit dipenuhi oleh banyak negara Afrika. Upaya mereka untuk mencampuri Afrika dengan memanfaatkan masalah utang telah banyak dikritik oleh negara-negara Afrika. China tidak pernah absen dalam hal mendukung Afrika. China akan terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara Afrika serta menyelesaikan masalah utang melalui konsultasi persahabatan," kata Maoming lagi.
Ia melanjutkan, pemerintah China seringkali dituduh memiliki agenda terselubung dari pinjaman-pinjaman yang dikucurkan di Afrika.
Padahal, banyak negara yang sudah terbantu dengan utang dari negaranya.
“Dua puluh tahun sejak didirikan, FOCAC telah melakukan perjalanan yang luar biasa. Di bawah upaya bersama yang dilakukan oleh China dan Afrika selama dua dekade terakhir, FOCAC telah tumbuh menjadi lembaga yang penting dan dinamis bagi China dan Afrika untuk melakukan dialog kolektif serta mekanisme yang efektif untuk kerja sama praktis, dan mewakili bendera penting bagi Selatan," ucap dia.
Pemberian utang negara itu kepada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah meningkat tiga kali lipat selama satu dekade terakhir.
Totalnya mencapai 170 miliar dollar AS atau sekitar Rp 2,446 triliun pada akhir 2020.
Namun, komitmen utang China kemungkinan lebih besar dari jumlah itu.
Cadangan devisa China pun disebut-sebut merupakan yang terbesar di dunia.
Baca juga: China Bidik Pulau Bintan Kepri, Kucurkan Dana USD 1,76 Miliar Garap Bisnis Strategis
Baca juga: Ambisi China Garap Proyek Matahari Buatan Selain Militer dan Ekonomi
Pada bulan Desember 2021 lalu, cadangan devisa China naik melebihi perkiraan.
Data resmi yang dilansir Reuters pada Jumat (7/1/2022) menyebutkan, cadangan devisa China bertambah US$ 27,78 miliar menjadi US$ 3,25 triliun pada Desember 2021.
Jumlah cadangan devisa China ini lebih tinggi dibandingkan perkiraan senilai US$ 3,23 triliun dalam jajak pendapat analis Reuters dan US$ 3,22 triliun pada November 2021.
Akibat Aksi Keras China China tercatat memegang 62,64 juta troi ons emas halus pada akhir Desember 2021, tidak berubah dari akhir November 2021.