BATAM TERKINI
Warga Perumahan di Batam Ini Nyaris Adu Jotos dengan Pihak Developer Gegara Internet
Warga perumahan di Batam Kota nyaris adu jotos dengan pihak developer gegara masalah internet. Sebab pihak developer punya kerja sama dengan provider
Penulis: Ucik Suwaibah | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Warga Perumahan Paragon Hill, Kecamatan Batam Kota nyaris berkelahi dengan pihak developer gegara masalah internet. Sebelumnya, warga mengeluhkan koneksi internet yang melambat atau lelet selama beberapa bulan terakhir. Bahkan kadang jaringan internet tiba-tiba hilang.
Seorang warga perumahan, Asep mengatakan, selama 3 tahun ia menempati rumah tersebut baru 3 bulan terakhir ini jaringan internet di perumahannya lambat.
"Saya tinggal di perumahan ini sudah 3 tahun, 3 bulan terakhir ini lah jaringannya lelet. Tentu saja sangat mengganggu aktivitas dan pekerjaan, kasihan yang kerjanya berbasis online," ujar Asep, Kamis (9/5/2024).
Ia menuturkan tak hanya dirinya yang merasakan leletnya jaringan internet di perumahannya, warga lainnya juga.
Baca juga: Camat Sagulung Minta Pendirian Tower di Row Jalan Perumahan Rexvin Dihentikan
"Setiap bulan ada gangguan, komplain ditanggapi tapi tidak ada tindakan. Kami komplain ke provider internet direspons, namun tidak ada tindakan, makanya kami komplain ke developer," tambah Asep.
Ia menyebut, Perumahan Paragon Hill sebelumnya telah memiliki kerja sama eksklusif dengan sebuah provider jaringan internet.
"Ada kontrak eksklusif, kami tidak diperbolehkan melihat kontraknya berapa tahun. Jadi di perumahan kami tidak boleh masuk selain provider itu, kalaupun boleh masuk diperketat lah, susah. Artinya nggak boleh masuk lah yang lain," imbuhnya.
Asep juga mengungkap di cluster perumahan yang ia tempati ada sebanyak 40 kk yang terdampak, dan cluster lainnya bisa mencapai 100 kk.
"Bukannya kita enggak bisa beli internet lainnya, di tempat kami tak ada pilihan lain, cuma dari itu saja. Pernah kami coba pakai yang lain, namun tidak ada sinyalnya. Hanya provider itu saja yang bisa di perumahan kami," kata Asep.
Hingga pada akhirnya, Rabu (8/5/2024) lalu, perwakilan warga mendatangi developer untuk menanyakan solusi masalah yang dihadapi warga.
"Makanya kita datang ke developer, menanyakan solusi. Dan tanya kapan kemungkinan dibuka untuk akses yang lain, 3 bulan tidak ada solusi. Setelah kami datangi, diskusi, developer menegaskan bahwa oke, paling lambat bulan ini bisa masuk vendor lain," tutur Asep.
Baca juga: Developer Bantah Perjualbelikan Lahan Kosong di Perumahan Sagulung Batam, Ini Katanya
Kata Asep, solusi yang diberikan pihak developer ini pun juga bukan datang dari kesepakatan bersama. Namun sudah diputuskan sendiri dari pihak developer.
"Ketika ada solusi, solusi itu datang dari mereka, tidak pernah mengajak kami diskusi," kata Asep.
Saat dirinya dan warga lain telah siap komplain ke pihak developer, tak disangka salah satu orang dari developer mendatangi mereka dan nyaris terjadi perkelahian atau adu jotos.
"Jadi kemarin selesai diskusi, ada dari pihak developer yang tiba-tiba datang kayak ngajak kelahi. Mungkin dia tidak senang akibat komplain yang kita lakukan. Tapi untung tidak terjadi perkelahian," kata Asep.
Sementara itu, pihak developer perumahan Paragon Hill saat dikonfirmasi Tribun Batam, belum memberikan tanggapannya terkait hal ini.
(Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)
Ikuti artikel menarik Tribunbatam.id lainnya di Google News
Bawa Perlengkapan Khusus Tim DVI Polda Kepri Turun Investigasi Kontrakan Pasutri |
![]() |
---|
Oknum Polisi di Batam Ditemukan Tewas di Rumahnya, Diduga Korban Alami Sakit |
![]() |
---|
Pasutri di Batam Ditemukan Tewas di Rumah Kontrakan, Ternyata Baru Pindah Dari Jawa |
![]() |
---|
Kondisi Pasutri yang Tewas di Batam, Mulut Istri Berlumuran Darah, Suami Terikat Tali di Leher |
![]() |
---|
Dua Jenazah yang Ditemukan di Rumah Kontrakan di Batam Ternyata Suami Istri |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.