Selasa, 26 Mei 2026

KESEHATAN

7 Penyebab Sering Lapar, Awas Stres dan Diabetes

Beberapa kasus ditemukan seseorang yang makan lebih tiga kali sehari. Biasanya orang seperti ini selalu merasa lapar dan akan memakan apa yang tampak

Tayang:
FREEPIK.COM
Ilustrasi - Beberapa kasus ditemukan seseorang yang makan lebih tiga kali sehari. Biasanya orang seperti ini selalu merasa lapar dan akan memakan apa yang tampak 

TRIBUNBATAM.id - Idealnya setiap hari seseorang makan tiga kali, yakni pada pagi, siang dan malam.

Tetapi pada beberapa orang ada yang merasa selalu kenyang dan menyunat jatah sarapan atau makan paginya.

Namun, beberapa kasus ditemukan seseorang yang makan melebihi tiga kali sehari.

Biasanya orang seperti ini selalu merasa lapar dan akan memakan apa saja menu yang ada di meja makan.

Tahukan Anda, bahwa perasaan sering lapar bisa disebabkan karena beberapa masalah kesehatan, yakni:

1. Diabetes

Mudah lapar atau polifagia bisa saja menjadi gejala atau kondisi yang diderita pasien diabetes.

Penyakit diabetes membuat tubuh mengalami masalah dalam memproduksi dan memanfaatkan insulin sehingga glukosa tidak tersalurkan menjadi energi.

Penyakit diabetes juga menyebabkan senyawa kimia pembawa pesan antar sel saraf di dalam otak atau neurotransmitter terganggu.

Kondisi ini menyebabkan rasa lapar terus menerus pada pasien diabetes.

Baca juga: Ini Sederet Bahaya Mengonsumsi Mentega secara Berlebihan bagi Kesehatan Tubuh

Baca juga: KETAHUI Manfaat Royal Jelly bagi Kesehatan dan Kecantikan, Nutrisi dan Kegunaannya

2. Hipoglikemia

Hipoglikemia merupakan kondisi saat gula darah terlalu rendah.

Kondisi ini paling sering terjadi pada penderita diabetes, namun dapat pula menyerang orang sehat.

Dilansir dari Mayo Clinic, hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah seseorang berada di bawah ambang batas normal.

Seseorang bisa disebut mengalami hipoglikemia jika hasil pengukuran kadar gula darah puasanya berada di bawah 70 mg/dL.

Selain mudah lapar, berikut gejala lain hipoglikemia:

  • pusing
  • susah konsentrasi
  • gemetar
  • berkeringat
  • perubahan kepribadian

3. Hipertiroidisme

Ini merupakan kondisi saat tiroid (kelenjar penghasil hormon yang mengontrol banyak fungsi tubuh) bekerja terlalu cepat.

Salah satu fungsi hormon tiroid adalah mengontrol metabolisme, sehingga napsu makan bisa meningkat jika hormon tiroid terlalu banyak.

Beberapa gejala hipertiroidisme yaitu: sering atau mudah berkeringat berat badan turun secara tiba-tiba gugup rambut rontok sulit tidur.

Baca juga: Jangan Sepele Makan Tempe, Ini 5 Manfaatnya untuk Kesehatan

Baca juga: Jarang Sikat Gigi di Malam Hari, Awas Terkena 6 Masalah Kesehatan Ini

4. Sindrom pramenstruasi (PMS)

Perubahan hormon terkait siklus bulanan wanita dapat meningkatkan rasa lapar sebelum menstruasi.

Lonjakan estrogen dan progresteron, serta penurunan serotonin menimbulkan keinginan yang kuat untuk konsumsi makanan berkarbohidrat dan lemak.

Gejala PMS lainnya yaitu: perubahan suasana hati mudah marah perut kembung lelah berkepanjangan diare.

5. Kurang tidur

Kurang tidur dapat mempersulit tubuh mengontrol kadar hormon yang mengatur rasa lapar.

Selain merasa sangat lapar, seseorang yang kurang tidur mungkin membutuhkan makanan berkalori.

Gangguan tidur seperti sleep apnea juga mengakibatkan seseorang makan lebih banyak dari biasanya.

Kurang tidur juga membuat Anda mengalami masalah memori, kantuk di siang hari, dan kelelahan.

6. Pola makan yang tidak sehat

Konsumsi makanan berkarbohidrat dan lemak yang tidak sehat, seperti makanan cepat saji bisa mengakibatkan seseorang tidak merasa puas atau merasa terus lapar.

Makanan cepat saji cenderung kurang nutrisi.

Baca juga: Lakukan 5 Cara Ini untuk Menjaga Kesehatan Ginjal, Termasuk Jaga Pola Makan

Baca juga: Bikin Keriput, Inilah 4 Dampak Kurang Tidur pada Kesehatan Kulitmu

Makanan tersebut mungkin hanya nikmat di lidah tapi tidak mengandung serat dan protein. Untuk itu, cobalah konsumsi makanan sehat seperti:

  • buah-buahan segar dan sayuran
  • biji-bijian utuh
  • kacang polong
  • daging dan ikan tanpa lemak

7. Stres

Saat stres, tubuh melepaskan sejumlah hormon yang disebut dengan kortisol.

Pelepasan kortisol mengakibatkan seseorang mudah lapar.

Rasa lapar yang ekstrem saat Anda stres atau cemas, bisa saja merupakan respons emosional.

Hal itu lantas membuat seseorang menjadikan makanan sebagai pelampiasan dari emosi negatif, baik secara sadar maupun tidak.

Stres juga dapat menimbulkan gejala fisik lainnya, seperti:

  • kekurangan energi
  • sakit dan nyeri
  • insomnia
  • sering masuk angin
  • sakit perut.

Baca juga: Ini 6 Alasan Mengapa Mandi Air Dingin Baik untuk Kecantikan dan Kesehatan

Baca juga: KENALI 4 Pola Makan yang Cocok bagi Lansia untuk Menjaga Kesehatan dan Kebugaran

.

.

.

(TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved