Sabtu, 13 Juni 2026

Main HP Dilarang, Amankah Buka Aplikasi MyPertamina saat Beli Pertalite

Per 1 Juli 2022 pemerintah melalui Pertamina akan melakukan uji coba pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite dan Solar dari aplikasi MyPertamina

Tayang:
otonesia.co.id
Ilustrasi larangan penggunaan ponsel di SPBU. 

TRIBUNBATAM.id - Per 1 Juli 2022 pemerintah melalui Pertamina akan melakukan uji coba pembelian Bahan Bakar Minyak atau BBM Pertalite dan Solar melalui aplikasi MyPertamina.

Dengan demikian masyarakat harus mengakses aplikasi atau situs MyPertamina lewat HP ketika hendak membeli Pertalite atau Solar.

Aturan ini bertujuan agar penyaluran BBM bersubsidi dapat tepat sasaran dan tidak sesuka hati seperti saat ini.

Namun muncul pertanyaan amankan menggunakan aplikasi MyPertamina di HP ketika membeli Pertalite dan Solar?

Sebab, selama ini seperti diketahui ada larangan penggunaan HP di area stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Menanggapi hal itu, peneliti dari Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi LIPI, Yuyu Wahyu mengatakan, secara teknis penggunaan aplikasi MyPertamina untuk membeli Pertalite dan Solar di pom bensin termasuk aman.

Sebab gelombang elektronomagnetik dari koneksi internet ini sangat kecil, sehingga secara teori tidak menimbulkan api.

"Setiap hari kita dihujani gelombang elektromagnetik dari BTS (4G/5G), satelit, TV terestrial, dengan frekuensi yang berbeda-beda," kata Yuyu.

Baca juga: Ternyata Ini Alasan Pertamina Tetapkan 11 Wilayah Wajib Daftar MyPertamina Beli Pertalite & Solar

Baca juga: Pertamina Bakal Terapkan Syarat Khusus Pembelian Pertalite dan Solar Buat 11 Daerah Ini

"Tetapi selama ini aman karena memang sinyalnya memiliki daya kecil, yakni -100 dBm (decibel-milliwatts). Itu nggak apa-apa. Kalau tidak aman, sudah kebakaran," lanjut Yuyu, Selasa (28/6/2022).

Dihubungi secara terpisah, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga (Sub Holding Commercial & Trading Pertamina) Putut Andriatno menjelaskan, larangan penggunaan HP di SPBU yang dimaksud hanya melakukan dan menerima panggilan telepon saja.

Pertamina menyampaikan bahwa pelarangan penggunaan HP di area SPBU sifatnya untuk mencegah pemakaian HP yang tidak bertanggungjawab, yang dapat menimbulkan keadaan darurat seperti percikan api.

"Dapat kami sampaikan, larangan penggunaan portable electronic product adalah untuk panggilan masuk atau keluar," ujar Putut dikutip dari kompas.com.

Yuyu sepakat dengan larangan itu. Sebab, ketika menerima atau melakukan panggilan telepon, ada transmisi besar yang dipancarkan atau diterima oleh ponsel.

Yuyu menegaskan, penggunaan aplikasi MyPertamina untuk membeli BBM di pom bensin ini pakai "mode" yang berbeda dengan aktivitas panggilan telepon yang dilarang tersebut.

"(Keduanya) berbeda. Kalo kita menelepon orang ada transmisi besar lewat BTS. Kalau scan barcode MyPertamina ini beda modenya dan tidak ada transmisi sinyal ke BTS," kata Yuyu.

Baca juga: VIRAL! Seorang Pria Terekam Video Bergelantungan di Belakang Truk Tangki Pertamina

Baca juga: Pertalite Geser Premium Jadi BBM Penugasan, Menkeu: Pemerintah Tunggak 109 Triliun ke Pertamina-PLN

"Jadi, menurut saya aman (menggunakan aplikasi MyPertamina untuk membeli BBM di SPBU)," pungkas dia.

Risiko percikan api dari baterai ponsel

Yuyu mengatakan, sebenarnya kasus kebakaran di pom bensin akibat ponsel ini jarang terjadi.

Meski demikian, dia tidak bisa menjamin bahwa penggunaan ponsel di area SPBU itu benar-benar aman dan bebas percikan api.

Sebab, menurut Yuyu, hingga kini belum ada penelitian empiris yang membuktikan bahwa penggunaan ponsel di area SPBU itu dapat menyebabkan kebakaran, atau sebaliknya, tidak menyebabkan kebakaran.

"Yang saya khawatirkan itu justru apinya itu timbul dari handphone. Mungkin ada bad contact di sekitar baterai, kemudian ada percikan api," kata Yuyu.

"Sedikit saja (ada percikan api) itu kan bisa memicu kebakaran, karena di area SPBU itu ada uap bensin," imbuh dia.

Untuk itu, Yuyu menyarankan pemerintah untmelakukan pilot test atau uji coba terkait penggunaan aplikasi MyPertamina di pom bensin dengan berbagai macam model ponsel yang ada di pasaran.

"Saya juga menyarankan Pertamina untuk melakukan riset dan sertifikasi soal keamanan penggunaan ponsel di area SPBU," kata Yuyu.

Pihak Pertamina mengungkapkan, penggunaan aplikasi MyPertamina bagi masyarakat yang akan membeli Pertalite sejauh ini sudah masuk dalam tahap kegiatan percontohan atau pilot project di beberapa SPBU dan akan dilanjutkan dengan uji coba.

Baca juga: Beli Pertalite di SPBU Dilarang Pakai Jeriken, Pertamina: Ada Sanksi

Baca juga: Pertamina Sebar Call Centre, Hubungi Jika Temukan Antrean SPBU saat Isi Bahan Bakar

Hal tersebut diungkapkan secara terpisah oleh anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman.

Saat ditanya soal kepastian kapan aturan beli Pertalite akan wajib menggunakan aplikasi MyPertamina, Saleh belum memberikan jawaban yang pasti.

Namun demikian, Saleh menjelaskan keputusannya akan melihat dari hasil pilot project yang sedang dilakukan oleh Pertamina.

"Kita tunggu hasilnya sekitar Juli sampai dengan Agustus 2022 ya," kata Saleh.

Saat ditanya soal mekanismenya seperti apa, pihak Pertamina juga belum bisa menjelaskan lebih lugas.

Namun dipastikan akan ada sosialisasi dan pengguna kendaraan diminta untuk melakukan registasi lebih dulu.

.

.

.

(TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved