TRIBUN BATAM PODCAST
Tribun Batam Podcast - Mengenal Terapi Hiperbarik dan Manfaatnya Buat Kesehatan
Dokter RS Awal Bros Batam, dr Mohamad Qurtubi All, Sp.PD mengulas terapi hiperbalik serta manfaatnya buat kesehatan.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menjaga kesehatan tentunya jadi harapan semua manusia.
Banyak cara yang dipilih agar tubuh tetap sehat.
Satu di antaranya ialah terapi hiperbarik.
Terapi apa itu?
Edisi Tribun Batam Podcast edisi Health and Beauty akan mengulasnya.
Dokter RS Awal Bros Batam, Mohamad Qurtubi All, Sp.PD, jadi narasumber dalam edisi kali ini.
Yuk, simak perbincangannya berikut ini!
TB: Pertama-tama, bisa perkenalkan sedikit tentang profil dokter!
D: Halo Tribuners, perkenalkan nama saya dokter Mohamad Qurtubi Ali, bidang penyakit dalam dari Rumah Sakit (RS) Awal Bros di Jalan Gadjah Mada dan juga Botania.
TB: Bisa ceritakan dulu riwayat perjalanan dokter sampai akhirnya menekuni spesialis penyakit dalam.
D: Benar-benar tak terduga, karena jadi dokter pun juga bukan niat saya sebenarnya.
Jangankan jadi spesialis, jadi dokter umum pun, saya mungkin alternatif, gara-gara saya menemani saudara saya juga.
Kebetulan saudara saya tersebut tinggal di Batam.
Waktu ada pembukaan masuk perguruan tinggi, disuruh ngikut ujian, coba masuk ke Kedokteran, eh ternyata malah tembus.
Akhirnya jadi terpaksa jadi dokter, hehe.
Baca juga: Cara Klaim Kacamata Pakai BPJS Kesehatan, Dapat Subsidi Dana Hingga Rp 330 Ribu
TB: Oke dok, kita bahas tema terapi hiperbarik, sebenarnya apa sih terapi tersebut?
D: Sebenarnya kalau untuk Hiperbarik itu sendiri bukan terapi baru.
Hiperbarik ini sendiri sebenarnya pengobatan paling alami yang pernah saya ketahui.
Rata-rata kita sering mendengar orang bilang, wah saya mau coba obat-obatan herbal nih, minum ini, minum itu, segala macam.
Nah, Hiperbarik ini jauh lebih herbal, jauh lebih alami dibandingkan dengan obat-obatan herbal.
Kenapa saya bilang begitu? Karena pengobatannya hanya menggunakan oksigen.
Kalau obat-obatan, jangankan obat-obatan ya, makanan saja orang ada alergi, lho.
Baca juga: Cara Pindah Faskes BPJS Kesehatan Lewat HP Hingga Care Center Tanpa ke Kantor
Obat-obatan herbal juga ada kemungkinan alergi.
Nah sekarang saya tanya, ada gak orang yang alergi sama oksigen?
Rasanya gak mungkin kan orang alergi sama oksigen, kita tahu kita hidup di dunia ini bernapas menggunakan oksigen.
TB: Apa yang membedakannya?
D: Nah pada Hiperbarik ini benar-benar hanya menggunakan oksigen.
Perbedaannya dengan yang lain, jadi dia ini ada dua prinsip.
Pertama, kita menggunakan oksigen tapi kita menggunakannya dengan oksigen murni, 100 persen oksigen.
Prinsip kedua, pengobatannya itu dalam ruangan bertekanan khusus, kenapa begitu? karena pada prinsip ini justru tekanannya yang digunakan.
Baca juga: BPJS Kesehatan dan Dinkes Tanjungpinang Pastikan Layanan Kesehatan Tetap di Saat Mudik
Jadi obatnya hanya menggunakan oksigen, tapi harus dalam tekanan tertentu, yaitu tekanannya itu ditingkatkan
Kita kasih gambaran begini.
Dalam ruangan, suhu normalnya itu 1 ATM (atmosfer absolut). Nah pada ruangan khusus tersebut, tekanannya ditingkatkan.
Contoh mudahnya kayak kita menyelam, jadi kalau kita menyelam tekanan akan mengalami peningkatan terus.
Tentu muncul pertanyaan, lho bagaimana itu cara kerjanya, kok tekanan dijadikan pengobatan.
Prinsipnya adalah kalau dengan peningkatan tekanan, maka partikel gas akan semakin kecil volumenya, lalu partikel tersebut akan semakin padat.
Terapi yang kita gunakan adalah oksigen, jadi kita harapkan dalam terapi ini, oksigennya volumenya lebih kecil tapi lebih padat.
Artinya akan banyak oksigen yang akan didapatkan oleh tubuh.
TB: Dok, seperti apa ruangan bertekanan khusus dimaksud?
D: Jadi ruangannya itu memang dirancang dengan tekanan oksigen tertentu, dan memang ruangannya tersebut benar-benar khusus.
Baca juga: Mudik Tetap Bisa Akses Layanan Kesehatan di Kota Tujuan dengan BPJS Kesehatan, Begini Caranya
Ruangan ini ada beberapa jenis, ada yang hanya satu yang diperuntukan untuk satu orang individu saja, dan ada juga ruangan yang kita miliki bisa memuat lebih banyak orang, maksimal 6 orang.
Nantinya ruangan tersebut tekanan oksigennya akan dirubah, seperti itu prinsip kerjanya.
Ruangan tersebut memiliki bentuk seperti tabung gas, dimana kalau kita masuk ke dalamnya serasa berada di dalam tabung gas dimana materialnya digunakan khusus.
Hampir mirip saat kita masuk ke dalam ruangan pesawat terbang, kan ruangan di dalam pesawat itu serba tertutup.
Nah begitu juga ruangan khusus bertekanan dimaksud.
TB: Lebih spesifik, apa sih manfaat yang didapatkan dari terapi Hiperbarik ini?
D: Saya akan coba flashback ke sejarah munculnya terapi ini.
Kalau kita menengok sejarah, ini dulu pas zaman revolusi industri, sekitar tahun 1800-an, dimana bermunculan industri terbentuk.
Lalu munculah apa yang kita sebut polusi, dimana orang merasa tidak begitu nyaman menghirup udara, maka tercetuslah atau muncul suatu kondisi memberikan oksigen bersih kepada orang-orang di masa itu.
Baca juga: Ini Tips Berpuasa di Tengah Cuaca Panas Terik dari Kadis Kesehatan Batam
Makin lama kemudian makin berkembang kebiasaan tersebut.
Tapi kalau dulu perkembangannya hanya sampai kepada tahap hanya untuk ke para penyelam, dimana sebagian para penyelam menyelam di kedalaman lalu naik ke permukaan mendadak sakit-sakit.
Setelah diteliti ternyata para penyelam tersebut sakit karena naik ke permukaan terlalu cepat.
Jadi selama ini teknik pengobatan ini hanya diberikan kepada masalah-masalah tersebut.
Seiring perkembangan zaman, model pengobatan oksigen pada penyelam ini ternyata memiliki efek yang sangat baik bagi tubuh.
Karena pada prinsipnya tubuh kita memang membutuhkan oksigen. Penelitian terhadap itu sudah dilakukan berkali-kali.
TB: Lantas apa saja manfaatnya?
D: Pertama sistem terapi ini dapat memberikan oksigen jauh lebih baik.
Baca juga: Ini Tips Berpuasa di Tengah Cuaca Panas Terik dari Kadis Kesehatan Batam
Kita tahu, hampir semua penyakit, rata-rata disebabkan karena kadar oksigen yang berkurang.
Pada orang sakit, biasanya kemampuan mengikat oksigennya menurun.
Secara teori oksigen itu diikat oleh hemoglobin, lokasinya di eritrosit sel darah, di sini oksigen diikat.
Namun pengikatan oksigen oleh sel darah ini bisa tergantung kondisi tubuh pasien.
Dengan adanya terapi ini, maka bisa berlaku hampir untuk semua penyakit.
Tentu kita harus mengakui juga, pasti ada kontraindikasinya juga.(TribunBatam.id/Aminuddin)
Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News
| Polda Menyapa Awal 2026, Kabid Humas Polda Kepri Ajak Warga Kolaborasi Jaga Kamtibmas |
|
|---|
| BP Tanjungpinang: Dari Lahan Kosong menuju Pesaing Singapura, Target Rp90 Miliar per Tahun |
|
|---|
| Sinergi Pemerintah, Masyarakat dan Aparat dalam Menangkal TPPO di Provinsi Kepri |
|
|---|
| Kendaraan Lalu Lalang di Jalan Batam Tanpa Uji KIR, Apakah Ada Sanksi? |
|
|---|
| Tribun Batam Podcast Kupas Peran Kantor Wilayah Kementerian Hukum di Daerah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/Terapi-hiperbarik.jpg)