Berita Populer Hari Ini

Daftar 6 Berita Populer Kepri, Tangis Haru Nelayan Dapat Kumpul Lagi dengan Keluarga

Daftar 6 berita populer Kepri. Di antaranya tangis haru nelayan Kepri bisa kembali kumpul dengan keluarga setelah 2 bulan ditahan di Malaysia

Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah
Kamalia dan Wandi saat diwawancara Tribun Batam di atas KP Nipah saat bersandar di Pelabuhan Batuampar, Kamis (11/7/2024) terkait nelayan Kepri dipulangkan setelah ditahan di Malaysia 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Inilah daftar 6 berita populer Kepri, Jumat (12/7/2024).

Ada beberapa berita menarik perhatian pembaca Tribunbatam.id dalam beberapa jam terakhir ini.

Di antaranya, soal 16 nelayan Kepri dipulangkan ke kampung halamannya setelah 2 bulan lebih ditahan di Malaysia.

Berikutnya, lansia asal Batam terancam penjara seumur hidup gegara bawa narkoba di Bintan.

Lalu, bahagia 13 nelayan Lingga kembali kumpul dengan keluarga setelah ditahan di Malaysia.

Kemudian pisah sambut Kapolresta Barelang.

Berikutnya, tangis haru nelayan Lingga Kepri dapat berkumpul lagi dengan keluarga.

Dan, satu korban kecelakaan di Karimun meninggal dunia akibat pendarahan di kepala.

Pembahasan lengkapnya di bawah ini.

2 Bulan Lebih Ditahan di Malaysia, 16 Nelayan Kepri Dipulangkan Kekampung Halamannya

Pemulangan Para Nelayan di Pelabuhan Batuampar, Kamis (11/7/2024)
Pemulangan Para Nelayan di Pelabuhan Batuampar, Kamis (11/7/2024)(Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sebanyak 16 orang nelayan asal Kepulauan Riau (Kepri) dipulangkan dari negeri Jiran ke Batam pada Kamis (11/7/2024).

Kepala Zona Bakamla Barat, Laksamana Pertama Bakamla Bambang Trijanto mengatakan pihaknya telah menerima penyerahan dan menjemput belasan nelayan tersebut dari APMM kepada Bakamla RI.

"Penyerahan nelayan ini diterima dari pihak APMM oleh Bakamla dan dijembatani oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia (Komjen RI) di Johor menggunakan KP Nipah di laut perbatasan dengan Malaysia," ujar Kepala Zona Bakamla Barat, Laksmana Pertama Bakamla RI saat ditemui di Pelabuhan Batuampar.

Ia melanjutkan usai dilakukan penyerahan dan penjemputan, 16 nelayan tersebut kemudian diserahkan kepada PSDKP untuk pemulangan ke daerah asal.

Baca juga: Hotel Santika Batam Jadi TOP 50 Hotel Indonesia di Situs Panduan Perjalanan Terbesar Dunia


Baca Selengkapnya

Lansia Asal Batam Terancam Penjara Seumur Hidup Gegara Bawa Narkoba di Bintan

NARKOBA DI BINTAN - Lansia asal Batam bernama Fuad bin Hamdan digiring anggota Satresnarkoba Polres Bintan, Kamis (11/7/2024). Lansia 74 tahun itu terancam penjara seumur hidup setelah terbukti membawa sabu-sabu dan pil ekstasi dari Malaysia.
NARKOBA DI BINTAN - Lansia asal Batam bernama Fuad bin Hamdan digiring anggota Satresnarkoba Polres Bintan, Kamis (11/7/2024). Lansia 74 tahun itu terancam penjara seumur hidup setelah terbukti membawa sabu-sabu dan pil ekstasi dari Malaysia.(TribunBatam.id/Ronnye Lodo Laleng)

TRIBUNBATAM.id, BINTAN - Fuad bin Hamdan, seorang lansia asal Batam terancam penjara seumur hidup gegara membawa narkoba jenis sabu-sabu.

Tidak hanya sabu-sabu seberat 751,01 gram, pria berumur 74 tahun asal Kecamatan Galang, Kota Batam ini juga terbukti membawa 6 butir ekstasi saat prajurit TNI AL Tanjunguban menangkapnya.

Ketika itu, speedboat yang ia bawa berhasil dicegat oleh Lanal Bintan dan Satgas Gabungan TNI AL di perairan Selat Riau, sebelah utara Pulau Bintan pada akhir Juni 2024.

Fuad di Mapolres Bintan mengaku nekat membawa barang haram itu guna membayar utang puluhan juta Rupiah.

"Saya punya utang di bank Rp 20 juta dan Rp 15 juta di dealer motor," ujarnya saat di Mapolres Bintan, Kamis (11/7/2024).


Baca Selengkapnya

Bahagia 13 Nelayan Lingga Kembali Kumpul dengan Keluarga Setelah Ditahan Malaysia

Nelayan asal Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri dipulangkan setelah ditahan karena tak sengaja melewati batas wilayah perairan Malaysia saat berlayar mencari ikan, Kamis (11/7/2024).
Nelayan asal Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri dipulangkan setelah ditahan karena tak sengaja melewati batas wilayah perairan Malaysia saat berlayar mencari ikan, Kamis (11/7/2024).(TribunBatam.id/Istimewa)

TRIBUNBATAM.id, LINGGA - Ruslan, seorang nelayan Lingga mengaku bahagia bisa bertemu kembali dengan keluarganya setelah sempat ditahan otoritas keamanan Malaysia.

Pria 48 tahun asal Desa Tajur Biru itu merupakan satu dari 13 nelayan Lingga yang ditahan keamanan negeri jiran hingga dua bulan lebih lamanya.

Mereka ditahan pihak keamanan Malaysia karena melewati perbatasan wilayah Malaysia saat berlayar.

“Alhamdulillah, terima kasih kepada seluruh pihak telah memulangkan kami, karena keluarga kami selama ini tidak tahu apakah kami masih ada atau tidak,” ucap Ruslan, Kamis (11/7/2024).

Titik terang mereka bisa kembali bertemu dan berkumpul dengan keluarga setelah Badan Keamanan Laut (Bakamla), Kepala Dinas Perikanan Lingga, Sutarman bersama Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dan keluarga turut menjemput 13 nelayan tersebut beserta kapalnya di Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).


Baca Selengkapnya

Polresta Barelang Gelar Farewell Parasa Pisah Sambut Kapolres, Semua Anggota Terharu

Prosesi Pedang Pora Farewell Kapolresta Barelang, Kamis (11/7/2024)
Prosesi Pedang Pora Farewell Kapolresta Barelang, Kamis (11/7/2024)(Tribunbatam.id/Istimewa)

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Polresta Barelang gelar upacara apel Farewell Parade Pisah sambut Kapolresta Barelang dari Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto kepada Kombes Pol Heribertus Ompusunggu di halam Mapolresta Barelang, Kamis (11/7/2024).

Pada apel Farewell parade tersebut, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto mengatakan teruslah menjaga kekompakan seluruh personel Polresta Barelang.

"Personel Polresta Barelang ini saya yakin sudah militan semua, anggota sudah paham apa yang menjadi tupoksi sehingga tinggal diarahkan saja," ujar Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto.

Ia menyebut selama bertugas 2,6 tahun bersama dengan seluruh personelnya telah bekerja sama dengan baik dan menyelesaikan seluruh permasalahan di Kota Batam dengan baik.

Baca juga: Sertijab Kasat hingga Kapolsek di Polresta Barelang, AKP Giadi Nugraha Jabat Kasatreskrim


Baca Selengkapnya

Tangis Haru Nelayan Lingga Kepri Dapat Berkumpul Lagi Dengan Keluarga

Kamalia dan Wandi saat diwawancara Tribun Batam di atas KP Nipah saat bersandar di Pelabuhan Batuampar, Kamis (11/7/2024).
Kamalia dan Wandi saat diwawancara Tribun Batam di atas KP Nipah saat bersandar di Pelabuhan Batuampar, Kamis (11/7/2024).(Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Lebih dari 2 bulan terpisah dengan keluarganya, Kamalia menangis harus berjumpa kembali dengan sang anak saat tiba di Pelabuhan Batuampar, Kota Batam, pada Kamis (11/7/2024).

Dengan wajah berseri-seri dari atas kapal melihat sang anak di daratan, wanita berusia 60 an tahun itu tampak melambaikan tangan kepada anaknya.

Beberapa kali ia mengusap air mata, saat melihat sang anak yang jauh jauh dari Kabupaten Lingga menjemputnya ke Batam.

"Seneng bisa jumpa lagi, Alhamdulillah. kepikiran terus. Soalnya kan komunikasi harus melalui beberapa pihak kan, dari Bakamla, perwakilan yang di Johor, polisi yang disana," ungkap Wandi, anak dari Kamalia saat diwawancarai Tribun Batam.

Baca juga: Lansia Asal Batam Terancam Penjara Seumur Hidup Gegara Bawa Narkoba di Bintan


Baca Selengkapnya

Satu Korban Kecelakaan di Karimun Hari Ini Meninggal Dunia Akibat Pendarahan Kepala

KECELAKAAN DI KARIMUN - Penanganan korban kecelakaan di Karimun teparnya di UGD RSUD Muhammad Sani sebelum dinyatakan meninggal dunia, Kamis (11/7/2024).
KECELAKAAN DI KARIMUN - Penanganan korban kecelakaan di Karimun teparnya di UGD RSUD Muhammad Sani sebelum dinyatakan meninggal dunia, Kamis (11/7/2024).(TribunBatam.id/Yeni Hartati)

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Seorang korban kecelakaan di Karimun hari ini meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis.

Seperti diketahui, kecelakaan hari ini di Karimun terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Sungai Lakam Barat pada Kamis (11/7/2024) sekira pukul 02.30 WIB.

Korban kecelakaan di Karimun atas nama Rozita alias Yani dinyatakan meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif atas luka serius atau pendarahan akibat benturan saat lakalantas.

Humas RSUD Muhammad Sani, Anriyani mengatakan kondisi pasien atau korban kecelakaan yang telah dirujuk dari Puskesmas Balai Karimun.

"Berdasarkan informasi dari dokter jaga, pasien Rozita (43) yang kami terima pukul 05.00 WIB telah dinyatakan meninggal dunia pukul 08.29 WIB," ujar Anriyani


Baca Selengkapnya


Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved